ngradio.gr

Leonardi DiCaprio: Oscar, Totalitas, dan Isu Lingkungan

Posted on

Leonardo Dicaprio adalah wajah tampan yang menjadi bunga impian wanita muda dalam dasawarsa 1990-an. Namun, dengan rambut gondrong wajah berminyak dan penuh luka, Leo-demikian panggilannya- justru membawa pulang Oscar pertamanya pada Minggu(29/2) malam, di Los Angeles, Amerika Serikat.

Leo yang sayangnya tidak pernah bermain film korea, sekarang 41 tahun, memainkan peran Hugh HUgh Glass, seorang pemandu jalan untuk sekelompok pemburu, dalam film The Revenant (2015). Dalam film besutan Alejandro Gonzales Innaritu itu, Glass melawan seekor beruang grizzly dengan pisau. Sebuah pertarungan yangmembuatnya hampir mati dengan penuh luka.

Dalam kondisi sekarat, Glass harus menahan dingin salju di pegunungan. Bukan hanya bertahan dari kejamnya alam liar, Glass juga harus berjuang dengan kebencian dan diskriminasi terhadap masyarakat adat (Indian) oleh pimpinan rombongan (TomHardy).Dan ada sedikit dendam yang membuat Glass yang bertahan hidup.

Penderitaan Glass tergambarkan di hampir dua pertiga dari panjang film. Para penonton mungkin tidak tahan melihat Leo bergidik memakan jeroan bison atau berlindung di balik balik bangkai perut kuda ketika badai salju menerpa. Semua kesulitan itutidak hanya terasa manis Glass, tetapi juga untuk Leo. Ya, Ia memenangkan gelar aktor terbaik di Oscar berkat perannya sebagai Glass.

“Leo tidak hanya memberikan 100 persen dirinya untuk The Revenant, tetapi 300 persen,” puji Stefano Tonchi, editor W Magazine, mengatakan kepada Reuters. Dan bukan hanya leo, film dengan latar tahun 1820-itu ini  juga menuai gelar sutradara terbaik untuk Innaritu.

Revenant adalah judul film ke-37 bagi Leo. Sebelum mencapai tahap kejayaanOscar, acara yang dianggap jagat film yang paling bergengsi, perannya sebagai Glass telah memberinya Piala aktor terbaik dari berbagai festival, diantaranya Penghargaan Golden Globe dan BAFTA.

Pada sejumlah pidato saat menerima trofi, termasuk di Oscar, Leo selalu mengklaim bahwa kemenangannya didedikasikan untuk kemanusiaan dan lingkungan hidup diplanet bumi. Leo menyatakan, dia menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan melalui film.

Dalam beberapa film sebelum The Revenant, Leo berusaha untuk menunjukkan nilai-nilai manusia itu. Dua tahun lalu, ia berperan sebagai pialang saham dalam film The Wolf Wall Street. Karakter dari Jordan Belfortyang  ia perankan adalah wajah orang-orang jahat pengendali perekonomian di Wall Street. Tidak heran, film memicu kontroversi.

Leo tidak gentar. “Awalnya banyak yang mempertanyakan, mengapa tega sekali mempertontonkan gaya hidup buruk dengan begitu gamblang. Menurutku, alasan kami mengerjakan (film) ini untuk mewakili kegelisahan mereka juga dan dunia. Itu sebabnya aku mau terlibat di film ini,” ujar Leo pada The New York Times.

Totalitas

Selama dekade terakhir, Leo banyak terlibat dalam film kontroversial, kaya film jepang aja. Dia pernah menjadi polisi pemberantas korupsi di kesatuannya sendiri, penyelundup berlian dalam Blood Diamond, juga pernah menjadi Edgar Hoover, unit penyelidikan FBI yang kesepian, tapi hasu perhatian dalam film j. Edgar.

Semua peran dilakukan Leo dengan enuh totalitas. Ketika melakukan J Edgar, misalnya, Leo menjalani periasan berjam-jam sebelum film. Wajahnya harus dirias dengan totol tanda penuaan dan gigi menguning. Dia sama sekali tidak tampan.

Dan Leo memiliki minat dalam peran ini, peran yang “tidak biasa” itu. “Aku akan setuju mengambil peran jika aku kesulitan mendefiniskan karakter yang bakal aku mainkan. Ketika ada elemen misteri (dalam karakter itu) dan banyak yang harus dipelajari terlebih dulu, aku baru mau memerankannya,” ujar Leo.

“Saya akan setuju untuk mengambilperan jika aku kesulitan diperpanjang karakter yang saya akan bermain. Ketika adasebuah elemen misteri (dalam karakter) dan banyak yang bisa dipelajari pertama, sayahanya ingin memerankannya, “kata Leo.

“Misteri” juga tercermin dalam hidupnya. Dari beberapa liputan berita, Leo terlihat enggan untuk membuka kehidupan pribadinya, seperti kecenderungan berkencan dengan supermodel. Leo selalu fokus pada proyek dokumenter.

Peran Leo mulai mendapat perhatian luas ketika membintangi AWhat’s Eating Gilbert Grape (1993) dengan Johnny Depp. Dalam film itu, peran remaja dengan gangguan kejiwaan mendapatkan nominasi aktor pendukung terbaik.

Leo kemudian digambarkan sebagai seorang cowok keren remaja. Wajahnya menghiasi sampul majalah remaja. Bahkan tercatat dalam salah satu adegan film kamar dibintangi Oscar pemenang, Brie Larson.

Meskipun terlihat keren, peran Leo sebagai menyimpan masalah secara individual. Dalam film The basket Diaries (1995), ia menjadi Jim Carrol, remaja penyendiri, suka bermain bola basket, dan menulis puisi, tapi pecandu oba

Dia juga jadi anak muda pemuja romantisme di Romeo + Juliet (1996). Waktu itu, Leo merupakan lambang cowok asik.

Popularitasnya melonjak melalui film peraih 11 piala Oscar, Titanic (1997). Jack Dawson, peran yang ia mainkan, yaitu jelata tampan yang ikhlas berkorban banyak untuk kekasihnya, Rose DeWitt (Kate Winslet).

Di film selanjutnya, dia malah menutupi wajahnya dengan topeng pada The Man in Iron Mask (1998). Selepas itu, Leo makin lihai dalam memilih peran. Ia tidak peduli pada standard Hollywood yang memprioritaskan fisik. Ia mengambil resiko dengan bermain di film-film kontroversial.

Isu lingkungan

Beraneka karakter sudah ia perankan dalam film dengan beberapa sutradara terkenal. Piala Oscar telah ia genggam. Leo saat ini melakukan usaha kerasnya sambil menjadi filantropi.

Ia membuat Leonardo DiCaprio Foundation untuk konservasi hutan, keanekaragaman hayati, kelautan, serta pergantian iklim. Januari silam, ia berpidato dihadapan pemimpin dunia dalam World Economic Komunitas di Davos, Swiss. Komunitas itu memberikannya Crystal Award, yang didapatkan pada budayawan yang perduli pada kemanusiaan serta lingkungan.

Ditulis The Guardian, Leo mengecam keserakahan perusahaan yang mengakibatkan kerusakan alam dengan membakar hutan, termasuk juga yang berlangsung di Sumatera. ” Selama 2015, kebakaran di Sumatera membuahkan lebih banyak emisi karbon setiap harinya dibanding dengan emisi karbon yang dihasilkan perekonomian AS, ” demikianlah kutipan pidatonya. Lembaganya bakal mendanai pelestarian 2, 63 juta hektar hutan di Sumatera.

Si ” Poster Boy ” ini sudah menjelma dari remaja slengekan di film menjadi pejuang lingkungan. Popularitas serta gemerlap Hollywood tidak membuatnya bebal pada gosip sekitar. Suksesnya di arena Piala Oscar membuat suaranya makin terdengar.

LEONARDO WILHELM DICAPRIO

Lahir:
11 November 1974 di Hollywood, California, AS
Beberapa film:
membintangi 37 judul film, di antaranya
Romeo + Juliet (1996)
Titanic (1997)
The Beach (2000)
The Wolf of Wall Street (2013)
The Revenant (2015)
Beberapa Penghargaan
Aktor Terbaik
Academy Awards, The Revenant, 2016
Golden Globes, The Revenant, 2016
Golden Globes, The Wolf of Wall Street, 2014
BAFTA Awards, The Revenant, 2015
Austin Film Critics Association, The Revenant, 2015
Nominasi Academy Awards
The Wolf of Wall Street, 2014
Blood Diamond, 2007
The Aviator, 2005
What’s Eating Gilbert Grape (1993)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *