Kamu pernah dengar istilah lotus birth? Tentu saja istilah ini tidak terlalu populer di Indonesia. Kalau kamu tahu beberapa hal tentang metode ini mungkin saat ini kamu sedang menunggu kelahiran si buah hati.

Dibandingan beberapa istilah umum seperti kelahiran caesar atau melahirkan di dalam air, istilah lotus birth jauh kalah popularitasnya. Nah, mari sedikit mengenal tentang kelahiran lotus ini.

1Lotus Birth

bidankita.com

Dalam istilah medis, lotus birth juga disebut umbilical nonseverance. Gambaran sederhananya, tali pusat tidak dipotong setelah bayi dilahirkan. Namun dibiarkan hingga lepas dengan sendirinya, umumnya setelah beberapa hari.

Gagasan awal dari lotus birth ini kurang lebih sama dengan gagasan water birth dan hypno birth. Intinya adalah konsep back to nature. Jadi, dasar pemikirannya adalah tren atau gaya hidup.

Sebenarnya lotus birth telah dikenal di luar negeri sejak tahun 1974, namun ‘ritual’ lotus birth dilakukan oleh para simpanse, bukan manusia. Kemudian seorang ibu hamil bernama Clair Lotus Day dari California sangat antusias dengan metode ini.

Maka atas permintaannya sendiri dan pertimbangan serta konsultasi dokter, Clair membawa pulang bayinya bernama Trimurti dalam kondisi tali pusat yang sengaja tidak diputus.

2Pro Pada Lotus Birth

tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

Mary Ceallaigh, seorang ibu yang memraktekkan lotus birth mengatakan bahwa tali pusar yang diputus menyebabkan bagian kulit pusar pada bayi tidak ‘sembuh’ minimal selama dua minggu.

Lotus birth sama sekali tdak meninggalkan luka pada bagian sekitar pusar bayi, itulah yang dituturkan oleh Mary dari pengalaman yang ia alami sendiri. Bagaimana? Kamu mulai berpikir untuk menerapkan lotus birth pada kelahiran anak kamu?

Terdapat penelitian medis yang mendukung dilakukannya metode lotus birth pada ibu dan bayi. Penelitian ini menyatakan bahwa pemotongan tali pusat yang ditunda (delayed clamping) akan memberikan manfaat untuk bayi.

Manfaat klinis pada bayi ini sejauh penundaan pemotongan itu hanya selama maksimal 2 menit, dibandingkan early clamping yang dilakukan pada kisaran waktu 30 detik hingga 1 menit.

3Kontra Pada Lotus Birth

raweva.com

Pada umumnya dalam kondisi normal tali pusat terputus dengan sendirinya pada waktu 10 hari setelah kelahiran. Hal itu pun pada daerah atau tempat dengan kelembaban yang sesuai seperti di Bali atau di Australia.

Hal ini ditambah dengan penyataan khusus sejak 2008 oleh The Royal College of Obstetricians and Gynecologist (RCOG), sebuah lembaga dari Inggris yang berfokus khusus pada berbagai macam hal berkaitan kehamilan.

mapofmedicine.com
mapofmedicine.com

Dr. Patrick O’Brien dari RCOG menyatakan bahwa plasenta yang tidak dipotong dalam jangka waktu tertentu dikhawatirkan membawa resiko infeksi mikroba dan dapat menular pada bayi.

Dalam pandangan ahli lainnya yang dinyatakan oleh Dr. Philip Trisnadi juga senada. Selain kemungkinan infeksi, sebenarnya jaringan plasenta setelah kelahiran hanyalah jaringan mati berbentuk kantong yang berisi darah.

Dari berbagai kekhawatiran tersebut, maka diambilkan kesimpulan bahwa lotus birth tidak disarankan karena masih terdapat potensi bahaya selama pelaksanaannya.

4Pilihan Kamu

hdwallpapers.cat

Sekarang, bagaimana pilihan kamu? Kamu adalah seorang orang tua sekejap setelah si buah hati lahir. Maka tentu saja kamu harus mengambil keputusan yang tanpa resiko secara logis untuk kepentingan bayi.

kehamilanku.web.id
kehamilanku.web.id

Menerapkan konsep back to nature dalam sendi-sendi kehidupan kamu adalah hal yang baik. Namun, jangan sampai hal tersebut justru mengorbankan keselamatan dan keamanan keluarga.

Tetaplah berusaha sebaik yang dapat dijangkau oleh akal pikiran dan pengetahuan yang diketahui secara pasti oleh manusia. Dan serahkan sisanya kepada Tuhan, karena di tangan Tuhan lah semuanya dapat berubah.

Selamat beribadah terus menerus menuju kelahiran si buah hati.