Lulus dari sekolah menengah atau SMA dan bisa diterima menjadi mahasiswa di universitas jadi impian banyak anak muda.

Waktu kuliah yang bebas, pakaian bebas dan sederet kebebasan lain yang katanya jadi impian anak muda ini akan bisa mereka dapatkan semasa menjadi mahasiswa.

Nyatanya, semua momen menyenangkan selama jadi mahasiswa hanya dialami saat semester-semester awal saja. Banyak mahasiswa tingkat akhir berubah pikiran dan ingin kembali ke sekolah.

Mahasiswa tingkat akhir adalah tahap akhir dalam dunia kampus dan kuliah. Sebentar lagi mereka akan menyandang gelar baru, diploma, sarjana atau bahkan pasca sarjana.

Tapi, apa kamu tahu, masa mahasiswa tingkat akhir sebenarnya adalah masa-masa sulit? Berikut ini hal-hal yang akan terjadi saat kamu nantinya menjadi mahasiswa tingkat akhir.

1Proposal Skripsi dan Dosen Pembimbing Killer

sandi-erlan.blogspot.com

Skripsi adalah keharusan yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa sebelum mendapat status baru, sarjana. Tapi, skripsi juga jadi momok menakutkan bagi banyak mahasiswa.

Belum mengerjakan saja, sudah keburu merasa seram dengan dosen pembimbing. Baru mengajukan judul skripsi dan proposal saja sudah membuat kepala pusing.

Ada judul yang menurut kamu menarik, tapi ternyata susah mendapatkan datanya. Atau judulnya biasa saja, tapi dosen menyukainya. Kemungkinan lain, judul skripsi kamu sulit, tapi dosen suka.

herugan.com
herugan.com

Menyatukan ide dengan dosen pembimbing belum tentu mudah. Janji bertemu untuk diskusi juga sulitnya setengah mati. Belum lagi dosen biasanya akan memberikan tugas untuk melakukan riset terlebih dahulu.

Pada masa ini, tekat kuatlah yang harus ada dalam hati kamu. Tentu dibarengi usaha, doa dan dukungan dari orang-orang terdekat. Demi satu tujuan, masa depan dan orang tersayang.

Kadang, dosen hanya ingin melihat usaha kerasmu terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan bimbingan mengerjakan skripsi.

2Kapan Wisuda = Pertanyaan Nyesek

monkeyonthebox.deviantart.com

Pertanyaan ini jadi salah satu pertanyaan paling nyesek bagi mahasiswa tingkat akhir selain dua pertanyaan lain yang akan segera menyusul, “Kapan Kerja?” dan “Kapan Nikah?”

Tidak jarang pertanyaan ini jadi pemicu mahasiswa semester akhir menjadi sensitif dan agresif. Apalagi jika pertanyaan ini ditanyakan orang tua sendiri dan orang tua sang calon pasangan.

Jadi, kalau kamu menemukan teman atau kakak tingkat mahasiswa semester akhir, sebaiknya hindari pertanyaan satu ini. Ditanya “kapan wisuda?” itu nyesek dan membuat frustasi lho.

3Menunggu Dosen Sampai Keriting

sevenideals.blogspot.com

Dengan jumlah mahasiswa yang banyak, tentu untuk melayani bimbingan perlu antri. Ini menimbulkan fenomena antrian mahasiswa semester akhir di depan ruang dosen.

Padahal sang dosen entah datang, entah tidak. Atau bahkan tengah pergi memberikan kuliah atau ikut seminar.

Kalau kamu menemukan sosok “penunggu” setia yang harap-harap cemas melihat pintu ruang dosen, tolong jangan diberikan senyum sinis.

roeman-art.blogspot.com
roeman-art.blogspot.com

Berikan senyum terbaik pada mereka, kalau perlu ajaklah ngobrol barang sebentar. Itu cukup membantu mereka rileks menunggu dosen tanpa kepastian. Tapi sekali lagi, jangan tanyakan hal sensitif ya.

4Setua Itukah Saya?

youtube.com

Jadi siswa dengan kelas paling tinggi di sekolah itu, menyenangkan. Tidak ada yang mem-bully. Dan bisa makan serta nongkrong di kantin sekolah tanpa diusir oleh adik kelas.

Tapi berbeda rasanya jika jadi mahasiswa tingkat akhir, paling tua di kampus. Maka pertanyaan “Angkatan berapa?” akan jadi momok menakutkan untuk dijawab.

Apalagi tiap tahun ajaran baru, akan mulai bertebaran mahasiswa baru yang siap diajak kenalan. Tapi urung maju karena takut ditanya “Angkatan berapa?”.

Terlebih lagi jika kamu melihat teman-teman seangkatan sudah memindah tali toga ke kanan. Ini bisa jadi semangat sekaligus tekanan batin lho.

5Makan Tak Enak, Tidur Tak Nyenyak

dhimasduar2.wordpress.com

Jangan heran jika mahasiswa tingkat akhir berubah kucel karena kurang tidur atau mendadak kurus karena kurang makan. Mereka tidak pernah berniat demikian.

Batas waktu yang makin mendekat membuat mahasiswa tingkat akhir lebih sering begadang dibanding biasanya. Bahkan saat dipaksa tidur pun, mata sulit terpejam karena selalu teringat skripsi.

Makanan enak di resto pun jadi terasa hambar. Lemburan skripsi membuat mahasiswa semester akhir malas makan.

Kalau kamu menemukan teman yang seperti ini, sebaiknya perhatikan dia. Paling tidak ingatkan untuk makan dan mandi sebelum ke kampus. Lebih baik lagi kalau berikan traktiran sarapan untuknya.

Doa orang teraniaya itu mustajab lho.

6Lupakan Kekompakkan

forgic.com

Enaknya jadi anak sekolah adalah masuk dan keluar dari sekolah bersamaan. Kekompakkan akan semakin terasa karenanya.

Berbeda dengan masa kuliah di kampus. Masuk bersamaan, tapi keluar sendiri-sendiri. Sama sekali jauh dari label kompak.

Meski begitu, bukan berarti persahabatan putus oleh wisuda ya. Kamu yang sudah lebih dulu menyandang gelar sarjana harus tetap mendukung dan memberikan semangat teman-teman yang belum lulus.

Itu tadi dilema yang banyak dialami mahasiswa tingkat akhir. Bagian mana yang sudah kamu alami?