Annyeong Haseyo! Sapaan khas Korea yang sekarang begitu fasih ditirukan anak-anak muda di Korea. Nampaknya demam Korea yang telah melanda selama setengah dekade ini masih belum ada habisnya.

Produksi drama Korea yang mengharu biru dan membuat pemirsa berkaca-kaca masih menjadi magnet. Belum lagi KPop-nya yang dengan fasih dinyanyikan para remaja walau tak mengerti bahasanya.

Salah satu bias dari makin populernya entertain Korea adalah pada budaya kulinernya. Melalui tayangan-tayangan televisi Korea, makanan khas Korea ikut terpromosikan. Mulai dari tahu namanya, penasaran rasanya, mencoba dan ketagihan!

Tentu saja para fans punya sensasi tersendiri jika menyantap makanan yang pernah dimakan artis idolanya. Apalagi secara cita rasa, budaya ketimuran Korea lebih dekat dengan Indonesia ketimbang masakan barat.

Makanan Korea seperti jajangmyeon, tteokbokki, atau ramyeon, pasti tidak asing di telinga kita yang menggemari drama Korea. Tapi selain makanan utama itu, sebenarnya ada makanan pendamping yang biasa disebut banchan.

Kalau kamu lihat cara memakan orang Korea, hidangannya begitu banyak dan beragam dalam sekali makan. Jadi selain makanan utama, pasti ada makanan pendamping yang ada di atas meja.

Makanan pendamping atau banchan yang paling terkenal adalah Kimchi, yaitu berbagai jenis sayuran yang telah difermentasi (umumnya menggunakan sawi putih/baechu kimchi).

Tapi masih banyak juga lho, makanan pendamping selain kimchi. Selain menambah lezat pada menu utama, banchan ini juga dianggap penetralisir dan menyehatkan.

Apa saja makanan pendamping yang sering dimakan orang Korea itu? Ini dia daftarnya.

1Oi Sobagi

maangchi.com

Karena cara membuat dan bumbu-bumbunya mirip dengan kimchi, banyak menggolongkan oi sobagi kedalam jenis kimchi. Bedanya hanya pada bahan utamanya yang bukan sawi tapi mentimun.

Mungkin ini adalah pengembangan dari kimchi oleh masyarakat Korea, sebagai alternatif yang tidak suka sawi putih atau bosan dengan dengan itu.

Oi sobagi memiliki tekstur yang renyah, disajikan dengan irisan timunnya yang dipotong bentuk memanjang.

2Namul

flickr.com

Namul ini adalah versi Korea-nya salad, karena berbahan dasar sayur-sayuran. Sayuran dalam namul ditumis atau direndam dengan bumbu seperti minyak wijen, garam dapur, cuka, bawang putih, daun bawang, bubuk cabai, atau kecap asin.

Ada beragam jenis namul, tergantung pada sayuran dan campuran bumbu-bumbunya. Banyak keluarga Korea lebih suka dengan kongnamul yang berbahan tauge dengan minyak wijen.

maangchi.com
maangchi.com

Ada juga yang berbahan sayuran bayam disebut sigeumchi-namul. Yang berbahan dasar rumput laut dinamakan miyeok-muchim, sedang mu-saengchae adalah namul terbuat dari lobak.

3Jorim

maangchi.com

Ini adalah bachan orang Korea yang bercirikan pada memasak dengan menggunakan saus. Bahan makanan yang sering dimasak ini adalah tahu yang disebut dubu-jorim, dan daging atau hati sapi yang dinamakan jang-jorim.

Keduanya sama bumbu dan cara memasaknya, yakni ditumis dengan saus berupa campuran kecap asin, minyak wijen, bawang putih, dan daun bawang. Bedanya pada jang-jorim yang menambahkan telur ayam atau telur puyuh.

Jika ingin menu lebih sehat lagi, ada jenis jorim yang terbuat dari akar bunga teratai yang disebut yeongeun jorim.

4Japchae

maangchi.com

Istilah kita atau orang keturunan Tinghoa Hokkian adalah bihun atau sohun. Tapi tentunya dengan bumbu berbeda dan khas Korea.

Bahan-bahan dari japchae seperti daging sapi dan sayuran (wortel, paprika, jamur shiitake, bawang bombay, dan spinacia) dipotong kecil-kecil memanjang. Bumbunya berupa bawang putih, kecap asin, dan gula pasir ditumis dengan minyak wijen bersama daging sapi.

5Jeon

recipeshubs.com

Jeon ini untuk menyebut  berbagai jenis makanan yang digoreng di atas wajan. Salah satu jenis jeon yang paling terkenal adalah buchimgae yang terbuat dari adonan tepung terigu dan sayuran yang digoreng tipis seperti pancake.