Kadang kita perlu banyak merenung dan memaknai banyak hal dalam kehidupan ini. Dengan begitu, baru kita bisa bersyukur dan mengamalkan kebaikan-kebaikan yang seharusnya kita lakukan.

Selain itu, mungkin dengan cara ini empati kita sebagai manusia atau pun sebagai warga negara semakin terasah.

jkrperak.gov.my
jkrperak.gov.my

Pertanyaannya, apa yang kemudian bisa kita renungkan? Tentunya banyak hal di sekitar kita atau kita pun bisa mengulik kembali sejarah. Salah satu sejarah yang menarik untuk kita ingat dan dijadikan bahan perenungan adalah mengenai peristiwa Sumpah Pemuda.

Tentunya bagi kamu yang pernah mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD) pasti pernah mempelajari mengenai Sumpah Pemuda ini.

Singkatnya, sumpah pemuda adalah sumpah yang diucapkan oleh para pemuda pada tahun 1928 guna mempersatukan bangsa melawan penjajah.

Supaya kamu tergambar apa saja isi Sumpah Pemuda tersebut, mungkin kita perlu baca kembali apa isi dari Sumpah Pemuda yang diikrarkan oleh generasi pendahulu kita. Isi Sumpah Pemuda meliputi beberapa hal di bawah ini.

en.wikipedia.org
en.wikipedia.org
  1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
  2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Jika kita lihat dari isi Sumpah Pemuda di atas, sudah jelas tersurat, bahwa makna besar dari sumpah pemuda tersebut adalah mengenai persatuan bangsa. Salah satu fungsinya adalah membakar semangat pemuda kala itu untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Wah, berarti zaman dulu sumpah pemuda itu bermakna sekali ya! Kalau di zaman modern dan kekinian seperti sekarang, kira-kira makna apa yang bisa kita petik dan kita amalkan? Supaya bisa sama-sama merenungkan, kita lihat saja yuk makna-maknanya berikut ini.

1Cintailah Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

jejeradio.com

Mungkin inilah makna pertama yang perlu sama-sama kita renungkan, yaitu mencintai Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Jika kita tilik bagaimana para pendahulu kita memperjuangkan bahasa yang mempersatukan kita kini, maka sungguh disayangkan apabila kita mengabaikannya.

Ketika kita mencintai bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan berarti kita tidak boleh memakai bahasa gaul sesuai dengan gaya kekinian ya! Namun, kita perlu tahu kapan menempatkan bahasa pada posisinya.

kompasiana.com
kompasiana.com

Misalnya saja jika kita berkelakar dengan teman kita di sosial media, maka boleh-boleh saja kalau kita mau pakai bahasa gaul. Tapi, kalau kita berada di forum resmi atau berdiskusi, ada baiknya pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar dong!

2Perbedaan Bukan Alasan untuk Terpecah Belah

kompasiana.com

Di zaman serba canggih seperti sekarang, kita dapat dengan mudahnya mengemukakan pendapat dan menyebarkannya di media sosial, begitupula dengan orang lain. Nah, terkadang pendapat itu sering berbeda-beda dan tak jarang menyebabkan pertikaian.

Hal ini seringkali membuat kita miris, bagaimana mungkin untuk perkara yang ringan kita bertengkar dengan saudara sebangsa dan setanah air ini?

Mungkin hal ini tidak akan terjadi jika semua orang memaknai persatuan selayaknya para pendahulu kita, yang tertuang dalam ikrar Sumpah Pemuda.

3Tanah Air Ini Milik Kita Bersama

tinkerwan.blogspot.com

Satu hal yang perlu kita sadari, bahwa kita lahir di tanah air yang sama. Jadi, apakah pantas jika ada satu atau dua orang menguasai tanah air ini atau hanya segelintir orang yang menikmati kehidupan yang tenang dan nyaman di negeri ini?

Tanah air ini milik kita bersama, jadi jangan ada yang memonopoli untuk memperkaya diri sendiri. Selain itu, karena ini adalah tanah air kita bersama, yuk kita jaga bersama juga.