Malam pertama kerap menjadi perbincangan saat seseorang menikah. Malam itu adalah malam pertama seseorang menghabiskan malam hari pertama kali dengan kekasih hatinya secara halal.

Seseorang yang tadinya asing kini bisa bersatu. Sebelumnya yang tadinya haram bersentuhan kini menjadi halal bahkan berpahala.

www.ummi-online.com
www.ummi-online.com

Begitupula dengan berhubungan suami istri. Jika dilakukan sebelum menikah maka hal tersebut menjadi dosa besar yang akan mendatangkan murka Allah.

Namun jika dilakukan setelah pernikahan, justru akan mendapatkan pahala yang juga tidak sedikit dari sisi Allah SWT.

Islam mengatur segala sendi kehidupan. Termasuk bagaimana cara menghabiskan malam pertama dengan pasangan tercinta. Berikut ini contoh dari Rasulullah SAW bagaimana menghabiskan malam pertama.

1Bercumbu Rayu

www.ummi-online.com

Pertama bercumbu rayu dengan penuh kelembutan. Misalnya dengan memberinya minum atau yang lainnya.

Berdasarkan hadits Asma binti Yazid , ia berkata: `Saya merias `Aisyah untuk Rasulullah. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada `Aisyah. Beliaupun datang lalu duduk di sisi `Aisyah.

Kala itu beliau disodori segelas susu. Setelah beliau minum gelas itu, beliau sodorkan kepada `Aisyah. Tetapi `Aisyah menundukkan kepalanya dan malu. Asma’ binti Yazid berkata: `Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah’. `Aisyah pun meraih gelas itu dan meminumnya sedikit. (HR. Ahmad VI/438,453,458 )

2Mendoakan Istri

muslimahcorner.com

Hal kedua yang bisa dilakukan adalah sang pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun mempelai wanita seraya mendoakannya.

Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang dari kamu menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak, maka peganglah ubun-ubunnya, lalu bacalah basmallah serta do’akanlah dengan doa barokah sembari mengucapkan:

`Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan wanita ini dan kebaikan yang Engkau berikan kepadanya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan wanita ini dan keburukan yang Engkau tetapkan untuknya.” (HR. Bukhari, Abu Dawud 2160).

3Shalat Dua Rakaat

pakarcinta.com

Ketiga, hendaknya ia melaksanakan sholat dua rakaat bersama mempelai wanita. Syaikh Al-Albany berkata:

“Hal itu telah ada sandarannya dari kaum salaf. Diantaranya hadits Abu Sa’id maula (bekas budak) Abu Usaid, ia berkata: “Saya menikah ketika saya masih seorang budak. Kala itu saya mengundang beberapa orang sahabat Nabi, di antaranya Ibnu Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah. Abu Said melanjutkan: `Lalu tibalah waktu sholat, Abu Dzar bergegas maju untuk mengimami sholat.

www.suherlin.com
www.suherlin.com

Tetapi mereka berkata:’Kamulah yang berhak’. Ia berkata: Apakah demikian? `Benar!’ jawab mereka. Akupun maju mengimami mereka sholat, ketika itu saya masih seorang budak. Selanjutnya mereka mengajari saya: `Jika istrimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua sholat dua rakaat. Kemudian mintalah kepada Allah kebaikan istrimu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kalian berdua.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf I/50 & XII/43)

SHARE