isportsweb.com

Kisah Inspiratif dari Pacquiao, Sang Legenda Dunia yang Tak Pernah Berhenti Kejar Mimpi

Posted on

Salah satu petinju terbesar di dunia sudah menggantungkan sarung tangannya setelah melalui karir yang cukup panjang dan terbilang sukses.

Manny ‘Pacman’ Pacquiao mengumumkan bahwa pertandingannya pada tanggal 9 April di MGM Grand di Las Vegas akan menjadi yang terakhir.

Menang atau kalah, dia akan pensiun sebagai salah satu petinju paling terkenal di dunia olahraga dan memasuki ring dengan rekor 57-6-2 dengan jumlah KO sebanyak 38 kali.

Apakah alasan ia berhenti dari karirnya sebagai petinju? Bukankah itu passion hidupnya? Usut-punya usut, ternyata Pacquiao punya impian yang jauh lebih tinggi dan mulia. Apa itu? Simak ulasannya berikut ini.

Gantung Sarung Tinju

theguardian.com
theguardian.com

Setelah Pacquiao meninggalkan ring, ia akan mempersiapkan diri untuk pertempuran panjang dan bentuk perjuangan keras lainnya.

Pacman adalah salah satu petinju yang paling ramai menghiasi sejarah olahraga. Ia yang terlahir sebagai petarung Filiphina adalah yang pertama dan satu-satunya petinju peraih gelar juara dunia di delapan kelas berbeda.

Total, Pacman memiliki 10 gelar juara dunia. Ia berada di peringkat paling elit di antara yang elit di dunia olah raga. Pacmanis salah satu petinju yang paling menghiasi sejarah dunia olahraga.

Siapa sangka, ternyata ia juga seorang politikus lho. Pacquiao telah menjadi anggota kongres di DPR Filiphina yang sudah menjabat sejak tahun 2010.

Ia berhasil mempertahankan kursinya pada tahun 2013 dalam pemilihan legislatif di Kabupaten Sarangani.

Fokus pada Karir Politik

wsj.com
wsj.com

Pertarungan berikutnya Pacquiao pada tanggal 9 April melawan Timothy Bradley sepertinya akan menjadi pertarungan terakhir Pacquiao.

Legenda tinju yang berusia 37 tahun itu mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada bulan Januari bahwa ia berencana menggantung sarung tangannya setelah perjuangannya melawan Bradley.

Ia ingin fokus pada karir politiknya. Pacquiao memiliki aspirasi untuk menjadi senator di negara asalnya.

Dalam mengantisipasi laga terakhirnya, ia berjuang luar biasa keras untuk mengatasi rintangan dan menutup laga terakhirnya dengan menjadi pejuang yang dihormati.

Pacquiao Dibesarkan di desa Miskin di Kibawe

instinctmagazine.com
instinctmagazine.com

Dia menjual hampir semua yang ia miliki dan yang ia temukan di jalanan hanya untuk menafkahi keluarganya meskipun ia sendiri sering kelaparan. Dia memilih untuk terjun ke dunia tinju sebagai cara untuk keluar dari jeratan hidup miskin.

Pacquiao mengaku di hadapan wartawan ketika konferensi pers, bahwa ia mulai masuk, mengenal, dan menekuni dunia tinju karena ingin membantu ibunya.

Menang Demi Hadiah Uang

isportsweb.com
isportsweb.com

Suatu ketika, ia mendengar bahwa ketika seseorang melawan, bahkan ketika seseorang kalah, ia akan memiliki uang. Dan ketika ia menang, ia menerima 100 peso, yang setara dengan dua dolar. Jika kalah, hanya mendapat satu dolar, yang merupakan 50 peso.

Oleh karena itulah, ia nekat mendaftar perlombaan demi uang tersebut. Padahal, ia harus punya persiapan matang untuk bertanding

Awalnya, ia sempat ditolak ketika hendak bergabung menjadi atlet tinju karena bobot badannya yang sangat kecil. Ia tidak memenuhi persyaratan berat badan untuk melawan para petinju professional.

Maka, yang ia lakukan selanjutnya adalah berusaha keras menaikkan berat badan dan berolah raga lebih keras agar bisa bersaing dengan para petinju lainnya.

Ketika kerja kerasnya berbuah hasil, ia pun memperoleh 100 peso Filiphina pada kemenangan pertamanya. 100 peso setara dengan 2 dollar. Saat itu, ia masuk ke kelas junior pada usia 16 tahun.

Kontribusi pada Negara

mp8.ph
mp8.ph

Pacquiao mengakhiri karirnya sebagai petinju untuk membantu berkontribusi pada negaranya dalam bentuk yang lain.

Bagi Pacquiao, tinju adalah passionnya. Namun, pelayanan publik dengan posisinya sebagai bagian di kepemerintahan merupakan panggilan nurani. Jika menjadi presiden adalah takdirnya, maka ia tidak akan menolaknya.

Mungkin orang-orang akan berpikir bahwa karir tinjunya sudah berakhir. Namun, sebetulnya, pertempuran yang sesungguhnya masih jauh dari selesai.

Bagi Pacquiao, ring tinjunya saat ini, tempat pertempuran yang harus ia hadapi saat ini yaitu lingkaran kemiskinan, bagaimana mengakhiri kemiskinan di Filiphina.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *