Bagi fotografer Lee Jefries, kebahagiaannya bukan lagi sekedar berhasil menangkap momen dan mengabadikannya lewat jepretan lensa kameranya. Tekniknya sebagai seorang fotografer sudah tidak diragukan lagi.

Kembali ke masa mudanya, saat ia baru saja terjun ke dunia satu ini. Ketertarikannya pada kamera mengimbangi rasa penasarannya terhadap para fotografer yang dikaguminya.

Tidak jarang, Lee mengukur kesuksesan dari berapa banyak dan seberapa bagus jepretan kameranya. Hal itu tidaklah keliru.

Hanya saja, saat ini hal itu telah berubah. Pengalaman dan motivasi mengajarkan banyak. Bahagia adalah hal-hal sederhana yang bisa didapat dan dilakukannya untuk orang-orang sekitarnya.

Cinta terjadi dan cinta memotivasinya melakukan apapun. Memberikan penghormatan pada ibunya yang telah meninggal, membuatnya merasakan kembali cinta yang telah diberikannya.

Dan kali ini, Lee muncul dengan potretnya tentang orang-orang jalanan, the homeless person. Potret diri ini bukan tentang dokumentasi kehidupan mereka. Tetapi lebih pada rasa kemanusiaan, keberanian dan cinta.

Semuanya terangkum dari orang-orang jalanan yang ditemuinya. Buka hatimu dan kamu akan bisa menemukan harapan.

1Si Pria Perokok dan Topinya

www.boredpanda.com

Mungkin saja di masa mudanya, pria ini adalah salah satu fans klub olahraga di Amerika. Dan jejak ini masih jelas terlihat pada wajahnya yang mungkin saja masih merindukan hari itu.

Hari saat klub kesayangannya mengalahkan klub lawan yang belum pernah dikalahkannya sekalipun.

2Sisi Terbaik Wajahnya

www.boredpanda.com

Bagi pria ini, mungkin sisi terbaik wajahnya adalah bagian kanan. Ia enggan membagi sisi lain wajahnya pada orang lain. Atau mungkin saja ada hal yang memang sengaja disembunyikan oleh pria ini.

Luka di sisi wajahnya yang lain. Atau bisa saja segores luka lain yang tidak tampak nyata, tapi cukup membuatnya enggan berpaling.

3Pria dan Harapannya

www.boredpanda.com

Pandangannya menyiratkan harapan. Hatinya masih menyimpan sebuah keinginan yang begitu dalam untuk diwujudkan.

Ia bahkan menutup kepalanya dengan penutup kepala, untuk menjaga agar harapannya tidak pergi.

4Wanita Tua dan Matanya

www.boredpanda.com

Salah satu mata wanita ini terpejam. Mungkin bukan hari ini saja, tapi sudah sejak bertahun-tahun lalu dan bertahun-tahun lagi nantinya.

Tapi ia tidak malu menunjukkannya. Ia hanya ingin mengatakan, meski hanya dengan satu mata, ia masih bisa melihat dunia.

5Pria Tua dan Kaca Mata

www.boredpanda.com

Kelelahan yang luar biasa membuat pria ini membiarkan kaca matanya melorot turun. Entah apa yang dipikirkannya ataupun disesalinya di masa lalu.

Tapi, waktu pada akhirnya membuatnya mengerti, tidak banyak hal lagi yang bisa dilakukan. Toh ia hanya berpikir ditemani kaca mata tuanya yang makin buram.

6Luka di Bawah Mata

www.boredpanda.com

Entah apa yang terjadi dengan wanita ini semalam. Atau mungkin bermalam-malam lalu. Tapi, luka di bawah matanya tidak pernah sebanding dengan yang ada dalam hatinya.

Luka di luar masih bisa sembuh, asal dia masih menyimpan harapan di hatinya. Harapan untuk hari esok yang lebih baik lagi.

7Pria Muda, Rokok dan Pengingkaran

www.boredpanda.com

Raga mudanya mengingkari kalau dirinya terlalu lemah. Tapi isi kepalanya memaksanya mengakui kalau ia masih bisa melakukan banyak hal.

Bahkan dengan sebatang rokok di bibir, ia mungkin bisa menghabiskan hari hanya dengan tertegun dan membakar rokok itu hingga asap terakhirnya.

8Doa Si Wanita Tua

www.boredpanda.com

Tertunduk dengan tangan tertangkup. Mungkin saja wanita ini berdoa. Atau dia hanya lelah membiarkan tangannya bebas. Lalu menangkupkan keduanya untuk membuatnya lebih nyaman.

Rasa nyaman dan aman, terhindari dari segala takut dan resah, tentang apa yang mungkin saja terjadi nanti dan esok hari.

9Ah, Ia Hanya Ingin Bercukur

www.boredpanda.com

Bercukur jadi barang mahal bagi orang-orang jalanan. Tapi, ia tidak akan membiarkan rambutnya menutupi wajah dan matanya.

Mungkin nanti, ia akan punya kesempatan untuk merapikan rambutnya. Mungkin saja.

Bagi Lee, manusia jalanan bukan saja sebuah obyek. Justru dari merekalah Lee menemukan banyak hal. Rasa takut, kekhawatiran, harapan bahkan doa.