Banyak hal yang harus dilakukan setelah menikah. Banyak hal yang harus dipikirkan setelah menikah. Tentu saja salah satunya adalah berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan mental, perasaan, dan rasa mudah marah.

Pengelolaan mengenai berbagai hal non-materi semacam ini sangat penting. Banyak masalah yang timbul sepanjang ‘pelayaran’ pernikahan hanya karena berbagai hal yang sebenarnya sederhana akar penyebabnya.

Nah, beberapa cara di bawah ini mungkin cocok untuk menyelesaikan kekakuan suasana dalam ‘atmosfir’ marah di seluruh penjuru rumah.

1Marah Itu Biasa

maguzz.com

Marah adalah hal biasa, inilah pemahaman yang mesti kamu tanamkan dalam kehidupan pernikahan kamu. Karena marah ini sungguh sangat biasa, maka perlakukan ‘ia’ (marah) dengan biasa.

Biasa saja, tidak perlu bereaksi berlebihan saat pasangan kamu marah. Dengarkan dengan seksama, jawab apa yang ia tanya. Tunjukkan ‘antusiasme’ dan jangan menyepelekan. Dengarkan hingga ia tuntas dan lepas, tenang dan ‘menang’ dalam marahnya.

idealistcareers.org
idealistcareers.org

Biasa saja, tanggapi dengan tenang. Dengan suara yang sedang tidak meninggi atau tegang. Saat pasanganmu marah, ia harus menang dan kamu harus kalah. Maka saat ia mulai lelah menuruti marah, kamu harus pelan dan penuh kasih sayang.

Percayalah, ia akan mendengarkan. Sudah menjadi anugerah Tuhan, bahwa manusia secara rasional dan logis akan meninggalkan hal buruk dan menuju sesuatu yang baik. Maka tenangkan ia dan jelaskan dengan baik. Percayalah, ia akan mendengarkan.

2Bicarakan, Jangan Diamkan

thezombiemamma.tumblr.com

Bahkan kamu sendiri pun sudah tahu bukan, bahwa komunikasi adalah puncak dari seluruh solusi. Urusan antar manusia adalah urusan antar manusia. Tuhan pun tidak akan ikut campur jika seorang manusia salah kepada manusia lainnya.

Kata maaf tidak membuktikan bahwa kamu selalu salah. Kata maaf justru membuktikan bahwa hatimu lembut dan penuh kasih. Kata maaf membuktikan kematangan berpikir kamu saat mendudukkan posisi diri dalam sebuah masalah.

Maka siapa pun yang marah, itu kamu atau pasangan kamu yang marah. Salah satu dari kalian harus memulai rekonsiliasi yang final. Rekonsiliasi sekali jalan hanya dengan satu kata ajaib, maaf.

huffingtonpost.com
huffingtonpost.com

Begitu salah satu dari kalian memulai kata ‘maaf’ dalam perbincangan usai kemarahan dan pertengkaran, sungguh sejatinya saat itu juga masalah telah selesai. Keikhlasan dalam hati telah menyeruak tanpa terbendung.

Dan kemarahan kini kalah oleh kemaafan. Itulah komunikasi transenden tingkat tinggi di dalam kehidupan rumah tangga. Bagaimana? Kamu bisa buktikan sendiri cara komunikasi ‘maaf’ ini di rumah.

3Sabar

personalexcellence.co

Kamu harus sabar menghadapi masalah marah ini. Mungkin kamu atau pasangan adalah tipe orang yang tidak ingin diganggu setelah marah. Artinya kamu atau pasangan butuh ruang dan waktu sendiri setelah marah atau dimarahi.

Biarkan saja, berikan saja. Ruang dan waktu itu ia butuhkan untuk merenung, kamu juga butuh merenung bukan? Dan merenung ini penting dalam proses penyelesaian masalah rumah tangga.

coupondunia.in
coupondunia.in

Saat merenung ini kamu akan memikirkan banyak hal, mengingat banyak hal. Dan muara dari semuanya adalah Tuhan. Maka pada ruang dan waktu yang sendiri ini, kamu atau pasangan akan mudah menemukan jalan keluar.

Karena Tuhan Yang Maha Pemurah akan mengilhamkan ikhlas dan sabar ke dalam hati kamu yang sakit dan mengeras. Maka jadilah lunak dan sembuh hatimu, jadilah legowo dan nrimo hati pasanganmu.

blog.maukawin.com
blog.maukawin.com

Tentu saja kemudian didapatkan jawaban atas masalah kamu dan pasangan. Tentu saja kemarahan tidak lagi tersisa untuk waktu yang lama, dan pohon cinta akan tumbuh lebih lebat bunganya, lebih dalam akarnya.

Maka jadilah cinta kamu dan pasangan sebagai ibadah dalam dinamika pasang surut rumah tangga. Jadilah cinta itu ibadah yang mudah dan menggembirakan, membahagiakan, dan mengantarkan pada surga yang kekal abadi tak tertandingi.