Perbedaan utama manusia dengan makhluk lainnya adalah Tuhan membekali manusia dengan akal. Karena akal inilah Tuhan memberikan manusia kebebasan untuk memilih jalannya. Tidak seperti hewan misalnya yang harus selalu mengikuti ketetapanNya.

Dengan akal, manusia bebas memilih mana jalan yang benar atau yang salah, memilih mana perbuatan yang baik atau yang buruk. Karena kebebasan itu akan dipertanggungjawabkan manusia di alam berikutnya.

Jika Tuhan saja membebaskan kita, lalu apa sesama manusia berhak untuk mengekang kebebasan itu? Inilah yang menjadi esensi dari Hak Asasi Manusia. Bahwa ada hak asali manusia yang harus dihormati manusia lainnya.

Manusia bebas dan berhak untuk hidup dan mencari penghidupan, manusia bebas dan berhak menganut kepercayaan yang diyakininya, manusia bebas dan berhak untuk diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi, kebebasan mendasar lainnya.

Namun, dalam hubungan antar manusia, kebebasan itu mensyaratkan untuk tidak menabrak kebebasan dan hak manusia lainnya. Syarat hubungan ini lalu naik ke masyarakat dan negara yang turut mengatur ke tiap individu.

pixabay.com
pixabay.com

Dari situ lahirlah konsep Hak Asasi Manusia di zaman modern ini, yang telah disepakati oleh hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Konsep yang lahir dari pikiran manusia tidaklah kaku, dan tiap negara punya pertimbangan berbeda sesuai dengan norma kebaikan masyarakat setempat.

Dewasa ini walau Hak Asasi Manusia sudah merupakan nilai universal, masih saja ditemukan pelanggaran-pelanggaran HAM. Mulai dari yang berat, sampai ringan, yang dilakukan personal maupun institusi.

Ada juga yang masalah HAM yang sangat aneh dalam nalar modern kita. Kita telah mengumpulkan berbagai masalah HAM teraneh yang masih terjadi sampai sekarang. Ini dia ulasannya.

1Perbudakan di Mauritania

boombastis.com

Ingatkah kamu dengan peristiwa perang saudara di Amerika? Salah satu yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa itu adalah soal perbudakan.

Sebelas negara bagian di wilayah selatan Amerika yang ingin melepaskan diri dari Amerika Serikat, adalah negara yang menentang penghapusan perbudakan.

Ya, Amerika dan negara-negara Eropa yang melakukan kolonialisasi di tanah Afrika telah biasa melakukan jual beli budak orang kulit hitam. Kemenangan Uni Amerika atas pemberontakan menjadi era baru bagi kemanusiaan dan penghapusan perbudakan.

Setelah peristiwa beberapa abad yang lalu, di zaman modern ini masih saja ada perbudakan. Keanehan ini terjadi di negara Mauritania, sebuah negara di barat benua Afrika. Lagi-lagi yang menjadi obyek perbudakan adalah orang-orang kulit hitam.

Diperkirakan sekitar 10- 20 % atau sekitar 680 ribu jiwa yang masih mengalami perbudakan. Selama 8 tahun ini Pemerintah setempat dan dari internasional telah mengusahakan penghapusan perbudakan di Mauritania.

2Seabrek masalah HAM di Korea Utara

sepuluhnews.wordpress.com

Kalau kamu sering melihat tayangan tayangan Korea Selatan yang warganya begitu bebas, kamu akan heran kalau melihat keadaan negara tetangganya Korea Utara.

Paham komunisme ekstrim yang masih dipegang oleh pemimpin negara tersebut telah mengekang kebebasan dalam banyak hal.

Lebih parah lagi bukan hanya kebebasan politik dan berekspresi, kebebasan paling mendasar yakni kebebasan untuk hidup juga terancam. Banyak warga rendah atau pejabat tinggi sekalipun yang menentang pemerintah akan dieksekusi mati tanpa pengadilan.

Walaupun warga terjamin dalam kebutuhan ekonominya,  tapi tanpa kebebasan untuk berekspresi dalam politik, hubungan dengan dunia global, sama saja dengan kehidupan di penjara.

3Penjualan Organ Tubuh yang Legal di Iran

husna2012.blogspot.com

Saat ini sedang ramai pemberitaan tentang maraknya jual beli organ tubuh manusia di negara kita. Polisi mengejar dan menangkap banyak pelaku. Namun, tahukah kamu jika di Iran aktivitas jual beli organ ini dilegalkan?

Ironis memang, karena jual beli yang tidak lazim ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengerti tentang dampak kesehatan dan dampak sosial dari kegiatan tersebut.

4Larangan Bercerai di Filipina

m.keepo.me

Salah satu poin dalam Hak Asasi Manusia adalah hak dalam perkawinan dan meneruskan keturunan. Bukan hanya soal hak untuk memilih pasangan, tapi juga hak untuk berpisah dari pasangan juga merupakan hak asasi manusia.

Terpengaruh dari tradisi agama katolik yang mengharamkan perceraian, Filipina melarang dan mempersulit perceraian antar pasangan pernikahan.

Maka dampaknya yang terjadi banyak orang yang memilih untuk hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, agar tidak ada yang melarang saat berpisah.

5Etnis Rohingya yang Terjepit di Myanmar

www.mintpressnews.com

Memang betul etnis Rohingya adalah minoritas di Myanmar, apalagi agama yang dianut mereka berbeda dari mayoritas penduduk di Myanmar. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk menindas dan mengusir mereka dari tanahnya.

Diketahui bahwa etnis Rohingya termasuk etnis asli yang sudah berabad-abad mendiami tanah paling barat Myanmar. Jadi sangat aneh jika mereka diusir dari tanah mereka, dan sudah hak mereka untuk tetap tinggal di tanah leluhurnya.