Merokok sepertinya sudah menjadi budaya yang benar-benar merasuk dalam sendi kehidupan orang Indonesia. Peredarannya yang dijual bebas dan tidak diawasi membuat rokok dapat dikonsumsi oleh siapa saja.

Padahal yang selayaknya boleh mengkonsumsinya adalah orang-orang di atas 18 tahun. Tidak seperti sekarang ini. Siapapun bisa mengaksesnya.

Jumlah konsumsi rokok oleh masyarakat begitu intensif. Bahkan menempati posisi kedua setelah nasi. Mengerikan bukan. Masyarakat Indonesia belum bisa melepaskan diri dari masalah yang satu ini. Harus ada dukungan dari berbagai pihak agar pengontrolan konsumsi rokok bisa lebih baik lagi.

Ada satu hal yang begitu miris di masyarakat kita. Tidak sedikit anak-anak di bawah umur. Bahkan yang masih berada pada usia balita sudah mengkonsumsi rokok secara rutin. Bahkan mengalahkan jumlah konsumsi rokok orang dewasa.

Jelas-jelas anak-anak ini sudah kecanduan dengan konsumsi rokok. Bahkan nama mereka dikenal oleh masyarakat dunia sebagai para pecandu rokok di bawah umur. Secara tidak langsung hal ini menjadikan persepsi negatif masyarakat dunia kepada orang Indonesia.

Berikut ini beberapa anak di bawah umur yang mengalami kecanduan rokok, bahkan sejak mereka berada pada usia balita.

1Ardi Rizal, Umur 2 Tahun Hisap  Rokok 40 Batang Sehari

huffingtonpost.com

Dia berasal dari Musi, Banyuasin. Usianya sekarang sudah menginjak 5 tahun. Bocah yang satu ini pernah menjadi perbincangan dunia karena kebiasaan merokoknya yang mengerikan. Bayangkan saja, di usianya yang masih 2 tahun dia sudah menghabiskan 40 batang rokok dalam sehari.

Masalah ini sontak membuat geger banyak pihak di dalam dan luar negeri pada tahun 2010 silam. Nama Ardi Rizal sempat menjadi bahan berita di berbagai media lokal, nasional, bahkan internasional.

Kabar baiknya, kini Ardi telah mampu mengatasi kebiasaan merokoknya dan sudah dapat dihentikan secara total. Dia melewati terapi psiko-sosial selama satu bulan. Hasil terapi ini terbukti ampuh menjadikan Ardi  terlepas dari pengaruh candu rokok yang dapat merusak organ tubuhnya.

2Ilham, Bocah Perokok 4 Bungkus Sehari

mlauledj.blogspot.com

Hadi Ilham namanya. Bocah yang satu ini berasal dari Kampung Karawang Girang, Sukabumi. Dia sudah menjadi perokok berat sejak usia yang begitu belia. Seharinya, Ilham bisa menghabiskan rokok hingga empat bungkus.

Dia menjadi pecandu rokok sudah cukup lama. Tepatnya saat usianya ketika itu masih 4 tahun di 2008. Ilham sempat menjalani rehabilitasi dan serangkaian terapi.

Setelah berhasil untuk menghilangkan kebiasaannya merokok selama beberapa minggu, akhirnya Ilham kembali menjadi perokok meskipun tidak sebanyak dulu. Kini dia dapat menghabiskan setengah bungkus dalam sehari. Sungguh amat disayangkan.

3Sandi Adi Susanto, Merokok Setiap Pagi

slideplayer.info

Bocah ini pun sempat menjadi bahan perbincangan dunia sebab kebiasaannya yang tidak normal itu. Dalam beberapa tayangan video tentangnya ketika itu menunjukkan bahwa Sandi terlihat begitu handal menyeruput asap rokok sebagaimana orang dewasa pada umumnya.

Hal ini disebabkan karena Sandi sejak umur 1,5 tahun sudah akrab dengan barang yang banyak mengandung racun mematikan seperti nikotin dan lain sebagainya. Lebih dari itu, Sandi juga punya kebiasaan meminta dibuatkan segelas kopi untuk menemaninya merokok di pagi hari.

Akhirnya, pada 2010 lalu bocah ini mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar dan menjalani terapi selama sekitar satu bulan. Setelah mendapat perawatan intensif, akhirnya pihak rumah sakit menyatakan Sandi telah sembuh dari kebiasaan negatifnya itu.

4Muhammad Dihan Awalidan, Habiskan Sebungkus Rokok Sehari

metro.co.uk

Berasal dari Kampung Cicapar Pasir, Pangatikan, Garut, balita berusia 4,5 tahun ini sudah menjalani kebiasaan negatif mengkonsumsi rokok sejak 2,5 tahun lalu. Kisah hidupnya telah menjadi bahan publikasi oleh beberapa media di Inggris dan Australia.

Dihan, sebagaimana orang kerap memanggilnya, mampu menghabiskan rokok hingga sebungkus per hari. Bocah ini pun pilih-pilih dalam merokok. Dia hanya mau mengkonsumsi rokok mild. Seperti orang dewasa, dia juga sering ditemani secangkir kopi saat merokok.