Tanpa kita sadari anak tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat, baik dari segi fisik ataupun pemikiran mereka.

Dulu yang semula mereka baru bisa berjalan, latihan berbicara dalam jangaka beberapa tahun ke depan mungkin 5 bahkan 10 tahun ke depan perbedaan mereka tampak sangat siginifikan.

Misalnya dari segi fisik, mereka akan tumbuh tinggi, tubuh mereka juga mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan usia mereka, suara mereka berubah menjadi lebih besar, dan lain sebagainnya.

Tidakhany itu, mereka sudah nampak menjadi pemalu atau berani mengungkapkan pendapat, dan lain-lain.

Nah, sebagai orang tua apakah kita sudah memberikan hal-hal yang baik dan sehat kepada anak-anak kita selama pertumbuhan mereka?

Kadang yang namanya anak-anak, sering membuat orang tua jengkel dengan beberapa tingkahnya. Sehingga membuat orang tua sering memarahi mereka, apalagi jika si anak agak rewel atau agak ‘bandel’.

Sering memarahi anak ternyata berdampak tidak baik bagi perkembangannya. Berikut beberapa alasan mengapa buah hati seharusnya tidak terlalu sering dimarahi.

Sulit Membuka Diri

20 tertutup
ohsemmama.com

Jika orang tua sering memarahi sang buah hati, maka akan membuat anak sulit membuka diri. Anak cenderung menutup dirinya sehingga tidak memiliki komunikasi dua arah yang baik dengan orang tuanya.

Mereka juga merasa terpojok dan selalu merasa bersalah. Secara tidak langsung rasa percaya diri si anak hilang dan ketika ia bergaul dengan lingkungan luar rasa tersebut akan terbawa.

Maka dari itu, sebaiknya ciptakan suasana rumah yang menyenangkan, kondusif, dan nayaman, agar anak-anak dapat tampil lebih percaya diri, terbuka, dan aktif.

Menjadi Lebih Tempramen

20 tempramen
blog.debusana.com

Anak yang sering dimarahi atau menadapat perlakuan kasar dari orang tuanya membuat mentalnya juga menajdi sosok yang ‘keras’.

Anak akan mudah marah, tersinggung karena mereka seakan dalam keadaan terpojok. Berikan contoh yang baik pada anak tentang kesabaran dan kelembutan.

Tidak Peduli

20 careless
www.rockingmama.id

Sering mendengar kata-kata yang kurang enak didengar dari orang tua, omelan dan semacamnya  membuat anak mengalami atau menahan rasa sakit di hatinya.

Hal tersebut secara tidak langsung membuat anak menajdi pribadi yang tidak peduli dengan sekitar. Akan ada sebuah hal yang ada dalam pikirannya “orang tuaku saja tidak sayang dan tidak peduli padaku, apalagi orang lain.”

Tidak hanya itu, sang anak pun juga akan merasa takut jika orang lain juga ikut menyakitinya sehingga mereka lebih memilih untuk sendiri.

Memberontak

20 berontak
www.rockingmama.id

Jika orang tua terlalu sering memerahi atau memperlakukan anak dengan keras maka akan berdampak pada  tingkah laku si anak. Seolah perbuatan tersebut menjadi cermin baginya untuk melakukan tindakan yang sama.

Saat anak tidak suka dengan apa yang ia hadapi maka ia akan melakukan penolakan keras bisa dengan sikapnya atau perkataannya.

Tentu sebagai orang tua berharap tidak ingin anak-anaknya memiliki sikap di atas, maka sebaiknya orang tua memberikan teladan yang baik bagi mereka.

Ciptakan suasana hangat dan penuh kasih sayang di rumah, hal itu bisa menjadi modal awal dalam pembentukan karakter yang baik bagi anak.