tekooo.com

Menajubkan! Lima Makhluk Bumi Ini Mampu Hidup di Luar Angkasa

Posted on

Melihat tayangan film tentang luar angkasa mungkin udah biasa. Tokoh dan alur cerita yang ada sebagian besar bisa jadi merupakan hasil kreativitas dan imajinasi manusia.

Pernahkah kamu bertanya-tanya, adakah makhluk hidup yang bisa tinggal dan bertahan di luar angkasa? Mungkin banyak juga yang penasaran.

Jika jawabannya ‘Manusia’ pastilah tidak mungkin. Agar dapat bertahan hidup tentu kita tahu, manusia membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan. Seperti udara yang mengandung kadar oksigen tertentu, air, dan lain-lain.

Bisa kamu bayangkan jangankan ke luar angkasa, saat kita berada di kawasan berasap, nafas kita sudah terasa sesak. Apalagi jika hidup di luar angkasa yang tak ada oksigen di sana.

Luar angkasa memang berebeda dengan bumi. Tidak ada gaya gravitasi di sana. Seperti dapat dipastikan tak ada makhluk hidup di bumi yang mampu hidup di luar angkasa.

Akan tetapi, tahukah kamu terdapat beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik.

Karakteristik yang dimiliki tersebut membuat mereka memungkinkan untuk dapat hidup pada kondisi ekstrem di luar angkasa.

Penasaran kan? Simaklah ulasan berikut, tentang makhluk hidup yang dapat hidup di luar angksa.

Cacing yang Hidup di Es Metana

batamtoday.com

Serem! Sekilas makhluk di atas hanyalah khayalan manusia yang biasanya kamu lihat di film Alien.

Akan tetapi, tidak disangka makhluk yang tampak mengerikan tersebut adalaha makhluk hidup yang ada di bumi.

Ia adalah seekor cacing yang hidup di lempengan es metana. Cacing tersebut terdorong ke permukaan dari dasar laut di dekat pantai Mexico.

Memang mengerikan, ia ternyata hidup di antara kita.

Es metana merupakan sebuah gas hidrat yang terbentuk secara alami tanpa tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam.

Para peneliti menemukan cacing unik tersebut di es metana.

Erin Mcmullin, seorang peneliti yang juga turut menemukan cacing tersebut, mengungkapkan bahwa jika cacing tersebut di tempatkan di luar angkasa kemungkinan ia dapat bertahan hidup di Titan.

Titan adalah salah satu bulan Saturnus. Di sana terdapat lautan methana yang berlapis-lapis.

Dengan melihat unsur-unsur pendukung kehidupan cacing metana di bumi, tentu di Titan bisa menjadi tempat lain yang dapat ia singgahi.

Tardigrade, Makhluk Hidup Di Ruang Hampa

www.wired.com

Makhluk hidup ini sekilas seperti beruang putih  yang hidup di antartika.

Adalah Tardigrade, makhluk lucu yang memiliki kemiripan dengan beruang. Ia juga disebut dengan nama Beruang air.

Hewan ini memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil. Ia memililiki panjang kurang lebih setengah milimeter.

Sehingga hal ini membuatnya tidak dapat dilihat oleh manusia dengan mata telanjang.

Kamu jangan melihat dari ukuran tubuhnya yang teramat kecil ini, makhluk hidup ini ternyata memiliki kekuatan yang super lho.

Ia termasuk makhluk hidup yang paling tangguh. Tardigrade dapat bertahan dalam kondisi ‘Tun’.

Yakni kondisi dengan fluktuasi temperatur bahkan temperatur yang sangat ekstrim. Hebat kan?

Tahun 2008, beberapa ekor hewan ini dikirim ke luar angkasa dan terbukti mampu bertahan di dalam ruang hampa.

So, dapat dipastikan hewan ini kemungkinan dapat hidup di luar angkasa.

Cacing Raksasa Pemakan Belerang

vnurfa411.wordpress.com

Ciri dari makhluk hidup ini yaitu tubuhnya mampu tumbuh hingga 2,1 meter dan dapat hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi yang ekstrim.

Tubuhnya berwarna merah yang disebabkan karena banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.

Habitat dari cacing ini adalah di tepi gunung air super panas yang berada jauh di dasar lautan. Agar bertahan hidup mereka memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal.

Nah, jika di tempatkan di luar angkasa, makhluk hidup tersebut kemungkinan dapat hidup di planet Venus. Karena Venus memiliki sumber belerang yang sangat banyak.

Mikroba Antartika Pemakan Besi

w3pk.com

Jika kamu melihat gambar di atas, mungkin kamu akan berpikir terdapat darah yang mengalir deras di putihnya salju Antartika.

Yup, sekilas warna merah tersebut memang terlihat seperti darah. Tahukah kamu, warna merah itu adalah mikroba yang terjebak di bawah lapisan es.

Majalah Natrue mengungkapkan bahawa cairan tersebut telah terjebak di dalam glaiser selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Wow, sungguh luar biasa.

Mikucki, seorang peneliti, mengungkapkan bahwa mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam rantai reaksi yang kompleks.

Nah, penerima elektron akhirnya dari rantai reaksi tersebut  adalah besi.

Setelah mengetahui karakteristik dari makhluk hidup tersebut, sepertinya ia dapat hidup di salah satu bulan Jupiter dengan lautan yang kaya akan zat besi.

Lapisan zat besi tersebut terletak di bawah lapisan es yang tebal, tempat itu bernama Europa.

Radiodurans, Bakteri yang Hidup di Dalam Radiasi

www.micropia.nl

Adalah Radiodurans, bakteri yang mampu bertahan dalam radiasi yang sangat kuat.

Radiasi tersebut bahkan lebih kuat seribu kali dibanding dosis radiasi yang dapat diterima manusia.

Kita tahu, bahwa jika manusia terkena radiasi yang kuat umumnya mereka akan meninggal.

Hal ini disebabkan kuatnya partikel radioaktif yang dapat mengahncurkan DNA manusia.

Nah, bakteri ini memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa. Ia mampu menyususn kembali DNA nya yang telah hancur. Menajubkan!

Dengan melihat karakteristiknya, bakteri ini jika dilepaskan ke luar angkasa, ia mungkin mampu hidup di bulan atau palnet Mars.

Karena di sana terdapat radiasi yang sangat kuat dan cukup mematikan. Dengan pertahanan yang ia punya dirasa radiasi yang ada tak akan memberi efek pada tubuhnya.

Sungguh tak mengira! Terdapat makhluk hidup di bumi ini yang memiliki kemampuan hidup yang menajubkan.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *