Hanan Al Hroub, wanita Palestina yang menjadi guru dari anak-anak kecil pengungsi di tepi barat, mendapatkan penghargaan dari Global Teacher Prize berupa uang sejumlah 1 juta Dolar AS (setara kurang lebih 13 Milyar Rupiah).

Dari independent.co.uk melansir tentang Global Teacher Prize yang merupakan acara tahunan dengan memberikan penghargaan bagi individu yang berkontribusi secara luar biasa terkait profesi yang dijalani. Dikarenakan dedikasinya yang tinggi, Hanan Al Hroub pun dianugerahkan penghargaan tersebut.

Penghargaan kepada Al Hroub ini terhitung spesial, karena pembacaan pemenang penghargaan ini diumumkan oleh Paus Francis dalam telekonferensi. Ucapan selamat pun mengalir dari berbagai penjuru dunia, termasuk diantaranya Pangeran William dari Inggris.

Dalam sambutannya, dia berkata “Saya bangga menjadi warga Palestina, yang akhirnya mampu berdiri di panggung ini,”. Kepada BBC, dia menyatakan bahwa ia akan menggunakan uang hadiah tersebut untuk beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan berusaha mendorong mereka untuk menjadi guru.

Al-Hroub sendiri dibesarkan di sebuah kamp pengungsi Palestina. Pada suatu hari, dia bersama anaknya merasakan sendiri ditembaki oleh penjajah Israel ketika pulang dari sekolah anaknya. Meskipun tidak mengalami luka fisik, tapi anak Al Hroub mengalami trauma berat.

Ia pun berusaha membantu anaknya mengatasi trauma dengan pendekatan belajar sambil bermain. Dengan pendekatan tersebut, secara perlahan tapi pasti, sang anak mengalami perubahan perilaku yang positif. Kejadian yang menimpa keluarganya inilah yang akhirnya mendorong dia untuk mendalami pendidikan dasar pada anak. Ia memiiki misi agar anak-anak yang diajarnya mampu mengatasi trauma dan berkembang menjadi anak dengan mentalitas yang sehat.

Dalam buku yang ditulisnya dengan judul “Kami bermain dan belajar”, Al Hroub menggarisbawahi, pentingnya membangun rasa kepercayaan diri, hormat pada sesama, dan kejujuran pada diri anak.

Al-Hroub merupakan satu dari 10 finalis yang didatangkan ke Dubai untuk seremoni penerimaan penghargaan. Para finalis Varkey Foundation lainnya (donatur penghargaan ini) berasal dari Australia, Finlandia, India, Jepang, Kenya, Pakistan, Inggris, dan Amerika Serikat. Seorang guru matematika dari iInggris, Colin Hegarty, menjadi finaliis karena membuat sebuah situs khusus matematika dengan gaya pelajaran online interaktif. (TP/LH)