Adalah hal yang biasa bagi seorang wanita mendengar istilah menstruasi dan keputihan. Setiap wanita pada umumnya mengalami menstruasi setiap satu bulan sekali.

Selain mengalami menstruasi mereka juga mengalami hal yang disebut keputihan. Biasanya bagi seorang wanita yang belum menikah keputihan terjadi menjelang akan menstruasi dan setelah menstruasi.

Keputihan terjadi pada organ intim kewanitaan yaitu vagina. Umumnya keputihan berwarna kekuning-kuningan atau bening, dan agak encer.

Akan tetapi, jika kamu mengalami keputihan yang tidak wajar atau mungkin terjadi infeksi sebaiknya segera periksakan ke dokter. Amatilah tanda-tanda keputihan yang tak wajar tersebut.

Jika keputihan itu berbentuk cairan lengket, berwarna kuning atau kehijauan, dan menimbulkan rasa gatal pada organ kewanitaan, bahkan terasa nyeri dan panas saat buang air kecil, maka keputihan tersebut adalah tidak wajar.

Keputihan juga dialami oleh ibu hamil. Biasanya keputihan terjadi pada trimester awal kehamilan (pada saat hamil muda). Namun, terkadang keputihan juga dialami pada saat hamil tua.

Masalah keputihan adalah masalah kewanitaan yang paling mengganggu. Bahkan terkadang keputihan dapat membuat wanita menjadi kurang percaya diri.

Lantas apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi keputihan yang mengganggu ini? Simak tips mengatasi keputihan saat hamil berikut.

1Membasuh Organ Kewanitaan dengan Air Bersih

s29.postimg.org

Sudah menjadi hal yang diketahui semua wanita bahwasanya ketika membersihkan organ kewanitaan tidak menggunakan air kotor.

Air kotor akan membuat organ kewanitaan terkena kuman, penyakit atau jamur. Perlu menjadi perhatian khusus, jika sedang berpergian jauh dan hendak menggunakann toilet umum harus berhati-hati.

Pastikan toilet yang kamu pakai airnya bersih atau jika tidak gunakan tisu khusus untuk daerah organ kewanitaan.

2Menggunakan Celana Dalam Berbahan Cotton

maestrojersey.com

Selama kehamilan sebaiknya gunakanlah pakaian dari bahan katun. Terutama celana dalam, pilihlah yang berbahan katun.

Celana dalam yang berbahan katun dapat menyerap keringat dengan mudah, sehingga daerah kewanitaan tidak mudah lembab.

Selain itu, hindari menggunakan pakain yang ketat. Pakaian atau celana yang ketat pada daerah kewanitaan sangat berbahaya karenan dapat menyebabkan sarang penyakit. Pakaian yang ketat menyebabkan sirkulasi udara sangat buruk.

3Menjaga Kelembaban Vagina

www.rinso.co.id

Jika celana dalam kamu basah atau lembab, segeralah menggantinya dengan yang kering. Menjaga kelembaban vagina adalah salah satu cara untuk mencegah keputihan.

Daerah kewanitaan yang sangat lembab tidak baik untuk kesehatan vagian karena disana banyak mengandung bakteri dan jamur.

Maka jangan gunakan pakaian dan celana dalam yang basah. Bersegeralah untuk berganti pakaian yang kering saat kamu mulai berkeringat banyak.

4Membersihkan Organ Kewanitaan dengan Benar

www.svvfx.com

Agar daerah kewanitaan tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme dari saluran kantung kemih dan anus, sebaiknya bersihkan organ intin dengan cara yang benar.

Caranya bersihkan organ kewanitaan dari depan ke belakang terutama ketika selesai buang air kecil dan air besar.

5Kurangi Konsumsi Makanan Manis dan Aneka Kafein

bilim.or.id

Makanan yang manis maupun yang banyak mengandung kafein dapat memicu keputihan. Maka dari itu, selama kehamilan kurangi makanan-makanan tersebut.

6Gunakan Bahan Alami untuk Membersihakan Organ Kewanitaan

ibucermat.com

Selama ini daun sirih dipercaya efektif sebagai anti bakteri alami. Manfaat daun sirih antara lain dapat digunakan untuk membunuh kuman di mulut yakni dapat digunakan untuk berkumur-kumur.

Selain itu dapat digunakan untuk membersihkan organ kewanitaan. Daun sirih memiliki kandungan anti bakteri yang dapat mengobati penyakit dan membersihkan organ kewanitaan.

Caranya mudah, rebuslah beberapa lembar daun sirih. Gunakan air rebusan tersebut untuk membilas daerah kewanitaan. Kamu dapat menggunakan air rebusan ini secara rutin makan keputihan yang kamu alamai cepat hilang.

7Hindari Stres

static.transbogor.co

Tahukah kamu stres dapat memicu keputihan. Saat mengalami stres terjadi peningkatan hormon di dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan keluarnya cairan dari vagina. Maka dari itu, berpikirlah positif dan rileks, selain mengurangi munculnya keputihan, tentu berdamapk baik bagi perkembangan bayi di dalam kandungan.

Demikianlah beberapa tips bagi kamu untuk mengatasi keputihan saat kehamilan. Langkah-langkah di atas tentunya aman jika kamu terapkan. Semoga bermanfaat.