Mengamati tumbuh kembang anak, kita pasti meilihat banyak perubahan pada pola pikir dan sikap dia dari waktu ke waktu. Salah satu perubahan itu adalah cara dia dalam mengatasi masalah.

Jika dulu ketika anak menghadapi masalah, penyelesaiannya cukup dengan menangis. Saat masuk ke usia sekolah anak-anak punya lebih banyak solusi untuk memecahkan permasalahan.

Salah satu contoh adalah apa yang dilakukan kedua anak dari Liza Permasih, seorang ibu dan pemerhati dunia anak. Bunda Liza dikaruniai dua anak Rofa (10) dan Boni (7).

Rofa dan Boni ini suatu ketika ingin sekali memiliki tablet game seperti yang dipunyai teman-temannya. Namun, Bunda Liza dan ayahnya tidak mengabulkan keinginan anaknya tersebut.

Sampai di situ mereka tidak berputus asa dan tetap mencari solusinya. Mereka pun memiliki ide untuk menjual mainan-mainan yang mereka miliki dan menabung sebanyak mungkin sampai cukup untuk membeli tablet.

Dan benar, setelah berbulan-bulan mereka menunggu, Rofa dan Boni berhasil membeli tablet yang diinginkan dengan uang hasil menjual mainan dan menabung.

Ternyata anak di usia sekolah seperti Rofa dan Boni, kemampuannya sudah lebih luas dan obyektif. Mereka bisa menyelesaikan permasalahan dengan pola pikir baru.

betterparentinginstitute.com
betterparentinginstitute.com

Mereka sadar bahwa tidak mungkin lagi merengek kepada orang tua untuk meminta sesuatu yang dianggap tidak penting.

Seorang psikolog asal Jerman, Meumann, mengungkapkannya dalam sebuah penelitian mengenai tahap perkembangan anak. Menurutnya, pada usia sekolah ada tiga tahap yang dilalui anak.

Tahap pertama adalah sintesa fantasi, di mana anak di umur 7-8 tahun mulai mengamati segala sesuatu secara keseluruhan. Namun, pengamatan itu masih bercampur dengan fantasi.

Ditahap yang kedua anak sudah mulai mampu untuk menganalisa. Pandangan rasional anak di usia 8-9 tahun ini membuat semua pengamatannya menjadi rasional.

Pada tahap kedua yakni sintesa logis, dari pengamatan obyektifnya dipikirkan secara logis oleh anak.

Misal dalam kasus Rofa dan Boni, mereka berpikir logis bahwa dengan menjual mainan dan menabung akan terkumpul uang. Jika terkumpul uang maka tablet bisa terbeli.

Artinya, kedua anak ini sudah pada tahap sintesa logis dilihat dari kasus itu. Selanjutnya bagaimana tahapan-tahapan mereka dalam memecahkan masalah?

Santrock membaginya ada lima tahapan anak usia sekolah bisa menyelesaikan masalah, berikut ini penjelasannya.

1Mendefinisikan Masalah dengan Jelas

slate.com

Apa masalah yang mereka hadapi? Harus benar-benar jelas dalam pengamatan mereka yang obyektif. Semisal tidak punya tablet, merusakkan barang orang tua, atau dijahili oleh teman sekolah.

2Menghimpun Informasi

parenting.com

Menghimpun informasi seputar masalah yang dihadapinya. Dalam masalah tablet, mereka akan mengumpulkan informasi tentang barang itu, harga, tempat membelinya.

Misal dalam masalah merusakkan barang milik orang tua, dia akan mencari informasi seberapa penting barang itu, apakah orang tua sering marah dan hal lainnya.

3Memisahkan Fakta dan Opini

www.jazzplugins.com

Informasi yang dihimpun, ada yang fakta ada yang opini, keduanya mereka pisahkan dengan daya pikir logis mereka.

Misal, fakta bahwa jenis tablet termahal adalah iPad. Fakta ponsel lebih murah namun bukan yang mereka inginkan. Orang tua tidak akan membelikan barang elektronik baik tablet ataupun ponsel.

Dari fakta tersebut menggiring mereka pada opini, membeli tablet tanpa bantuan orang tua.

Dalam kasus lain, fakta bahwa barang itu adalah kesayangan orang tua, fakta bahwa orang tua kadang marah kadang tidak. Opininya adalah orang tua akan marah jika tidak tepat dalam menjelaskannya.

4Mencari Jalan keluar yang Paling Memungkinkan

www.ridgewoodmoms.com

Jalan keluar agar memiliki tablet adalah dengan menjual barang yang punya nilai jual, lalu mereka menabung agar uang semakin terkumpul.

Jalan keluar dari permasalahan lain, menjelaskan kepada orang tua bahwa barang rusak secara tidak sengaja dan meminta maaf kepadanya.

5Mengevaluasi Efektivitas Jalan Keluar

huffingtonpost.com

Setelah jalan keluar dilakukan, mereka akan mengevaluasi apakah cara itu efektif atau tidak. Pada kasus tablet, Rofi dan Boni berhasil memecahkan masalah yang berarti jalan keluar efektif.

SHARE