Hidup mapan adalah keinginan setiap orang. Ia tak bisa dibangun hanya dengan tekad dan semangat. Kalau kamu ingin mapan, ya kerja keras. Buat perencanaan yang baik.

Bicara soal perencanaan, biasanya yang membuat orang-orang sulit mapan salah satunya karena tidak bisa mengelola diri dengan baik. Pengelolaan diri ini berkaitan dengan banyak hal. Bisa manajemen keuangan, manajemen waktu, manajemen psikologi, dan sebagainya.

Nah, artikel ini akan mengulas lebih lanjut mengenai alasan apa saja yang sering membuat seseorang sulit sekali hidup mapan, padahal jika dilihat dari penghasilan, bukan saja cukup tapi sangat melimpah.

Kira-kira apa penyebabnya?

1Malas Mencatat Pengeluaran

cermati.com

Meskipun kamu membeli sesuatu yang terkesan kecil, tidak penting, tidak begitu berarti, tapi cobalah untuk mencatatnya dengan baik. Kenapa? Supaya kamu tidak kaget nantinya ketika uangmu berkurang banyak.

Kalau ada catatatnya, kamu akan ingat uangmu sudah dibelikan apa saja. Ada baiknya, ketika benda atau sesuatu yang kecil itu tidak begitu penting, jangan sampai mengeluarkan uang.

2Tak Cukup Menabung

abiummi.com

Menurut penelitian, orang Indonesia rata-rata menabung hanya 8% dari pengeluaran total. Itu adalah jumlah yang masih sangat sedikit untuk sampai menghasilkan tabungan dengan jumlah rupiah yang besar.

Cobalah untuk menyimpan uang lebih banyak agar kamu bisa menggunakannya untuk membangun rumah, misalnya, jika sekarang masih mengontrak.

Dengan tabungan tersebut, kamu pun tak perlu berhutang seandainya ada keperluan mendesak yang membutuhkan banyak uang

3Terlalu Mudah Berhutang

thesleuthjournal.com

Ini juga penyakit yang sangat gawat dan berbahaya bila kamu tidak punya manajemen keuangan yang baik. Apalagi penggunaan kartu kredit yang bisa membuatmu sengsara kalau tidak bisa memenuhi syarat sebagai nasabah.

4Tidak Punya Rencana Keuangan

megadebtsolution.co.za

Kamu hanya tahu bagaimana membelanjakan uang, tanpa memahami bagaimana menyimpan uang, berinvestasi, dll. Kamu harus mulai merencanakan hidupmu dengan teratur.

Termasuk merencanakan pengeluaran prioritas dan tidak prioritas. Penting sekali kamu untuk memiliki pola keuangan yang sehat. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

5Tidak Punya Dana Darurat

republika.co.id

Dana darurat sama pentingnya dengan membuat rencana keuangan dan menabung. Dana ini akan sangat diperlukan ketika kamu tiba-tiba mengalami musibah, misalnya, yang mengharuskan pengeluaran besar.

Dana darurat masuk ke dalam tabungan. Jangan pernah berpikir semuanya akan baik-baik saja. Kamu harus berpikir waspada, menyiapkan segala sesuatunya sejak awal sebelum semuanya terlambat di kemudian hari.

6Terlambat Membenahi Keuangan

blog.bukalapak.com

Ketika kamu sudah mulai sadar bahwa ada yang salah dengan pengaturan anggaranmu, ada anggaran keuangan yang bocor di sana-sini, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mulai menulis rencana perbaikan pengeluaran.

Memang butuh waktu lama, tapi tidak masalah. Terus pikirkan buah manis hasil kerja kerasmu nanti jika kamu punya tata kelola keuangan yang baik.

7Lebih Sering Mengeluh daripada Berusaha

pindexain.com

Solusinya, berhenti mengeluh sekarang juga. Jika sulit, paksakan. Ingat saja kalau kamu mulai mengeluh lagi, itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Ubah keluhan dengan tindakan. Segera pasang strategi agar manajemen keuanganmu tidak lagi tersendat-sendat, tidak lagi berantakan seperti sekarang.

8Tidak Peduli Masa Depan

usadotashoka.org

Contoh sikap tidak peduli masa depan adalah boros. Perilaku boros ini akan membunuhmu di kemudian hari bila sejak sekarang kamu sama sekali acuh.

Coba renungi baik-baik jika sekarang kamu terlalu banyak belanja hal-hal yang tidak penting hanya karena kamu ingin. Memang kamu mungkin menginginkan benda itu, tapi apakah kamu benar-benar membutuhkanya? Keinginan dan kebutuhan itu berbeda.

9Terlalu Berani Mengambil Risiko Tanpa Perhitungan

luxuryacademy.co.uk

Dalam sebuah investasi, kalau kamu hanya sekadar bermain, mencari peruntungan tanpa mengkalkulasikan risiko yang akan muncul, maka tak ubahnya kamu hanya berjudi.

Berani berinvestasi sesuatu, maka kamu harus berani menerima semua konsekuensi buruk maupun baik.

10Tidak Paham Kerasnya Hidup

razaqvance.com

Ini yang paling parah. Bodoh sekali jika kamu selalu berpikir ada orang yang akan membantu keuanganmu jika terjadi defisit. Orang tua misalnya, kamu yakin mereka akan menopangmu, menjadi tameng.

Ya kalau orang tuamu masih bisa menghasilkan banyak uang. Jika tiba-tiba terjadi sesuatu yang tak diinginkan bagaimana? Kita kan tidak pernah tahu apa yang terjadi suatu saat nanti. Apa yang terjadi satu detik kemudian pun kita tidak pernah tahu.

So, jangan pernah anggap remeh soal keuangan. Ia akan menjadi penolong bagimu jika kamu bisa mengelolanya dengan baik. Namun, ia bisa sekaligus menjadi bom yang sewaktu-waktu akan meledak dan melukaimu. Hati-hati ya.

SHARE