Google Inc. telah berkembang pesat sejak berdiri di tahun 1997. Memposisikan diri sebagai perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berfokus pada jasa dan produk berbasis jaringan internet. Produk-produknya antara lain seperti teknologi pencarian, perangkat lunak dan periklanan.

Pendirinya bernama Larry Page dan Sergey Brin. Mereka adalah mahasiswa Ph.D di universitas Stanford. Mereka memiliki misi mengumpulkan informasi dunia dan membuatnya mudah diakses dan bermanfaat oleh semua orang.

1Produktifitas Layanan yang Tinggi

kurolunatic.blogspot.com

Banyak sekali produk yang telah dihasilkan oleh perusahaan ini. Manfaatnya pun telah diakui oleh banyak orang di dunia. Google menawarkan perangkat lunak yang dapat dijalankan dalam jaringan. Membuat surat elektronik, paket aplikasi perkantoran termasuk juga jejaring sosial media.

Selain itu, google juga membuat banyak aplikasi untuk dijalankan di komputer seperti penjelajah website, mengatur dan menyunting foto, serta pesan instan. Perusahaan ini juga menginisiasi pengembangan sistem operasi Android untuk telepon genggam.

2Sejarah Singkat Google

youtube.com

Namun tahukah kamu, bahwa google bukanlah nama yang pertama kali digunakan oleh Larry Page dan Sergey Brin. Mereka pertama kali menggunakan sebutan BackRub untuk proyek layanan mesin pencari internet tersebut.

Baru pada tahun 1997 keduanya mengubah nama program mesin pencari tadi dengan google. Google sendiri diambil dari istilah matematika, ‘Googol’ yang berarti angka 1 diikuti dengan seratus angka 0.

Nama tersebut sesuai dengan misi mereka untuk menciptakan mesin pencari berbasis internet yang menyediakan informasi dengan jumlah sampai tak terhingga. Dan selama ini google dikenal dengan logo yang menampilkan warna ceria dan berbeda-beda di setiap hurufnya.

Padahal sebelum tahun 1999, logo google belum memiliki warna yang tetap. Seperti yang dapat kamu lihat dari gambar berikut ini.

Hingga tahun 2004, google lebih dikenal sebagai merek yang memberikan layanan mesin pencari berbasis internet. Namun sejak munculnya surat elektronik besutan google bernama Gmail. Layanan tersebut langsung terkenal bahkan hingga mengalahkan pendahulunya, Yahoo Mail dan Microsoft Outlook.

Sejak saat itulah Google terus berinovasi dalam memberikan layanan berbasis internet. Berbagai macam produk seperti Google Maps, Picasa, Youtube, Google Docs, Google AdWords dan produk lainnya berhasil membuat perusahaan Google semakin memantapkan diri menjadi perusahaan terkemuka.

3Perkembangan Google Terkini

harianaceh.co.id

Saat ini Google menjadi sebuah perusahaan raksasa. Hal ini mendasari para pemilik saham dan direksi memutuskan untuk merubah logo sebagai fondasi evolusi perusahaan yang terus berjalan. Bahkan, Google akhirnya memutuskan untuk merubah struktur manajemennya.

Kemudian dicetuskanlah sebuah perusahaan induk yang akan menaungi seluruh anak perusahaan dari kembangan Google yang memiliki fokusan masing-masing. Perusahaan induk tersebut bernama Alphabet.

Google sendiri tetap berkomitmen untuk berfokus menghadirkan berbagai macam produk berbasis mesin pencari internet. Sedangkan untuk pengembangan teknologi lainnya dikelola oleh anak perusahaan yang berada di bawah Alphabet.

Pada bulan Desember 2012 Alexa merilis sebuah hasil risetnya, bahwa google.com menjadi situs web paling banyak dikunjungi di dunia. Sedangkan situs google dalam bahasa lain seperti google.co.id di indonesia masuk dalam peringkat 100 teratas.

Termasuk di dalamnya situs Youtube dan Blogger yang juga situs web keluaran Google.  Sedangkan pada tahun 2014, Google juga mendapat penghargaan sebagai perusahaan yang memiliki merek paling bernilai di dunia dari Business Insider.

4Restrukturisasi Pimpinan Eksekutif

bgr.in

Pada restrukturisasi eksekutif perusahaan Google, khususnya setelah diumumkan pembentukan perusahaan induk Alphabet, CEO Google Larry Page menyampaikan bahwa dirinya akan menduduki posisi CEO pada perusahaan induk.

Sergey Brinn menduduki jabatan presiden didampingi Erich Schmidt sebagai Executife Chairman. Sedangkan CEO Google digantikan oleh Sundar Pichai.