Bangsa yang besar adalah bangsa yang terus mengenang jasa para Pahlawan dan Pendahulunya. Tak hanya sekedar mengingat namun juga meneladani kebaikan sekaligus melanjutkan perjuangannya.

Generasi muda sekarang pasti banyak yang tak asing lagi dengan nama Mohammad Hatta, atau yang biasa dikenal dengan nama panggilan Bung Hatta.

Ketika ditanya siapa dia? Pasti kalau tidak dijawab salah satu Pahlawan Proklamasi, ada juga yang akan menjawab Wakil Presiden Pertama Indonesia.

Namun banyak yang tak mengetahui jelas, bagaimana sepak terjang bahkan betapa cintanya sosok Hatta yang terkenal santun dan pendiam ini kepada Tanah Air ini.

1Hatta Terkenal Cerdas dan Tekun Menuntut Ilmu

historia.id

Sudah menjadi rahasia umum kala itu, bahwa sosok pemuda bernama Mohammad Hatta itu adalah sosok yang cerdas dan tekun belajar.

Terbukti pada saat masih remaja, Hatta mendapat kesempatan belajar di Belanda bersama beberapa pemuda lainnya.

Dan kesempatan itu hanya bisa didapat oleh mereka yang memang mampu, atau bisa dikatakan secara kecerdasan dalam menuntut ilmu cukup baik.

Walau jauh dari Tanah Air, kecintaan Hatta kepada Indonesia tak pernah pudar sedikit pun. Bahkan saat karena tak bisa kembali pulang karena masalah biaya, Hatta aktif menulis di Belanda sana.

Tak sekalipun terdengar kabar Hatta ada perasaan atau hubungan sedikit pun dengan perempuan kala itu, karena Hatta sadar bahwa kemerdekaan dan sekolah yang harus dituntaskan menjadi prioritasnya.

2Berjanji Tak Akan Menikah Sebelum Indonesia Merdeka

mcsyauqi.wordpress.com

Suasana keprihatinan terhadap bangsa ini, membuat Hatta tak tega meninggalkan perjuangan sejenak pun hanya untuk menikah.

Padahal banyak di luar sana, wanita yang siap untuk dipersunting oleh sosok santun dan cerdas seperti Hatta ini.

Namun Hatta telah bertekad bulat menyelesaikan permasalahn bangsa ini, sampai Indonesia merdeka baru dia siap melangkah ke pelaminan.

Hatta memang terkenal kokoh dalam tekad, dan sekali dia berprinsip maka itulah yang akan terus dipegangnya.

3Sosok Rahmi Rachim yang Mampu Meluluhkan Hatinya

historia.id

Tak ada kata pacaran, komitmen sebelum halal dan sebagainya. Setelah Indonesia merdeka, Hatta mengatakan pada sahabatnya bahwa dia siap menikah.

Sang Sahabat sekaligus pimpinannnya, Soekarno, bertanya padanya, “Gadis seperti apa yang ingin kau nikahi, Hatta?”.

Tanpa ragu Hatta menyebut seorang gadis yang pernah mereka temui bersama saat di Instituut Pasteur.

Hatta menjelaskan ciri-ciri gadis itu, walau dia belum pernah kenal, belum pernah bercakap, bahkan belum tau namanya.

Dengan semangat Soekarno dengan ditemani R. Soeharto kemudian mendatangi keluarga Rachim, sesegera mungkin setelah mendapat informasi terpercaya tentang siapa gadis itu.

Mereka berdua melamarkan gadis bernama Rachmi itu untuk Hatta. Gadis itu 24 tahun lebih muda dari Hatta, namun tak membuat Rachmi lantas menolak Hatta yang hampir seusia Ayahnya tersebut.

Hatta menepati tekadnya sendiri, dia menikah setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaannya, yaitu pada 18 November 1945.

4Pernikahan Sederhana, Mas Kawin yang Luar Biasa, dan Kehidupan yang Bahagia

www.asrawijaya.com

Cinta yang bersyarat kemerdekaan Indonesia akhirnya terpaut juga. Hatta menikah dengan Rachmi secara sederhana, bahkan hanya ada satu lembar foto saja.

Foto tersebut memperlihatkan Hatta dan Rachmi yang berdiri berdua seusai Akad Nikah mereka.

Hatta memberikan Rachmi mas kawin yang luar biasa, yaitu buku karangan dia sendiri, buka yang sekarang telah menjadi langka, yaitu Alam Pikiran Yunani.

Buku tersebut ditulis dalam masa-masa terberat Hatta, dan Hatta ingin menghadiahkannya pada wanita yang kelak akan menjadi sahabat hidupnya hingga akhir hayatnya.

Hatta dan Rachmi hidup bahagia hingga terpisah ajal, dan mereka dikaruniai tiga orang anak, yang semuanya telah tumbuh menjadi orang-orang yang juga luar biasa.