Kalau kamu baru berstatus sebagai suami satu atau dua minggu yang lalu, mendapat kabar bahwa istrimu hamil tentu saja hal yang sangat mengharukan bukan. Kamu tentu akan cepat-cepat ke dokter kandungan untuk menghitung usia kehamilan istrimu.

Lantas ketika sampai di klinik dokter kandungan, dokter memberi tahu kamu dan istri kalau usia kehamilan istri sudah 1 bulan. Lho? Kok bisa? Kamu dan istri kan baru menikah dua minggu. Bagaimana mungkin usia kehamilannya 1 bulan?

muslimah-cantik.com
muslimah-cantik.com

Jangan buru-buru curiga dan berprasangka macam-macam pada istri. Tenangkan diri dan pecayalah pada istri. Tentu akan sangat menggemparkan jika usia pernikahan yang baru hitungan minggu sudah pecah gara – gara masalah tentang menghitung usia kehamilan.

Kamu tentu perlu penjelasan yang logis dan dapat diterima bukan? Nah, berikut inilah penjelasannya, kamu tidak perlu marah dan berpikir macam-macam apalagi bersikap berlebihan. Jadi, baca artikel ini sampai selesai agar kamu tidak lagi diliputi prasangka aneh.

1Hari Pertama Haid Terakhir

kaskus.co.id

Sebenarnya di beberapa web tertentu telah tersedia aplikasi kalkulasi usia kehamilan. Namun, inilah dasar perhitungannya. Kamu bisa menghitung usial kehamilan dengan berpatokan pada Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Jadi, begini contoh cara menghitung usia kehamilan istri kamu. Katakanlah kamu menikah dengan istri 30 November 2015, sedangkan hari ini adalah 14 Desember 2015.

Nah, jika HPHT istri kamu 14 November, tentu saja usia kehamilan istri kamu 1 bulan. Walaupun kamu baru menikah dua minggu, usia kehamilan istri kamu 1 bulan karena usia kehamilan dihitung dari HPHT, bukan dari waktu kalian menikah.

Berarti usia kehamilan itu tidak sama dengan usia janin? Tentu saja tidak sama.

2Usia Janin

manataka.org

Untuk menghitung usia janin, terdapat rumus tersendiri yang berbeda dari rumus menghitung usia kehamilan di atas. Cara menghitung usia janin adalah dengan mengurangi usia kehamilan sebanyak 2 minggu.

Jadi, kalau si buah hati lahir di usia kehamilan 40 minggu misalnya, sebenarnya usia bayi tersebut adalah 38. Nah, selisihnya 2 minggu, jadi waktu 2 minggu tersebut adalah kurang lebihnya.

3Hari Perkiraan Lahir

nuqtoh.com

Nah, HPHT juga digunakan untuk menentukan hari perkiraan lahir. Dengan cara HPHT + 7, bulan – 3, tahun + 1. Jika bulan tidak bisa dikurangi 3, maka bulan ditambah 9 dan tidak perlu ada penambahan tahun.

Rumus ini dinamakan rumus Naegele. Contoh jika HPHT istri tanggal 14 Desember 2015, maka perhitungannya, 14 + 7 = 21, 12 – 3 = 9, 2015 + 1 = 2016. Jadi, hari perkiraan lahir si buah hati adalah 21 September 2016.

Contoh lain, jika HPHT istri tanggal 20 Januari 2015, maka perhitungannya, 20 + 7 = 27, 1 + 9 = 10, 2015 + 0. Jadi, hari perkiraan lahir buah hati tercinta adalah tanggal 27 Oktober 2015. Bagaimana? Kamu bisa menghitungnya sendiri bukan?

babycenter.ca
babycenter.ca

Namun, kamu harus ingat bahwa perhitungan dengan menggunakan HPHT ini hanya berlaku untuk periode menstruasi 28 hari. Perhitungan ini tidak dapat kamu pakai sebagai patokan utama.

Jadi jika periode menstruasi istri kamu termasuk yang tidak teratur sekitar 30-36 hari atau bahkah 2-3 bulan sekali, cara ini tidak dapat digunakan. Kamu perlu melakukan perhitungan secara klinis di klinik dokter kandungan.

4Menghitung Usia Kehamilan Secara Klinis

en.wikipedia.org

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menghitung usia kehamilan secara klinis. Pertama, kamu bis amenghitung tinggi rahim (fundus uteri). Kedua, menghitung usia kehamilan dengan alat USG.

Kedua perhitungan klinis tersebut tentu saja harus dilakukan oleh dokter sehingga tidak muncul hasil yang ambigu dan tidak akurat. Kamu bisa mengkonsultasikan hal ini dengan dokter kandungan yang kamu dan istri percaya.

Selamat menanti kelahiran buah hati!

SHARE