Dokter adalah sebuah profesi yang dianggap prestige di kalangan masyarakat Indonesia. Anggapan bahwa dokter adalah kumpulan orang pintar dan kaya itu sudah sangat umum di negara ini.

Bahkan anak-anak kecil saat ditanya apa cita-citanya, akan menjawab kelak waktu dewasa ingin menjadi seorang dokter.

Dan banyak dari siswa di Indonesia berjuang mati-matian untuk bisa memasuki Fakultas Kedokteran, dan para orangtua pun tak kalah mati-matiannya dalam memperjuangkan hal tersebut juga.

Hmm, sebenarnya apakah benar profesi dokter itu adalah profesi yang menyenangkan sesuai dengan nilai prestige dari masyarakat Indonesia tersebut ya?

1Menjadi Dokter, Harus Siap Korban Waktu

manarululfah.blogspot.com

Dimulai dari saat kuliah, kamu harus siap dengan perkuliahan yang padat, ditambah jadwal-jadwal praktikum yang harus kamu ikuti, kemudian mata kuliahnya juga tidak mudah, alias cukup sulit.

Setelah kuliah kamu akan dihadapkan pada masa yang disebut Ko.As, dimana kamu harus menjalankannya demi mendapat gelar Dokter setelah berhasil menjadi seorang Sarjana Kedokteran.

Tidak cukup disitu, setelah Ko.As, kamu harus magang di tempat yang cukup terpencil, pelosok, atau minim sarana prasarana umum, demi mendapatkan SIP. Agar Dokter-mu lebih sempurna.

Jadi gelar Dokter itu bukan sebuah gaya-gayaan saja, karena itu berarti kamu harus siap berkorban waktu dan mengabdi sungguh-sungguh pada masyarakat.

2Menjadi Dokter, Harus Siap Direpoti

accuratecharitycenter.blogspot.com

Orang sakit di Indonesia jumlahnya banyak. Dan semua ingin segera sembuh. Salah satu langkah yang akan mereka tempuh adalah mendatangi dokter.

Dan entah kamu membuka praktek sendiri di rumah, atau bekerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, dan badan kesehatan lainnya, kamu harus siap menghadapi mereka untuk direpoti.

Penyakit macam-macam dari mereka, keluhan macam-macam dari mereka, dan bahkan kamu harus siap menerima kritikan pedas saat mereka merasa kamu tidak bisa membuat mereka sembuh.

Hehehe. Padahal dokter bukan Tuhan kan?

3Menjadi Dokter, Harus Siap Menomorduakan Keluarga

sarlysunarsih82.blogspot.com

Saat tengah asyik bersama keluarga, atau saat ada acara keluarga, saat keluarga meninggal atau sakit sekalipun, kemudian ada panggilan untuk menangani pasien, kamu harus siap.

Ya, itulah dokter. Jangan pernah berpikir saat menjadi dokter kamu akan mendapatkan kesenangan dari profesi cemerlangmu tersebut, karena saat menjadi dokter kamu harus siap berkorban.

Termasuk menomorduakan keluarga saat masyarakat atau pasien membutuhkan pertolonganmu.

4Menjadi Dokter, Harus Siap Fisik yang Tangguh

www.tandapagar.com

Karena dokter adalah ‘pelayan’ di bidang kesehatan, maka bersentuhan dengan berbagai macam penyakit akan menjadi sebuah keniscayaan.

Bagi dokter yang berada di kota, kemungkinan terkena dampak dari penyakit menular mungkin bisa diminimalisir dengansarana prasarana yang menunjang.

Namun bagi para dokter yang bekerja di pedalaman atau pelosok, hal tersebut akan menjadi sebuah tantangan, mengingat sarana prasarana di tempat tersebut yang sangat minim.

Jadi, dengan segala hal yang akan dialami oleh dokter tersebut, apakah kamu sudah benar-benar yakin bahwa kamu siap menjadi seorang Dokter? Hehehe.