Kekerasan seksual memang merupakan perbuatan yang biadab. Pemberatan hukuman bagi para pelakunya merupakan hal yang dirasa pemerintah harus dilakukan. Topik tentang pemberatan hukuman untuk pelaku pemerkosaan dan pencabulan ini dibahas oleh pemerintah dan dikoordinir oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dalam rapat itu, pemerintah membahas juga opsi untuk menghukum kebiri para pelaku pemerkosa. Meskipun demikian, untuk hukuman kebiri ini, pemerintah belum bisa memutuskan. Hal ini beru bisa diputuskan setelah para menteri melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Meskipun hukuman kebiri belum diputuskan, namun ada beberapa hal yang sudah disepakati dalam rapat koordinasi tersebut. Yasonna H. Laoly, Menteru Hukum dan HAM, menyatakan bahwa hukuman maksimal akan ditingkatkan dari 15 tahun menjadi 20 tahun penjara. Jika perlu, para pelaku itu akan diberikan hukuman seumur hidup. “Bahkan hukuman mati bila korban sampai meninggal dunia,” kata Yasonna.

Selain itu, identitas dari pelaku kejahatan seksual akan dipublikasikan ke masyarakat. Diharapkan publik tahu bahwa orang tersebut melakukan hal yang diluar kemanusiaan. Namun hukuman publikasi tersebut hanya berlaku kepada pelaku pemerkosaan yang sudah dewasa.

Berbeda dengan pelaku yang sudah dewasa, pelaku pemerkosaan yang masih di bawah umur terkena asas lex spesialis, yakni dengan menerapkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pemerintah juga akan membahas teknis tentang sanksi sosial untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku. Kepada para pelaku, pemerintah berjanji juga akna memberikan pendampingan dan rehabilitasi bagi para pelaku.

Puan mengatakan rapat koordinasi tersebut dilakukan sebagai respons atas maraknya kasus pemerkosaan dan pencabulan. Kasus terbaru yang menggemparkan publik ialah tragedi tewasnya Yuyun, 14 tahun, pelajar SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu yang diperkosa dan dibunuh oleh para pelaku. Saat ditemukan, jenazah Yuyun dalam kondisi tertelungkup tanpa busana dengan tangan terikat. Terdapat pula luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.

Baca Juga: 5 Hal Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby

Terkait dengan kasus ini, polisi telah menangkap 12 pelaku, dan dua orang lainnya masih buron. Dari 12 pelaku yang sudah dibekuk tersebut, tujuh orang di antaranya sedang menjalani proses persidangan, sisanya masih dalam pemberkasan.