Gunung Merapi berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Gunung yang masih aktif dan rutin mengeluarkan material vulkanik dari dalamĀ  perut bumi ini juga dikenal masyarakat dengan berbagai macam mitos dan misteri.

Kali ini tandapagar.com mencoba untuk mengungkap berbagai mitos dan misteri Gunung Merapi, khususnya bagi kamu yang masih penasaran akan keberadaannya.

Ada sebagian masyarakat yang percaya bahwa Gunung Merapi merupakan salah satu pusat dari kerajaan jin di Indonesia. Kawasan ini dipercaya memiliki hubungan erat dengan laut selatan Pulau Jawa.

Terdapat beberapa tempat yang dikenal angker, terbentang mulai dari kawasan hutan, lereng hingga sampai di puncaknya. Penduduk di sekitar kawasan Gunung Merapi sangat menghormati tempat-tempat tersebut.

Mereka dan para pengunjung pun dilarang untuk menebang pohon, mengambil rumput, memindahkan atau pun merusak benda-benda yang ada di kawasan tersebut. Selain itu, juga tidak diperbolehkan untuk berbicara kotor dan berbuat maksiat di sana.

1Pasar Bubrah

unycommunity.com

Inilah tempat angker paling terkenal di kawasan Gunung Merapi. Pasar Bubrah merupakan salah satu punggung bukit yang tepatĀ  berada di bawah kawah Merapi. Lokasi ini relatif datar dengan banyak bebatuan sisa letusan terdahulu.

jaraknya pun hanya satu kilometer menuju kawah puncak Merapi. Hal ini menjadikan Pasar Bubrah sebagai lokasi favorit untuk beristirahat. Banyak pendaki yang mendirikan tenda di sini untuk bermalam dan menunggu jelang matahari terbit keeseokan harinya.

Saat malam hari itulah para pendaki biasanya mendengar suara riuh ramai di kawasan Pasar Bubrah. Suaranya seperti keadaan di pasar yang riuh. Selain itu juga terdengar suara alunan gamelan dan gending jawa yang terdengar sayup-sayup diantara keriuhan tersebut.

Bahkan masyarakat sekitar percaya bahwa bebatuan yang berserakan di lokasi tersebut merupakan warung dan meja makan para makhluk halus pengunjung Pasar Bubrah.

2Gunung Wutoh dan Kawah Merapi

rakomkfm.blogspot.com

Gunung Wutoh juga dianggap tempat angker di Gunung Merapi. Lokasi ini dipercaya sebagai pintu gerbang menuju Keraton Merapi yang letaknya di kawah puncak. Kepercayaan masyarakat setempat, terdapat sosok makhluk halus bernama Nyai Gadung Melati yang menjaga tempat ini.

Nyai Gadung Melati adalah nama pemimpin pasukan Keraton Merapi dengan tugas melindungi lingkungan serta hewan ternak di kawasan Gunung Merapi.

Masyarakat juga percaya bila diantara mereka ada yang memimpikan sosoknya dengan pakaian berwarna hijau daun melati. Maka penduduk sekitar harus lebih waspada karena akan terjadi letusan dari kawah Merapi dalam waktu dekat.

3Keraton Merapi

simomot.com

Penduduk sekitar juga memiliki kepercayaan bahwa Keraton Merapi sudah ada sejak jaman Keraton Mataram dan memiliki keterkaitan erat hingga sekarang. Bedanya, Keraton Merapi semuanya dihuni dan dikendalikan oleh bangsa jin.

Bahkan ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa Keraton Merapi pernah membantu Keraton Mataram dalam pertempuran dengan Kerajaan Pajang dengan menewaskan pasukannya melalui letusannya.

barumunabadiraya.co.id
barumunabadiraya.co.id

Dalam mitos Keraton Merapi, terdapat beberapa tokoh yang dikenal luas oleh masyarakat sekitar kawasan Gunung Merapi dengan tugasnya masing-masing seperti;

  1. Eyang Merapi; seorang raja atau pemimpin dari para makhluk halus penunggu Keraton Merapi.
  2. Eyang Sapu Jagad; penunggu kawah Merapi yang memiliki wewenang kapan Merapi akan meletus. Eyang Sapu Jagad juga dikenal memiliki dua orang panglima bernama Kyai Grinjing Wesi dan Kyai Grinjing Kawat.
  3. Eyang Megantara; salah satu tokoh yang juga tinggal di puncak Merapi. Bertugas mengendalikan cuaca dan mengawasi daerah sekitar Merapi.
  4. Eyang Antabiga; dikenal dengan tugas menjaga keseimbangan gunung agar tidak sampai tenggelam ke dalam bumi.
  5. Kyai Petruk; bertanggung jawab terhadap keselamatan penduduk Merapi. Bertugas memberitahu warga sekitar ketika akan terjadi letusan sehingga warga dapat menyelamatkan diri terlebih dahulu.

Dan masih ada beberapa tokoh mitos yang dikenal oleh masyarakat kawasan Merapi dengan tugas lainnya yang berbeda. Banyak orang yang percaya hal tersebut, namun tidak sedikit pula yang tidak mempercayainya dengan menganggapnya sebagai fenomena alam saja.