jumrahonline.blogspot.com

Misteri Jembatan Shiratal Mustaqim yang Jadi Penentu Nasib Manusia

Posted on

Jembatan shiratal mustakim merupakan jembatan yang dipercaya oleh umat islam di hari penentuan setelah kiamat. Setiap manusia yang mengaku beriman mau tidak mau harus melewatinya, karena inilah satu-satunya jalan yang harus dilalui setelah kematian.

Jembatan ini sejak jaman dahulu menjadi perbincangan umat islam, banyak yang menggambarkan jembatan ini besarnya seperti rambut dibelah tujuh, benarkah seperti itu? Yuuk dibahasa bareng-bareng.

Fakta Tentang Jembatan

kinerjaaktif.com
kinerjaaktif.com

Kata shiratal mustaqim merupakan kata yang diambil dari surat al fatihah, yang artinya jalan yang lurus.

Beberapa ulama meyakini, arti “jalan yang lurus” adalah jembatan yang lurus dan panjang. Tapi selama ini belum ditemukan dalil yang shahih yang menyatakan bahwa jembatan tersebut seperti rambut yang dibelah tujuh.

Jembatan ini merupakan jembatan penghubung antara surga dan neraka, disinilah penentuan nasib manusia, jika bisa melewati jembatan ini maka nikmat surga yang ia dapat tapi jika terjatuh maka ia akan jatuh di neraka.

Modal utama untuk melewati jembatan ini adalah pahala, hanya dengan pahala orang bisa melewatinya.

Menurut sebagian ahli tafsir, peristiwa menyebrangi jembatan diatas neraka, telah diisyaratkan Allah dalam Al-Qur’an.

“Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan.

Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.” (Qs Maryam/19: 71-72).

Gambaran Tentang Jembatan

kinerjaaktif.com
kinerjaaktif.com

Bentuk jembatan shiratal mustaqim sudah digambarkan mellaui beberapa hadist di bawah ini

Diriwayatkan pula seperti ucapan Abu Sa’id Al Hudri “Sampai kepada ku bahwa jembatan ini (As Shirath) lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang” hadist riwayat Imam Muslim.

Nabi Muhammad SAW menggambarkan keadaan jembatan As Shirath. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Licin lagi menggelincirkan, diatasnya terdapat besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, Ia bagikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa’dan.

Dan dibentangkanlah jembatan Jahanam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para Rasul pada saat itu, “Ya Allah Selamatkan lah, selamatkanlah,”.

Pada Shirath itu juga terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa’dan. Hanya saja tidak ada yang mengetahui ukuran besar kecuali Allah. Maka Ia mengait manusia, sesuai dengan amalan mereka,” (HR. Al-Bukhari).

Gambaran Saat Menyeberang

suararakyatindonesia.org
suararakyatindonesia.org

Maksud dari kata menggelincirkan diatas telah disepakati oleh para ulama, yaitu jembatan tersebut bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat orang yang melewatinya takut akan tergelincir dan tersungkur jatuh.

Jembatan tersebut  juga memiliki besi pengait yang besar, penuh dengan duri dan dibagian ujungnya bengkok. Ini menunjukan siapa yang terkena besi pengait ini tidak akan lepas dari cengkramannya.

Jembatan  ini terbentang di neraka Jahanam sehingga jika manusia terpeleset dan tergelincir atau terkena sambaran besi pengait maka Ia akan jatuh ke dalam Neraka Jahanam.

Parahnya jembatan tersebut sangat halus, jadi kaki bisa saja terpeleset dan sangat tajam, jika tidak hati-hati maka akan tergores.

Langkah Orang Beriman dan Orang Munafik

jumrahonline.blogspot.com
jumrahonline.blogspot.com

Tentu gambaran manusia yang menyebarang  jembatan ini akan berbeda-beda, ada yang secepat kilat, ada yang seperti naik kuda, ada yang tertatih-taih akhirnya berhasil, ada juga yang tercabik-cabik, gagal dan akhirnya jatuh ke dalam neraka.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa saat peristiwa menegangkan itu sedang berlangsung, para Nabi dan malaikat sibuk mendoakan bagi orang-orang beriman.

Mereka berdoa yang artinya, “Ya Rabbi selamatkanlah, Ya Rabbi selamatkanlah”. Selanjutnya Allah akan meberikan cahaya bagi orang yang beriman dan bertaqwa.

Tentu ini akan menjadi pembeda bagi manusia yang beriman, mereka akan dibantu dengan doa para nabi dan malaikat, sedangkan orang yang munafik, mengaku islam tapi tidak mau taat tidak akan mendapat bantuan siapapun.

Wallahu’alam bishawab dan semoga menambah iman kita
 

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *