Pernikahan memang merupakan sebuah momentum keindahan, momentum kebersamaan dan tentunya kebahagiaan.

Ini digambarkan betapa meriahnya di acara pernikahan itu, betapa banyak undangan, banyak jamuan dan banyak doa ketika momen itu terjadi.

Menapaki kehidupan baru memang indah, tapi bukan berarti segala sesuatunya akan berjalan dengan indah.

Tentunya juga tidak semudah yang kita bayangkan, apalagi kalau hidup di tengah-tengah masyarakat, akan terasa sekali perbedaan warna kehidupan itu.

Di tengah masyarakat banyak sekali perbincangan tentang pernikahan, secara memang pernikahan momen yang tidak bisa di lupakan.

Perbincangan tersebut mulai dari A-Z ada, setiap kekurangan dan kelebihan dan tentunya tak kalah penting adalah tentang mitos pernikahan.

Ya, mitos pernikahan memang banyak sekali di perbincangkan di masyarakat, ini menjadi sebuah tren turun temurun di masyarakat. Walau cuma mitos tapi cukup banyak yang terjebak dan akhirnya mebenarkan mitos tersebut.

Di bawah ini ada beberapa mitos pernikahan yang perlu kamu tahu

1Wanita Berpendidikan Tinggi Akan Sulit Mencari Pasangan

okezone.com

Hal ini memang sudah banyak sekali terjadi di masyarakat, tentunya banyak terjadi di kota-kota besar, tapi juga di desa juga ada. Mitos tentang wanita jika terlalu sibuk dengan pendidikan akan sulit mencari jodoh.

Secara logika dan fakta memang bisa di benarkan karena banyak sekali wanita yang berpendidikan tinggi mencari pasangan yang tentunya pendidikannya setara dengan dia, tapi secara takdir tetap saja tidak bisa.

Karena sebenarnya itu tergantung gengsi, selera atau keinginan tertentu wanita tersebut. Mitos ini walau banyak buktinya tetap saja tidak bisa dibenarkan, karena namanya jodoh itu bukan urusan manusia. Benar kan?

2Pernikahan Banyak Menguntungkan Pria

cd-template-booklet.blogspot.com

Seorang pria tentu akan menjadi banyak perbincangan di masyarakat juga, walau kadar nya memang tidak sebanyak pembicaraan tentang wanita.

Mitos tentang pria banyak di untungkan memang banyak sekali terjadi juga walau kenyataannya tetaplah pria yang paling bertanggung jawab atas semuanya.

Salah satu contoh mitos yang paling santer adalah pria enak karena tidak melahirkan anak, pria enak tinggal kerja cari duit, pulang dilayani full oleh wanita. Ini mitos yang salah dan memang harus dibuktikan benarnya.

Seorang pria walaupun tidak melahirkan anak bukan berati hidupnya enak, pria bertanggung jawab besar atas semua kebutuhan keluarga selamanya, pria juga harus membimbing keluarga sampai di akhir hayatnya.

Ini bukan tugas mudah lho, tanggung jawab yang amat begitu besar.

3Wanita Beresiko Mengalami Kekerasan Fisik

desi4inspiration.com

Pria memang pemimpin di dalam rumah tangga, pria yang bertanggung jawab semuanya tapi bukan berarti pria boleh semena-mena.

Pria memang identik dengan kekerasan tapi tidak semua seperti itu, jika ada kejadian kekerasan fisik pada wanita itu merupakan sebagian yang sangat kecil sekali.

Kekerasan rumah tangga yang sering di beritakan di televisi memang cukup membuat paradigma masyarakat berubah dan menjadi mitos bahwa wanita beresiko mendapat kekerasan.

Padahal di luar sana banyak sekali pria yang lembut, yang santun dan baik pada istrinya. Jadi mitos seperti ini tidak benar sekali.

4Tingkat Kepuasan Seks yang Rendah Dibanding Saat Single

quotesgram.com

Ini mitos yang cukup mengada-ada, bagaimana tidak ? mana mungkin tingkat kepuasan berhubungan badan akan lebih rendah ketika menikah.

Yang benar harusnya malah bertambah. Karena kita tahu bahwa pernikahan sah itu melegalkan hubungan badan dan bisa dilakukan dengan pasangan sah.

Coba saja kalau masih single, tentu adanya cuma angan-angan kosong atau dengan pasangan yang belum sah, kalaupun dengan alasan sensasinya yang berbeda ini hanyalah kepuasan hasrat saja dan tidak ada hubungannya dengan kepuasan seks.

Seks dan hasrat adalah sisi yang berbeda, belum tentu jika hasrat tinggi kepuasan akan tinggi pula dan juga sebaliknya.

5Anak Adalah Beban

health.kompas.com

Tentu ini menjadi sebuah fakta yang banyak terjadi di masyarakat, banyak sekali para orang tua yang banting tulang untuk mencukupi kebutuhan anak.

Tidak hanya itu banyak keresahan orang tua akan anaknya yang nakal, kadang juga membuat orang tua stres.

Ini mengakibatkan paradigma dan mitos terjadi di masyarakat, bahwa anak adalah beban hidup dan menjadi tanggungan berat selama hidup.Seolah-olah anak jadi korban yang harus disalahkan.

Padahal kalau diruntut dari awal, di cermati dengan baik anak itu hasil hubungan orang tua, hasil cinta orang tua.

Jadi anak tidak bisa disalahkan, lagipula anak adalah hadiah yang indah, amanah yang berkah dan tentunya pelengkap kebahagiaan keluarga. Sekali lagi mitos ini salah besar.

Masih banyak sekali mitos dan paradigma yang salah dan berkembang di masyarakat, tentu ini menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Semoga yang sedikit ini menginspirasi kamu.

 

SHARE