Dalam masyarkat modern kendaraan bermotor dianggap sebagai sesuatu yang primer. Entah itu untuk kepentingan ekonomi (ngantor, dagang, dan bertemu klien) atau untuk keseharian saja (sekolah, belanja, danĀ travelling).

Dahulu mobil hanya dapat dimiliki oleh kalangan ekonomi atas saja, kecuali pada mobil angkut yang dari dulu dibutuhkan pedagang kelas menengah. Namun, semakin kemari mobil menjadi semakin biasa dimiliki kelas menengah.

Kalau sebelum tahun 2013 kelas menengah hanya bisa membeli mobil second di bawah 100 jutaan, kini dengan kebijakan pemerintah mengorbitkan mobil LCGC, mereka bisa membeli mobil baru dengan desain modern.

Dasar kebijakan LCGC (Low Cost and Green Car) adalah PP Nomor 41 Tahun 2013 yang intinya pengenaan pajak ringan untuk mendukung kemandirian industri kendaraan bermotor roda empat.

youtube.com
youtube.com

Pajak yang diringankan, lalu silinder diminimalisir menjadi maksimal 1200 cc (bensin) dan 1500 cc (diesel) sehingga membuat harga jual semakin murah.

Disebut green car karena mesin diharuskan berbahan bakar dengan kadar oktan tinggi dan spesifikasi ramah lingkungan lainnya.

Karena BBM-nya beroktan tinggi maka konsumsinya adalah pertamax dan bukan premium yang bersubsidi, beban pemerintah pun berkurang. Walaupun pada prakteknya masih sering mobil LCGC yang menggunakan premium.

Keuntungan paling utama dan yang menjadi alasan pokok pemerintah mengapa penting ada mobil LCGC adalah untuk membendung arus impor mobil dari luar.

Setelah dimulainya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada 2015, negara seperti Thailand dan Malaysia yang sudah lebih dulu punya mobil murah diprediksi akan memberondong pasar Indonesia dengan mobil murahnya.

Oleh karena itu penting untuk memproduksi mobil yang komponennya minimal 80% buatan Indonesia untuk menekan laju import dan meningkatkan lapangan kerja baru. Bahkan pemerintah juga punya terget untuk mengeksport mobil LCGC-nya.

Dengan kebijakan pemerintah ini, selain negara diuntungkan, masyarakat juga diuntungkan yakni dengan semakin terjangkaunya harga mobil. Selain itu juga banyak serapan tenaga kerja baru untuk masyarakat Indonesia.

Hampir semua pabrikan terkenal di Indonesia turut meramaikan pasar mobil LCGC seperti Toyota, Honda, Daihatsu, dan Suzuki. Bahkan Nissan membuat brand tersendiri untuk kelas LCGC yaitu Datsun.

Total penjualan LCGC pada januari-november 2015 mencapai angka 149.957 unit atau 16% dari total seluruh penjualan yang mencapai 940.616 unit.

Dari semua mobil LCGC manakah yang paling banyak diminati dan laris manis terjual? Berikut ini adalah peringkat penjualan mobil LCGC sepanjang tahun 2015.

5Suzuki Wagon R

merdeka.com

Kalau bicara mobil city car, sebenanya suzuki adalah pionner-nya di Indonesia. Suzuki Karimun menjadi primadona mobil murah mulai saat awal dekade tahun 2000-an. Kali ini untuk kelas LCGC, Suzuki mengandalkan Wagon R untuk bersaing dengan yang lain.

Sampai akhir November 2015 ini, penjualan Wagon R sudah pada angka 10.905 atau 7,27% dari total penjualan mobil LCGC.

4Datsun (Nissan)

datsun.com

Nissan mengkhususkan divisi LCGC pada merk penjualan Datsun. Datsun yang baru diperkenalkan pada 2014 lalu ternyata sudah menjadi kuda hitam LCGC dan menyodok pada peringkat ke 4 mengalahkan Karimun yang legendaris.

Mengandalkan tipe city car (Datsun Go Hatback) dan tipe MPV (Datsun Go+) Datsun sudah menjual 26.768 selama tahun 2015.

3Honda Brio

carandbike.com

Dikenal mempunyai kualitas dan desain yang bagus, nama Honda juga turut mendongkrak penjualan Honda Brio. Honda Brio sebenanya sudah dirancang dan diproduksi di Thailand pada 2012.

Namun, versi LCGC atau rakitan Indonesia baru diperkenalkan pada September 2013, sesaat setelah Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Sedikit dibawah Ayla, penjualan Honda Brio pada 2015 mencapai 28.653 unit.

2Daihatsu Ayla

mday.info

Bersama Toyota Agya, Daihatsu Ayla adalah mobil LCGC pertama yang dilempar di pasar. Daihatsu dan Toyota memang sudah menjalin kerja sama mulai dari hadirnya mobil kembar Avanza dan Xenia.

Mulai tahun 2013 dua pabrikan ini juga memroduksi mobil yang serupa tapi tak sama. Pasar menyambut antusias kehadiran dua mobil ini. Sampai sekarang keduannya masih menguasai pasar LCGC.

Daihatsu Ayla sendiri berada di peringkat kedua dalam penjualan tahun 2015, yakni dengan penjualan 31.905 unit.

1Toyota Agya

nasmoco.co.id

Inilah sang maestro dan juaranya LCGC. Selalu nangkrin di peringkat pertama mobil LCGC Indonesia sejak awal dijual. Pada tahun 2015 ini mencapai 51.908 unit yang berarti hampir 35% dari penjualan total.

Walaupun perakitan dan modelnya hampir sama dengan Daihatsu Ayla namun nama besar Toyota sangat mempengaruhi penjualan. Sama juga dengan pendahulunya Toyota Avanza yang selalu ada di atas Daihatsu Xenia.