Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak provinsi di dalamnya. Setiap provinsi memiliki adat dan kebudayaan masing-masing. Sehingga Indonesia menjadi negara yang kaya akan budaya.

Salah satu adat yang lekat dengan masyarakat adalah bangunan rumah. Setiap provinsi di Indonesia memiliki rumah adat dengan berbagai macam bentuk dan rupa.

Ada yang khas jika kita memperhatikan rumah-rumah adat di Indonesia. Model atap rumah yang dimiliki menunjukkan keunikan dari tempat yang mereka tinggali.

Berikut adalah beberapa keunikan dari model atap rumah adat di Indonesia.

1Rumah Baanjung

indoborneonatural.blogspot.com

Rumah baanjung adalah nama rumah adat suku Banjar, namun orang banjar sendiri biasa menyebut rumah tradisionalnya dengan sebutan rumah banjar atau rumah bahari.

Rumah banjar dibangun dengan beranjung, yaitu rumah dengan sayap bangunan yang menjorok dari samping kanan ke kiri bangunan utama sehingga disebutlah rumah baanjung.

Selain itu, rumah banjar juga memiliki sebutan lain, yaitu rumah bubungan tinggi karena bentuk atap rumah ini begitu lancip dengan sudut hingga 45o. Atap bangunannya terbuat dari sirap dengan bahan kayu ulin atau atap rumbia.

2Rumah Sasak

www.transportwisatalombok.com

Suku Sasak merupakan penduduk asli dan mayoritas di pulau Lombok, NTB. Kebudayaan suku Sasak ini dapat dilihat dari rumah adatnya. Rumah adat suku sasak dibuat dari kayu penyangga, bambu, jerami dan ilalang sebagai atap.

Untuk bagian dinding menggunakan bedek, pada lantai menggunakan abu jerami maupun kotoran kerbau atau kuda sebagai bahan campuran pengeras, serta getah pohon kayu banten dan bajur.

Rumah adat Sasak memiliki atap yang berbentuk gunungan dan menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5 sampai 2 meter dari permukaan tanah.

Atap dan bubungannya terbuat dari ilalang maupun jerami. Sedangkan dinding terbuat dari bedek dan tidak mempunyai jendela.

3Rumah Honai

id.wikipedia.org

Rumah honai dapat ditinggali oleh 5 hingga 10 orang. Dalam satu bangunan rumah honai biasa digunakan untuk beristirahat atau tidur.

Bangunan lain selain yang digunakan tidur dipakai untuk tempat makan bersama, ada juga bangunan yang digunakan sebagai kandang ternak.

Rumah honai terbuat dari kayu dengan atap yang berbentuk kerucut, atapnya terbuat dari jerami atau ilalang. Rumah ini sengaja dibuat dalam bangunan yang sempit dan tidak berjendela supaya menahan hawa dingin dari pegunungan Papua.

4Rumah Baduy

kebudayaanindonesia.net

Rumag baduy memiliki atap berbentuk pelana yang terbentang di sepanjang kanan dan kiri rumah. Padahal umumnya, untuk atap rumah itu terbentang dari bagian depan ke belakang.

Atap rumah Baduy terbuat dari daun sulah nyanda. Nyanda berarti sikap bersandar, dimana sandarannya tidak lurus tetapi agak merebah ke belakang.

Salah satu sulah nyanda ini dibuat lebih panjang dan memiliki kemiringan yang lebih rendah daripada bagian bawah rangka atap.

www.catatanruslan.com
www.catatanruslan.com

Rumah adat Baduy ini terkenal dengan kesederhanaannya dan dibangun berdasarkan naluri manusia yang ingin mendapat perlindungan serta kenyamanan.

Rumah Baduy dibuat berbentuk panggung mengikuti rendahnya kontur permukaan tanah. Apabila tanah miring dan tidak rata, maka bangunan disangga menggunakan batu kali supaya tanah tidak longsor.

Bilik dari rumah Baduy terbuat dari bambu yang dianyam secara vertikal dengan menggunakan teknik sarigsig, di mana anyaman dibuat hanya dengan perkiraan tanpa diukur terlebih dahulu.

5Rumah Tongkonan

houhousetraditional.blogspot.com

Rumah adat masyarakat Toraja ini memiliki atap yang melengkung menyerupai bentuk perahu. Atap rumah tongkonan dibuat dari susunan bambu dan di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Selain untuk tidur dan dapur, rumah tongkonan juga dipakai sebagai tempat untuk menyimpan mayat.