Salah satu momen paling membahagiakan bagi laki-laki adalah menjadi seorang ayah. Nyaris seluruh lelaki dewasa di mana pun, pasti menginginkan momen ini.

Setelah penantian panjang dihinggapi dada yang berdebar. Belum lagi rasa letih yang ada. Tapi semua tergantikan saat si mungil lahir. Bukti jejak yang telah diiukir dalam keseharian.

Tidak semua ayah bisa mengatakan ini pada anak-anaknya. Anakku, tak ada yang lebih membahagiakan daripada menjadi ayah yang selalu bisa membuatmu tersenyum, atau menghapus bulir air matamu.

Inilah tujuh momen indah yang hanya Ayah yang tahu.

1Kebahagiaan itu Sempurna Saat Kamu Lahir, Nak

id.theasianparent.com

Saat jerit tangismu menyeruak diantara ketegangan, entah apa rasa yang terkembang di dalam dada. Rasa tegang saat mendampingi ibumu yang berjuang dengan kepahayahan untuk melahirkanmu ke dunia, sirna sudah.

Tahukah kamu Nak, rasa bahagia ini bercampur silih berganti dengan takut. Bisakah ayah menjaga dan melindungimu? Sanggupkah ayah memberikan semua yang terbaik untukmu?

2Melihat Wajah Damai di Lelap Tidurmu

id.theasianparent.com

Melihatmu lelap di gendongan ayah, adalah momen terhebat yang pernah ayah rasakan. Tubuh rapuhmu terayun-ayun di lengan ayah. Saat kamu hanya bisa tertidur oleh dendangan ayah, meninabobobkanmu ingin ayah lakukan selamanya.

Kalau bisa, ayah ingin selalu memandangi wajah tidurmu yang damai itu, Nak. Melihatnya terlelap tanpa beban, bahkan hingga kamu dewasa nanti.

3Suara Pertama Kamu Memanggil “Ayah!”

id.theasianparent.com

Kalau tadinya bibir mungilmu hanya menceracau tidak jelas, kini jelas kamu ucap kata terbaik itu, “Ayah”.

Ketipak langkah kecilmu dengan tangan terentang dan senyum terkembang berlari menuju ayah, membuat dada ayah ingin meledak karena terlalu bahagia. Ah, rasanya Ayah tak ingin melepas pelukanmu, Nak.

4Kamu Selalu Ingin Ikut Ayah

id.theasianparent.com

Semenjak kata “Ayah” itu akrab di bibirmu, kamu tidak lagi mau berhenti membuntuti ayah. Kemana pun ayah pergi, kamu selalu saja ingin ikut. Kamu ingin seperti Ayah!

Meski ayah melarangmu, tapi langkah kecilmu tak pernah surut, Nak. Kamu tetap mencari cara untuk berada di sekitar ayah. Kamu tetap saja mengikuti dan meniru apapun yang ayah lakukan.

5Aku Mencintaimu, Ayah

id.theasianparent.com

Saat kamu beranjak dewasa nanti, tidak bisa dipungkiri kamu akan pergi juga, Nak. Tapi telepon darimu selalu ayah rindukan. Pun saat kata “Aku mencintaimu, Ayah” keluar dari bibirmu di sana, kebahagiaan ini menyeruak di dada ayah.

Jauh dari kamu, Nak, kerinduan ayah sering sekali tak terbendung. Meski hanya mendengar suaramu dari telepon, itu sudah membuat ayah begitu bahagia dan lega, Nak. Apalagi melihatmu pulang dan mengunjungi ayah.

6Ayah Rindu Kamu Pijiti, Nak

id.theasianparent.com

Saat kamu datang dan mengatakan akan memijat punggung ayah, saat itu saja semua rasa lelah dan letih ayah sirna, Nak. Apalagi saat dengan ringan tangan, kamu bantu pekerjaan ayah.

7Saat Kamu Meminta Doa dan Restu

id.aliexpress.com

Ini saat tersulit untuk ayah, Nak. Ayah begitu bahagia melihatmu dewasa berbalut gaun dan juga pakaian itu. Kamu yang cantik dan tampan, jejak ayah terlukis jelas di wajahmu.

Tapi saat kamu kemudian meminta ayah untuk memberikan doa dan restu, ayah tahu, itu saatnya ayah untuk mundur selangkah, melihatnya bahagia dari tempat yang jauh.

Tapi, kalaupun nanti kamu kembali dan meminta pelukan ayah, ayah tidak akan pernah menolaknya, Nak. Pulanglah kapanpun, peluk ayah dan minta apapun. Ayah tetaplah ayahmu yang tidak akan menolak permintaanmu.

Menjadi seorang ayah berbeda dengan menjadi seorang ibu. Ayah seringkali sulit mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran dan hatinya.

Meski sebenarnya, apa yang ada di hati ayah, tidaklah jauh berbeda dengan isi hati ibu. Ayah juga ingin selalu menunjukkan rasa sayangnya pada anaknya tercinta.