travel.detik.com

Wisata Monumen Bom Bali, Monumen Panca Benua yang Dijadikan Pengingat Tentang Tragedi Kemanusiaan Dunia

Posted on

Pada tahun 2002, tepatnya pada bulan Oktober 2002, di Indonesia telah terjadi sebuah tragedi kemanusiaan yang merenggung 202 nyawa melayang, serta ratusan lainnya luka-luka.

Tragedi itu kemudian dinamakan Tragedi Bom Bali I, karena memang ada lagi serangkaian tragedi bom di Bali sesudahnya.

Pada saat kejadian, bom meledak tepatnya di Paddy’s Club, depan Sari Club yang padat dikunjungi wisatawan baik mancanegara maupun domestik kala itu.

Lokasi berada di Jl. Legian Kuta Bali. Memang jalan Legian ini adalah salah satu lokasi terpadat wisatawan yang ada di Bali. Terutama bagi kehidupan malam.

Bagi wisatawan yang menyukai hiburan dan kehidupan malam, tempat ini selalu menjadi primadona tujuan wisata.

Banyak pub, kafe, dan diskotik yang berada di jalan ini. Memang kebanyakan wisatawan asing mancanegara yang datang berkunjung, sehingga tak heran jika kawasan ini seperti kawasan luar negeri.

Pada malam peristiwa kejadian, seperti biasa di kawasan ini padat wisatawan dari mancanegara maupun domestik, belum lagi para karyawan di tempat-tempat hiburan tersebut.

Tak terduga pada pukul 23.05 Wita, sebuah bom jenis TNT dengan berat 1 kg meledak di Paddy’s Club dengan kekuatan dahsyat dan langsung menewaskan 200 lebih orang yang ada di situ.

RS Sanglah Denpasar dan beberapa Rumah Sakit terdekat segera penuh dijadikan tempat identifikasi jenazah, perawatan korban luka, dan sebagai tempat penyimpanan jenazah yang akan dijemput keluarganya.

Setelah kejadian itu, nama-nama tersangka kemudian satu per satu mulai ditemukan. Beberapa sudah dihukum mati, beberapa ada yang dihukum seumur hidup.

Kejadian ini menjadi sebuah kejadian terorisme paling parah di Indonesia, sehingga sebagai peringatannya, Bupati Badung kala itu membangun sebuah monumen bernama Monumen Bom Bali.

Monumen ini tiap tahunnya tepat di tanggal peristiwa terjadi selalu padat didatangi oleh wisatawan lokal maupun luar negeri. Jalanan Legian ramai dan padat tak menjadi penghalang dati keinginan mengunjunginya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *