Masih jelas di ingatan kita, terutama bagi para generasi 70-90, dimana pada setiap tanggal 30 September dahulu sering diputar film tentang Gerakan Kudeta 30 September.

Film yang kemudian setelah masa Orde Baru berakhir itu dilarang diputar di televisi, merupakan sebuah tontonan yang mau tak mau akan menggetarkan hati siapapun yang melihatnya.

Baik generasi tua yang memang mengalami langsung peristiwa sejarah besar tersebut, maupun generasi setelahnya yang hanya bisa mendengar cerita dan kisah dari generasi sebelumnya tersebut.

Pada masa dahulu, tepatnya tanggal 30 September 1965 yang sekarang diperingati sebagai Hari Berkabung Nasional, ada penculikan terhadap para Jenderal Besar Indonesia oleh kelompok pengkudeta.

Mereka berusaha menegakkan ideologi komunis di Indonesia dan menggeser ideologi Pancasila yang telah tegak di bumi Nusantara ini.

Para Jendral ada yang langsung dibunuh di rumahnya, ada yang diculik dan disiksa di suatu tempat di Lubang Buaya, dan mayat mereka dibuang ke sumur dengan cara yang biadab.

Hal ini membuat bangsa Indonesia sangat terpukul, bagaimana bisa para Jendral besar itu meninggal dengan cara mengenaskan tersebut.

Hingga kemudian gerakan kudeta itu berhasil ditumpas dan ideologi Pancasila tetap tegak berdiri di Indonesia tak tergoyahkan.

Kemudian Monumen Pancasila Sakti ini dibangun, di dekat tempat peristiwa di mana para Jendral Besar tersebut dibunuh dengan cara biadab.

Monumen dengan patung Garuda Pancasila besar, dan ada patung Jendaral-jendral yang telah meninggal itu menjulang dengan megah.

Seolah akan terus menjadi pengingat bahwa sampai kapanpun di Indonesia Ideologi Pancasila akan terus tegak dan tak tergoyahkan.

Monument ini menjadi saksi, pada masa dahulu Indonesia pernah mengalami sebuah gerakan mematikan yang merenggut nyawa para Pahlawannya.

Dengan adanya monument ini, diharapkan kepada penerus bangsa Indonesia yangs ekarang untuk selalu mengenang dan meneruskan perjuangan para Pahlawan.

Mereka rela gugur demi menjaga keutuhan bangsa dan Negara Indonesia tercinta kita ini.