Coba deh kamu amati, bagaimana cara berpakaian para pelajar Indonesia jaman tahun 70-90an dahulu, dengan cara berpakaian para pelajar Indonesia jaman sekarang.

Belum lagi cara bergaul mereka, tata cara berbicara, dan moral mereka terlebih-lebih, pasti banyak dari kamu yang sepakat bahwa di era yang semakin maju ini justru banyak hal positif dari para pelajar Indonesia yang telah mengalami kemunduran.

Masa Orientasi Siswa yang seharusnya dijadikan masa adapatasi dan pengenalan siswa baru kepada jenjang sekolahnya yang lebih tinggi, justru dijadikan ajang perpeloncoan dan bahkan dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan berupa materi.

Belum lagi kasus pemerkosaan di bawah umur oleh pelaku yang masih di bawah umur juga, ada juga perkelahian karena berebut pacar atau hal sepele tak penting lainnya, belum lagi video atau foto mesum sesama pelajar.

Kejadian-kejadian miris tersebut tentunya perlu menjadi perhatian khusus para guru, orangtua, dan bahkan semua elemen masyarakat Indonesia karena ini menyangkut masa depan bangsa ini. Mau jadi apa Indonesia kan jika generasi penerusnya banyak yang rusak?

Nah, beberapa sebab di bawah ini ternyata adalah hal-hal utama yang memicu mengapa moral pelajar Indonesia sekarang mengalami degradasi semakin berjalannya waktu. Apa saja itu?

Peran Orangtua dan Guru yang Minim

anti-smartphone-ads-shiyang-he-beijing-china-7
www.keepo.me

Dimana pun sesungguhnya peran orangtua amat lah besar, untuk menjaga, mengawasi, mengarahkan, mendidik, dan memastikan perkembangan anak-anaknya terarah pada jalan yang benar dan baik.

Walaupun di sekolah sudah ada guru, namun bukan berarti orangtua lepas tangan begitu saja. Harus ada kerja sama yang baik antara orangtua dan guru untuk menjadikan anak-anak tersebut sebagai generasi penerus bangsa yang benar-benar beradab.

Bukan justru saling menyalahkan atau sekedar menunaikan kewajibannya saja, orangtua lepas tangan karena sudah ada guru di sekolah atau pengasuh di rumah, merasa tugasnya memberikan uang kepada anak telah selesai berarti semua sudah beres.

Atau guru yang hanya menjalankan tugasnya menerangkan pelajaran di kelas, mengajari pelajaran yang sulit, mengoreksi hasil belajar siswa saja. Tidak demikian! Karena baik orangtua maupun guru mereka semua adalah teladan anak, sehingga harus terus memaksimalkan tugasnya dengan baik.

Tren yang Merusak

2_Syuting_Sinetron_Anak_Jalanan
www.fotoseleb.com

Tren yang hadir pada masa kemajuan teknologi sekarang sangat lah tidak mendidik. Pakaian yang jauh dari kesopanan adat ketimuran, budaya keluar malam yang berujung pada kemaksiatan dan hura-hura, free sex mengatasnamakan cinta, makanan tak bergizi, dan masih banyak lagi.

Anak-anak mulai kehilangan rasa hormatnya pada orangtua sejak mulai sibuk dengan gadget atau dunia maya daripada membantu orangtua. Anak-anak lebih percaya pada sinetron dan film daripada pada orangtua dan gurunya.

Yang perlu diperbaiki memang dimulai dari mengcounter anak dahulu sejak dini. Memberikan pemahaman yang baik dan buruk secara kuat agar mengakar pada dirinya.

Karena memang realitanya kita semua sangat sulit untuk mampu membendung arus kemajuan teknologi dan globalisasi yang makin menggila sekarang ini. Yang ada kita memang harus waspada dan menjaga diri serta keluarga dengan baik.

Lingkungan yang Tidak Sehat

781446-crows-zero-wallpaper
feelgrafix.com

Dan yang juga ikut sangat mempengaruhi adalah lingkungan atau masyarakat sekitar. Karena tak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial yang pastinya membutuhkan berkomunikasid an bermasyarakat dengan orang lain.

Sehingga peran para orangtua dan guru adalah mengawasi, menjaga, mengarahkan, serta menanamkan dengan kuat kepada diri anak-anak sejak dini bahwa pergaulan yang baik bukanlah yang merugikan diri sendiri, orangtua, serta keluarga.

Bagaimana bergaul, bergaul harus dengan cara bagaimana, mana orang yang layak ditiru dan mana yang tidak, adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk selalu ditanamkan pada anak-anak sejak dini.