twitter.com

Muslimah Mantan TKI di Hongkong Ini Masuk Majalah Bisnis Ternama Dunia!

Posted on

Majalah bisnis begengsi Forbes baru saja merilis daftar bertajuk 30 Under 30 Asia, berisi deretan anak muda yang bermukim di kawasan Asia, yang dinilai sebagai pemimpin muda yang menjanjikan, wiraswastawan yang berbakat ataupun game changer.

Dalam daftar itu, ada 17 nama anak muda Indonesia. Salah satunya adalah Heni Sri Sundani (28 tahun) yang masuk kategori Social Entrepreneurs. Heni adalah founder Smart Farmer Kids In Action & AgroEdu Jampang Community.

Mungkin belum banyak orang tahu nama Heni Sri Sundani, atau yang lebih dikenal dengan nama pena Heni Jaladara.

Memang banyak sekali pahlawan di negeri kita yang keberadaanya memberi manfaat besar bagi banyak orang, tapi namanya tidak banyak disebut.

Seperti itulah Heni. Ia bekerja dalam kesunyian, tanpa perlu penghargaan, ia hanya fokus pada kesejahteraan masyarakat desa.

Tapi takdir Allah berkata lain. Saat ini dunia mengenalnya. Namanya harum tersemat pada salah satu media cetak bisnis paling bergengsi di dunia.

Penasaran kenapa Heni bisa menjadi bagian dari deretan para inspirator di seluruh benua Asia dalam kategori “30 under 30 Asia”?

Jadi TKI sekaligus Mahasiswi di Hongkong

afif1.wordpress.com
afif1.wordpress.com

Percaya nggak kalau Heni berangkat ke Hongkong sebagai TKI, pulang-pulang bawa ijazah Cumlaude?

Heni berangkat bukan dalam kondisi makmur sejahtera pada saat itu. Ia harus bertarung dengan kemiskinan di desanya, yaitu Ciamis. Tapi kini, ia justru menjadi salah satu penggerak petani di desanya.

Kerja di Hongkong jusru memberi peluang bagi Heni untuk bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang universitas.

Heni sempat bekeja di Hongkong selama 3 tahun sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengambil kuliah di Saint Mary University Hongkong sambil bekerja.

Kuliah dengan Biaya Sendiri

gemapalu.com
gemapalu.com

Ia membiayai sendiri kuliahnya lho! Uangnya diperoleh dari hasil gajinya yang saat itu sekitar 5 juta perbulan.

Selama kuliah inilah Heni juga menyambi sebagai kontributor untuk koran-korang berbahasa Indonesia di Hongkong.

Gara-gara kegiatan di koran inilah kemudian Heni merampungkan ke-17 bukunya di Hongkong! Hebat ya, ternyata dia juga penulis.

Cumlaude!

twitter.com
twitter.com

Selama 4 tahun menjalani kuliah sambil bekerja, Heni akhirnya mampu menyelesaikan kuliahnya dengan predikat Cumlaude dari jurusan Entrepreneurial Management dengan titel Bachelor Of Science in Entrepreneurial Management (BSEM) Universitas Saint Mary.

Kalau mendengar kabar dari kawan-kawan TKI, sebetulnya sangat sulit sekali hidup di Hongkong, apalagi sebagai seorang muslimah.

Maka, ketika Heni mampu melejitkan potensinya justru ketika bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan segudang pekerjaan, pantaslah jika ia masuk ke dalam tokoh muslimah yang sangat menginspirasi dan prestatif justru saat berada dalam keterbatasan.

Pulang Kampung Bawa 3000 Buku

inspiratifun.com
inspiratifun.com

Setelah selesai kuliah, ia pun kembali ke Indonesia sambil membawa 3.000 koleksi bukunya selama di Hongkong. Di desanya, ia kemudian membuat perpustakaan desa.

Heni mendirikan kelompok tani di desanya, dan membina para petani agar mampu meningkatkan hasil pertaniannya.

Bersama sang suami, Aditia Ginantaka yang lulusan S2 IPB Bogor, Heni mendirikan Edu-Agro, yang merupakan komplek pendidikan dan pelatihan di bidang pertanian, di Desa Jampang.

Komplek AgroEdu Jampang Wisata kini juga menjadi lokasi pelatihan dan wisata bagi sekolah-sekolah yang ingin mengajarkan pertanian kepada siswa-siswanya.

Heni juga menyediakan sekolah alam bagi anak-anak petani yang ia didik secara gratis. Kesejahteraan warga desa ia angkat dengan pendidikan dan keterampilan.

Pernah Ditipu

batam.tribunnews.com
batam.tribunnews.com

Siapa nyana, Heni ternyata adalah seorang mantan TKW yang pernah bekerja di Hong Kong. Saat bekerja sebagai asisten rumah tangga di Hong Kong, ia pernah ditipu oleh agen penyalur TKI yang mengirimnya.

Tak berputus asa ditipu PJTKI, Heni lalu memutuskan untuk kuliah di Saint Mary’s University, Hong Kong dan berhasil lulus dengan predikat cumlaude sebagai sarjana bidang Entrepreneurial Management. Setelah lulus, Heni lalu pulang ke Indonesia.

Tak Pernah Berhenti Menebar Inspirasi

Dengan pengalamannya ini, Heni kini terus membagi wawasannya dalam bentuk pelatihan, kuliah umum, dan seminar mulai dari di UI, Unpad, IPB, Sekolah Guru Indonesia & Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) Tazkiyah.

Berbagai motivasi pun ia berikan dalam bentuk workshop kepada SMA, Guru, maupun anggota DPRD.

Sederet penghargaan telah diraih Heni atas sumbangsihnya kepada kampung halamannya, diantaranya penghargaan dari gubernur Jawa Barat berupa Penghargaan Tenaga Kerja Indonesia Berprestasi, pada Desember 2012, dan Anugerah  Bilik Award RRI Pusat 2012.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *