Berbagai lembaga penelitian antariksa salah satunya bertujuan untuk mengobati rasa penasaran manusia. Terutama tentu saja tentang kehidupan lain di luar bumi, apa nama planetnya, dan lain lain.

Tetapi tahukah kamu bahwa ternyata dalam beberapa penemuan tentang planet baru, orang Indonesia terlibat di dalamnya. Beberapa peneliti Indonesia yang bekerja di lembaga penelitian luar angkasa di luar negeri berhasil menemukan planet baru.

Penasaran? Berikut beberapa ulasan mengenai nama planet yang ditemukan oleh ilmuwan Indonesia.

1Planetary Nebula Cluster

goodnewsfromindonesia.org

Dalam bahasa latin, kata Nebula sebenarnya berarti awan (cloud). Sedangkan dalam penamaan astronomi, yang dimaksuk Nebula adalah  sebuah galaksi yang berada jauh dari Galaksi Bima Sakti / Milky Way yang ditempati oleh Bumi.

Galaksi yang dimaksud adalah galaksi Andromeda atau Andromeda Nebula. Dalam galaksi Nebula ini sebenarnya lebih banyak terdapat interstellar cloud atau awan luar angkasa yang terdiri dari debu, hidrogen, helium, dan gas terionisasi lainnnya.

goodnewsfromindonesia.org
goodnewsfromindonesia.org

Nah, dari gas-gas tersebut dimungkinkan terjadi reaksi pembentukan planet. Banyaknya gas yang saling tersusun menjadi berbagai bentuk yang indah itu kemudian disebut sebagai planetary nebula (PN).

Berbagai PN inilah yang ditemukan oleh ilmuwan asal Indonesia bernama Prof Dr. Mezak Arnold Ratag. Mezak adalah pria kelahiran Malang, 24 September 1962. Dia adalah anak Prof. Alexander Ratag dengan istrinya Grietje Kawengian.

Meskipun lahir di Malang, Mezak menempuh pendidikan masa kecilnya hingga SLTA di Manado. Bahkan ia telah menunjukkan prestasinya sejak menjadi Pelajar Teladan Nasional pada tahun 1980.

facebook.com
facebook.com

Mezak kemudian melanjutkan studi di ITB mengambil bidang astronomi, hingga akhirnya lulus dengan predikat cum laude pada tahun 1985. Mezak terus menekuni bidang astronomi hingga kuliah di Rijksunversiteit te Groningen, Belanda.

Nah, di sinilah kemudian Mezak menyelesaikan program master dan melanjutkan program doktor pada tahun 1988. Hingga pada tahun 1991 ia memperoleh gelar doktor dengan disertasi berjudul “A Study of Galactic Bulge Planetary Nebulae”.

Hal yang menarik adalah Mezak telah menemukan sekira 120 PN hingga namanya diabadikan sebagai nama planetary nebula tersebut. Salah satunya adalah Ratag-Ziljstra-Pottasch-Menzies dan Ratag-Pottasch cluster.

2Planet Alien

goodnewsfromindonesia.org

Jonny Setiawan, adalah ilmuwan asal Indonesia yang memimpin beberapa proyek astronomi di Max Planck Institut fur Astronomie (MPIA), Jerman. Salah satu yang ditemukan lewat proyek ini adalah planet HIP 13044b.

Penemuan ini dirilis sejak 18 November 2010. Di luar galaksi Bima Sakti terdapat banyak galaksi mini, salah satunya adalah galaksi dengan bintang pusat (semacam matahari sebagai pusat galaksi Bima Sakti) bernama HIP 13044.

science20.com
science20.com

Jarak Bumi dengan galaksi yang satu ini diperkirakan sejauh 2000 tahun cahaya. Nah, HIP 13044 telah menua, hal ini menyebabkan gaya gravitasi terdapat planet yang melintasi HIP 13044 juga ikut melemah.

Karena melemahnya HIP 13044, kemudian HIP 13044b akhrinya justru tertarik oleh gaya gravitasi matahari dan kini mengorbit pada matahari. Proses penarikan ini disebut sebagai kanibalisme galaksi.

Sehingga, karena berasal dari luar Galaksi Bima Sakti itulah, maka planet ini juga disebut sebagai planet alien. Ukurannya diperkirakan sedikit lebih besar dari Planet Jupiter.

mahessa83.blogspot.com
mahessa83.blogspot.com

Dengan penemuan ini, manusia dapat mengetahui bahwa bintang induk dalam sebuah galaksi dapat menua sehingga ‘rusak’ dan menyedot yang ada di dekatnya. Lantas melemah gaya gravitasinya pada yang berada jauh dari bintang induk.

Itulah yang terjadi pada planet alien, ia selamat dan tidak tersedot oleh HIP 13044. Dari sini dapat disimpulkan bahwa suatu saat Matahari juga akan melemah dan menyedot planet di sekitarnya, termasuk Bumi.

Jonny Setiawan adalah peneliti post-doctoral di MPIA, di Department of Planet and Star Formation, sejak Juni 2003. Hal yang menarik adalah ia merupaan orang non-Jerman atau non-Eropa pertama yang beberapa kali menjadi pimpinan proyek di MPIA.

SHARE