Tulang sum sumnya harus di bor berkali-kali. Walaupun dimaksudkan untuk proses pengobatan, tapi hal tersebut membuat persendiran anak kecil ini kerap terasa nyeri dan sakit. Tiga bulan sekali secara rutin gadis berusia 12 tahun ini menjalani ritual yang sama. Rini, panggilan gadis kecil itu, menjalani proses ini selama 3 tahun penuh. Pengeboran tersebut tidak bisa dihindari, sebagai bentuk pengecekan penyakit kanker darah (leukimia) yang dideritanya

Natarini Setyaningsih, divonis menderita kanker dara di usianya yang belia, 12 tahun. Sampai saat ini, kanker merupakan salah satu penyakit yang menakutkan. Sel kanker dapat menyebar sehingga menyebabkan kematian. Kini, sudah bentuk pengobatan kanker sudah mulai berkembang, tapi kembali ke tahun 1996, kondisinya sangat berbeda. Orang yang terkena kanker akan terstigma sebagai orang yang sudah habis masa depannya.

Natirini Setianingsih, survivor leukimia.
Natirini Setianingsih, survivor leukimia

Ketika mengidap kanker, kondisi tubuh Rini menurun drastis. Limpa dan hatinya menjadi bengkak. Rini gampang jatuh sakit, pucat, lemah, letih, dan oleh karenanya aktifitas yang dia lakukan sangat terbatas. Rini harus pernah harus menginap di rumah sakit selama 3 bulan penuh. Proses yang dijalani Rini dan anak penderita kanker lainnya tentu bukanlah proses yang mudah.

Rini kecil bahkan pernah merasa lelah menjalani proses itu. Ia hampir putus asa dan capek. Sempat terpikir untuk berhenti saja menjalani proses pengobatannya. Tapi menyerah berarti mati, dan rini juga masih takut dengan kematian. Akhirnya Rini terus menjalani prosesnya, bolak balik ke rumah sakit, menjalani pengobatan, dan menahan efek dari obat-obatan kanker yang dikonsumsinya.

Di tengah kelelahan mental itu, ibu dan segenap keluarganya hadir sebagai penyemangat bagi Rini. Rasa sakit pada sendinya karena pengobatan menjadi sirna ketika dia mendapat dukungan dari orang sekitarnya. Setelah 3 tahun menjalani pengobatan intensif, Rini akhirnya dinyatakan sembuh total dari penyakit kanker. Rini sadar, bahwa para penderita kanker memerlukan dukungan moril yang besar untuk sembuh. Itulah yang kemudian membuat dia menginsiasi Cancer Buster Community (CBC).

Cancer Buster Community, komunitas survivor kanker
Cancer Buster Community, komunitas survivor kanker

CBC merupakan komunitas survivor kanker anakĀ  yang bertujuan memberikan kesadaran mengenai kanker anak dan menularkan semangat pasien yang masih berjuang melawan kanker. CBC didirikan Rini dan kawan-kawannya pada 26 April 2006. Mereka berkumpul dan berdiskusi tentang apa yang bisa dikontribusikan untuk para survivor kanker. Mereka pun berusaha menggali informasi, siapa sajakah orang-orang yang berhasil bertahan dan sembuh dari penyakit kanker. Orang-orang yang kemudian berkumpul menjadi relawan CBC ini, aktif memberikan motivasi kepada adik-adik penderita kanker.

Dalam aktifitasnya, anggota CBC memotivasi pasien dan keluarga pasien untuk melawan kanker. CBC berusaha memunculkan kembali rasa percaya diri pasien, serta meyakinkan para survivor bahwa mereka tidak berbeda dengan anak lainnya. Tidak sedikit penderita yang dirangkul Rini yang akhirna bergabung dengan CBC dan memotivasi pasien lain agar terus berharap untuk sembuh.

CBC rutin mendatangi berbagai rumah sakit untuk memotivasi adik penderita kanker
CBC rutin mendatangi berbagai rumah sakit untuk memotivasi adik penderita kanker

Salah satu orang yang pernah dibantu Rini, Sazkia, menyampaikan dulu ketika pertama kali bertemu, Rini bisa memotivasi dirinya. Sazkia menjadi yakin bahwa dirinya bisa sembuh juga. Dukungan moril dari Rini sangat membantu Sazkia.

Setelah dimotivasi oleh Rini, Sazkia menjadi tahu bahwa ternyata banyak penderita kanker yang bisa sembuh. Dan setelah selesai pengobatan, Sazkia langsung bergabung dengan CBC sebagai relawan yang memotivasi anak penderita kanker lainnya.

Sazkia kini bahkan sangat bersemangat untuk memotivasi anak-anak penderita kanker di rumah sakit yang ada. Para relawan CBC sangat ingin menyebarkan semangat positif bahwa para penderita kanker tetep bisa sembuh.

CBC rutin melakukan kunjungan ke RSKD dan RSCM serta Rumah sakit daerah lainnya. CBC juga melakukan survival meeting untuk meningkatkan wawasan tentang kanker dan meningkatkan kepercayaan diri para penderita kanker.

Rini berpesan kepada seluruh orang tua yang anaknya menderita kanker agar jangan pernah berputus asa. Jangan khawatir dan berputus asa, karena sudah banyak bukti bahwa kanker pada anak bisa disembuhkan. Dengan penanganan yang tepat dan dukungan orang terdekat, maka Kanker bisa dikalahkan.