Setelah lulus dari kuliah tentunya kebanyakan orang menginginkan bisa kerja di tempat yang prestisius atau terpandang. Misal saja bisa bekerja di perusahaan besar, menjadi orang kantoran atau di perbankkan.

Lihat saja banyak sekali lulusan sarjana yang melamar kerja di berbagai perusahaan, mengantri tes wawancara dan lain sebagainya.

Bagi mereka-mereka lulusan sarjana dari perguruan tinggi negeri ternama, tentunya mudah mendapatkan kerja di perusahaan besar.

Pastilah banyak dari mereka berharap bisa bekerja di sana. Akan tetapi lain halnya dengan salah satu mahasiswa dari Universitas Gajah Mada ini.

Adalah Nur Agis Aulia, pemuda lulusan Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gajah Mada. Ia memilih untuk memberdayakan masyarakat.

Ya, hal itu sesuai dengan apa yang ia pelajari semasa kuliah. Agis memiliki minat untuk bergerak di bidang sosial untuk pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu yang ia lakukan adalah melakukan pemberdayaan melalu pertanian. “Susah-susah kuliah kog jadi petani?” itu adalah salah satu pertanyaan warga tempat ia bekerja.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi inspirasi bagi kita dari kisah singkat Agis.

1Mengikuti Program Indonesia Bangun Desa

risehtunong.blogspot.com

Pada tahu 2013, Agis menjadi anggota angkatan pertama dari program Indonesia Bangun Desa (IBD). Yup, ia memtutuskan untuk mengikuti program IBD yang diselenggarakan oleh Yayasan Pengembangan Insan Pertanian tersebut.

Program IBD memiliki tujuan untuk melatih pemuda dengan berbagai keterampilan pertanian dan peternakan.

Nah, setelah itu nantinya mereka akan dikirim ke berbagai desa untuk mendampingi masyarakat. Selama tiga bulan Agis di sana, ia memperoleh berbagai macam keterampilan.

Keterampilan yang diperoleh antara lain metode bercocok tanam, beternak, dan manajemen kepemimpinan.

Setelah ia mengikuti program IBD, barulah Agis ditempatkan di Desa Cipuas, Kabupaten Bogor. Selama sembilan bulan berada di sana, Agis mendampingi petani ikan dalam budidaya ikan koi.

2Diterima di Perusahaan BUMN, Tapi Memlilih Mendirikan “Waringin Farm” di Banten

twitter.com

Kembali ke daerah asalnya, Banten. Setelah menyelesaikan program IBD, ia ingin mengembangkan daerahnya sendiri. Sungguh mulia ya tekadnya.

Agis mendirikan usaha bernama “Waringin Farm”. Usaha tersebut bergerak di bidang peternakan sapi perah, domba, dan kambing etawa.

www.indonesiabangundesa.org

Selain itu, ia juga bertani yakni menanam sayur dan padi. Semua itu ia lakukan dengan harapan dapat mewujudkan swasembada panagn dan memberdayakan masyarakat.

Hal yang agak menyedihkan, ibu Agis tidak merestui kepeutusan Agis terebut. Sebelumnya ia memang sempat diterima di perusahaan BUMN, tapi Agis tetap memilih untuk berwirausaha di bidang ternak dan tani.

Namun, ayahnya masih memberinya keleluasaan tentu dengan syarat. Di awal-awal usahanya itu sempat mengalami beberapa ‘rintangan’.

Masyarakan sempat meragukan hasil susu yang diproduksi oleh usaha Agis, akan tetapi dengan semangat dan kerja kerasnya, Agis beserta karyawanya berhasil menajdikan susu dari Waringin Farm ini sukses.

Dan sekarag peternakan Agis sudah berkembang dan memberi keunutngan.

3Mendirikan Komunitas Banten Bangun Desa dan Koperasi Kampung Asem Gede

www.isigood.com

Disamping terus megembangkan usahanya, Ags mendirikan komunitasBanten Bangu Desa. Komunitas ini merupakan wadah bagi para petani dan peternak muda Baten untuk sarana berbagi dan mendukung.

Tidak hanya itu, bersama teman-temannya, ia juga mendirikan Koperasi Kampung Asem Gede. Koperasi ini berguna untuk pemberdayaan masyarakat berbasis semangat koperasi.

Ide yang mereka gagas pun sangat luar biasa. Agis bersama pemuda-pemudi di Kampung Asem Gede menggagas koperasi itu dan membaginya menjagi 5 zona.

Lima zona itu yakni zona pendidikan, zona sehat, zona hijau , zona kreatif, dan zona ekonomi. Membanggakan bukan? Ide dan kreativitas pemuda Indonesia yang patut diacungi jempol.

Cintailah potensi dan kelebihan yang kamu miliki, apalah kata orang tentang mu. Selama kamu bisa membuktikan bahwasanya pilihanmu itu benar, lakukan dengan penuh semangat.

Kisah Agis di atas sangat menginspirasi kita, bahwa tidak hanya tentang dirikita yang kita pikir tapi bagaimana kitajuga bermanfaat bagi orang lain.

Menjadi lulusan sarjana, tidak hanya dipandang akan kepandaiannya, dimana ia bekrja, tapi juga bagaimana ia mampu memberikan kontribusi bagi orang lain yang sangat bermanfaat.