blogs.nytimes.com

5 Alasan Kenapa Orang Kreatif Mejanya Sering Berantakan

Posted on

Mungkin orangtua, keluarga, dan teman-teman dekat kamu udah mulai gerah ngeliat meja kamu yang super berantakan.

Eits, jangan sedih, tokoh tokoh hebat seperti Albert Einstein, Mark Zuckeberg, Steve Jobs, dan Mark Twain juga mempunyai kebiasaan yang sama, dan terbukti sampai sekarang mereka menjadi orang yang dikenal sepanjang sejarah.

Nah, sekarang kamu bakal punya alasan yang bagus, kenapa meja berantakan kamu itu ada manfaatnya.

Meja Berantakan Tingkatkan Kreatifitas

Psikolog dari University of Minnesota’s Carlson School of Management, Kathleen Vohs, membuat penelitian dengan cara memasukkan satu orang ke sebuah kamar dengan meja yang rapih, dan satu orang ke kamar dengan meja yang berantakan.

Berdasarkan penelitian itu, ia menemukan bahwa orang yang bekerja di meja rapih, lebih suka hal hal yang bersifat konvensional, dengan resiko rendah. Sedangkan yang mejanya berantakan, lebih suka dengan hal hal yang baru, dengan resiko yang cukup tinggi.

Peneliti dari Northwestern University juga menemukan hal yang sama. Mereka menambahkan bahwa orang dengan meja yang berantakan lebih mudah mengumpulkan inspirasi kreatif dan lebih cepat dalam memecahkan masalah-masalah kreatif.

Jadi, memiliki sedikit ketidakberaturan di sekitar kita bisa mengingatkan kita bahwa dunia tidak seteratur dan tersetruktur itu. Masih ada elemen kekacauan dan ketidakpastian di dalamnya.

Hal ini membantu otak kita untuk masuk ke dalam creativity mode dan mengingatkan kita, bahwa terkadang tidak apa apa untuk tidak kaku dan boleh berpikir kreatif.

Hal ini berlaku untuk hal yang sifatnya kreatif loh ya, bukan yang sifatnya ilmu pasti. Bayangin kalo misalnya dokter bedah mejanya berantakan??

Berantakan Adalah Pilihan Terbaik

Seperti yang sudah disebut di atas, para pemikir jenius seperti Einstein, Twain, Jobs, dan Zuckerberg memiliki meja yang berantakan. Nggak percaya? Ini buktinya:

Bagi para pemikir seperti Einstein dan Twain, ketidakrapihan itu menjadi cara tersendiri bagi mereka untuk mengatur berbagai hal. Bagi kita terlihat berantakan, tapi bagi mereka, barang barang yang mereka butuhkan sudah ada pada tempatnya.

Foto di atas merupakan foto Steve Jobs dan Marck Zuckerberg. Mereka adalah orang orang yang sangat berpengaruh di dunia digital.

Bahkan, Jobs yang notabene sangat mencintai desain dan estetika (terlihat dari produk produk Apple), ternyata memiliki meja yang luar biasa berantakan.

Terkesan cukup mengejutkan memang, bila melihat para miliuner di atas mempunyai meja kerja yang seperti itu. Tapi mereka adalah orang orang yang lebih memperdulikan pekerjaan mereka daripada status.

Orang orang ini juga tidak memperdulikan bentuk meja mereka. Yang penting mereka bisa menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik. Luar biasa!

Minimalis Bisa Matikan Kreatifitas

Memang sangat menyenangkan apabila kita melihat sebuah meja kerja yang modern, minimalis, rapih dan bersih. Tapi ternyata hal itu malah memiliki dampak negatif.

Apabila sebuah perusahaan menuntut kreatifitas dalam sebuah bidang pekerjaan, namun membatasi ruang gerak karyawannya, hal ini akan memberikan dampak yang negatif untuk perusahaan tersebut kedepannya.

Menciptakan suasana kerja yang rapih dan modern memang sangat menggiurkan bagi para pemilik usaha. Mereka merasa dengan sebuah meja yang rapih dan bersih, karyawan bisa langsung fokus dan siap untuk menuangkan ide ide yang brilian.

Tetapi mereka tidak sadar, kalau mereka malah menghilangkan pola kerja orang kretaif dari lingkungan dimana mereka biasa menuangkan ide ide mereka.

Buang-buang Waktu dan Energi

Opportunity cost adalah sebuah terminologi yang artinya apabila kamu melakukan satu hal, kamu tak bisa melakukan hal lainnya.

Misalnya, kalau kamu pulang kuliah mau main futsal, berarti kamu nggak bisa ikutan nonton sama teman teman SMA kamu di hari yang sama.

Contoh lain, misalnya saat ini kamu beli kopi, berarti kamu nggak bisa beli donat, karena uangnya sudah terpakai. Kamu harus memutuskan apa yang kamu inginkan.

Hal yang sama juga terjadi apabila sebuah perusahaan mengharuskan karyawannya untuk merapihkan ruang kerjanya setiap saat. Artinya, waktu dan energi yang mereka miliki di kantor harus dialihkan kedalam kegiatan bersih-bersih ruang kerja.

Secara psikologis, dari kecil kita sudah disuruh oleh orang tua untuk membersihkan kamar dan barang barang kita. Secara tak sadar, itu membentuk pemikiran bahwa kita melakukan hal itu untuk menyenangkan orang tua atau orang lain.

Padahal sebenarnya sedikit berantakan itu tidak apa apa, asal tidak merugikan orang lain.

Jadi, jangan membersihkan meja kerja kita karena orang lain. Sebaliknya, tunjukkan ke mereka, bahwa dengan meja yang sedikit berantakan, kamu bisa mengasilkan karya karya kreatif.

Tetap Ada Batas untuk Kreatifitas yang Berantakan

Tulisan ini tidak dibuat untuk jadi pembenaran buat kamu yang memang punya kebiasaan untuk memelihara meja yang berantakan, melainkan seabagi peringatan.

Akan ada satu titik dimana kreatifitas kamu akan menghadapi kenyataan. Memang ada bagusnya kalau kamu bisa menemukan inspirasi kreatif dari meja kamu yang berantakan.

Tapi kalau dari situ kamu tidak bisa menemukan invoice dari klien, notes dari pemikiran kreatif kamu, serta dokumen-dokumen penting yang kamu butuhkan, artinya kamu mempunyai masalah.

Karena dengan hilangnya barang barang tersebut malah akan menghambat pekerjaan kamu. Kamu harus membuat batasan antara kreatifitas dan produktifitas.

Bayangkan, apabila dengan meja yang berantakan kamu bisa menemukan ide dalam 2 menit, tapi kamu butuh 10 menit cuma untuk cari pulpen yang keselip entah di mana? Berapa banyak waktu produktif kamu yang kebuang?

Apakah kalian setuju? Atau punya pendapat lain? Share dong di bagian comment dibawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *