Persaingan (kalau boleh dibilang perseteruan) antara pembalap Moto GP Valentino Rossi dan Marc Marquez menjadi polemik dunia.

Banyak analisa yang muncul dan menilai dengan sudut pandang masing-masing. Ada yang tetap mengidolakan Valentino Rossi sebagai legenda. Ada yang menyalahkannya karena tidak sportif.

Dalam sebuah pertandingan olahraga, tentu ada yang menang ada yang kalah. Namun tak jarang dalam dunia olahraga muncul persaingan-persaingan.

Bahkan bukan hanya di bidang olahraga saja. Bidang-bidang lain pun memunculkan persaingan secara terbuka. Bahkan, bagi para penggemar atau pengagum seseorang, mereka akan sangat susah menerima kenyataan jika jagoannya kalah.

Bagi para fans, meski idola mereka kalah namun merekalah sang juara sejati. Tak jarang, meski publik figur ini kalah dalam sebuah kompetisi, mereka masih saja dielu-elukan oleh fans dari seluruh dunia.

Nah berikut ini beberapa tokoh dunia yang pernah mengalami kekalahan namun masih dianggap juara oleh para penggemar mereka.

1Valentino Rossi

www.fanpop.com

Sebagaimana tulisan pembuka tadi, Rossi terlibat insiden dengan Marquez. Kedudukan Rossi sebagai legenda justru membuatnya didukung banyak orang.

Beredar banyak dukung di media sosial lewat meme bahkan petisi untuk mendukung Rossi. Meski pada akhirnya Rossi gagal menjadi juara dunia, para pendukungnya tetap memandang Rossi lah sang juara sejati.

Karena insiden itu pula gelaran Moto GP yang seolah-olah sudah kehilangan daya tariknya menjadi sorotan dunia. Seri terakhir 2015 di Valencia yang menjadi seri penentu juara dunia ditonton puluhan juta orang.

Perjuangan Rossi yang memulai balapan dari paling belakang hingga finish di posisi empat mendapat penghargaan yang tinggi dari para fans.

Meski gagal, Rossilah yang dianggap juara, alih-alih Jorge Lorenzo. Mungkin bagi penggemar Rossi, siapapun pemenangnya, Rossilah juaranya.

2Manny Pacquiao

www.businessinsider.com

Juara tinju asal Filipina ini memang memenangkan hati banyak orang. Pacquiao menantang juara dunia yang tak terkalahkan Floyd Mayweather, Jr beberapa waktu lalu.

Sikap Mayweather yang dikenal arogan dan petinju yang banyak gaya kerap tak disukai banyak orang. Meski dia adalah olahragawan yang bayarannya paling tinggi di dunia tinju, tak membuat orang-orang mencintainya.

Pacquiao yang dikenal ramah, dan dipandang rendah hati lebih disukai banyak orang. Terlebih saat bertanding, Pacquiao terlihat sangat agresif dan menghibur penggemar tinju.

Sementara lawannya, Mayweather, Jr hanya bertahan dan bermain aman. Cara bermain Mayweather, Jr  dinilai membosankan dan tidak menghibur sama sekali.

Namun para akhirnya, juri memutuskan Mayweather, Jr lah yang menjadi pemenang lewat kemenangan angka. Banyak penggemar tinju yang kecewa dan menganggap Pacquiao lah pemenang sejati

3Prabowo

www.establishmentpost.com

Pemilu presiden tahun 2014 masih menyisakan riak-riak hingga saat ini. Masyarakat seolah terpecah menjadi dua kubu. Satu pro Jokowi, satu lagi pro Prabowo.

Kadang perdebatan di antara kedua kubu tak berhenti-henti. Meski hanya dipicu masalah sepele, pendukung keduanya akan terus berdebat. Baik di media sosial, di ruang publik bahkan sampai ada yang berkelahi.

Nah, saat Jokowi ditetapkan sebagai pemenang pemilihan presiden, riak-riak itu tak juga bersatu. Bahkan semakin tersekat.

Banyak diantara pendukung Prabowo yang tidak mengakui kemenangan Jokowi. Bagi mereka Prabowo tetaplah pemimpin nomor satu.

4Zinedine Zidane

onedio.com

Siapa yang tak kenal pemain Perancis yang saat memegang bola seperti menyihirnya sehingga terus lengket di kaki.

Zidane sudah mendapat banyak gelar pribadi dan dunia. Bahkan dia pernah membawa Perancis menjadi juara Piala Dunia tahun 1998.

Saat itu Zidane menjadi pahlawan dengan menyumbangkan dua gol di partai final. Tak pelak, Zidane begitu dielu-elukan seluruh penggemarnya sebagai pemain terbaik dunia.

Namun sayang menjelang akhir karirnya ada noda merah. Saat perancis berhasil menembus final piala dunia 2006, Zidane melakukan tindakan emosional akibat provokasi pemain Italia Marco Materazzi.

Zidane dengan sengaja menanduk Materazzi dan diusir wasit dari pertandingan. Diusirnya Zidane membuat Perancis keok di tangan Italia dan gagal mempertahankan gelar.

Meski dicap sebagai biang keladi kekalahan Perancis, Zidane tetaplah legenda besar. Dia kini masih dihormati di dunia sepak bola dan menjadi pelatih tim junior Real Madrid.

5Timnas Indonesia

www.bola.net

Bicara timnas Indonesia sepertinya bicara masa depan yang suram. Prestasi Tim Nasional Indonesia sangat minim sekali. Bahkan di level Asia Tenggara sekalipun.

Timnas Senior hanya meraih prestasi tertinggi tahun 1991 silam di ajang Sea Games. Selebihnya, Timnas Indonesia dilabeli spesialis runner up karena kerap gagal di partai puncak perebutan gelar juara di Asia Tenggara.

Namun meski terus gagal dan akhirnya dibekukan FIFA gara-gara konflik PSSI-Kemenpora, setiap Timnas Indonesia main jutaan mata Indonesia akan terus menonton.

Para penggemar Timnas Indonesia tak peduli. Meski mereka kalah terus, timnas tetap jadi pemenang. Minimal di hati masing-masing.

 

SHARE