Sebentar lagi penerimaan mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Saat itulah, kamu yang baru lulus SMA berbondong-bondong mencari perguruan tinggi idaman. Setelah mendapatkan, kamu harus mengalami masa yang dinamakan Ospek.

Ospek sebenarnya punya satu tujuan, yaitu memperkenalkan mahasiswa baru kepada dosen, senior dan lingkungan kampus. Titik. Hanya itu tujuannya. Tapi, seringkali Ospek disalahgunakan jadi ajang balas dendam senior ke junior.

Beberapa perguruan tinggi mungkin sudah tidak lagi memakai Ospek yang aneh-aneh. Namun, ada juga yang masih doyan mengerjai juniornya. Seperti kasus di perguruan tinggi IT* (sensor ya), belakangan diketahui mahasiswa mengalami kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

Pemerintah sudah mengeluarkan larangan Ospek demikian, hanya saja yang namanya mahasiswa dan akademisi di dalam kampus tetap melanggar. Akibatnya, keluarannya berantakan. Ada yang jadi preman (berlabel LSM), demo anarkis dan lain-lain.

Nah, kamu yang merasa mahasiswa senior dan siap mengadakan Ospek untuk mahasiswa baru, harus berkaca neh sama Ospek di luar negeri. Inilah 5 suasana Ospek di beberapa negara yang berbeda. Simak yuk.

1Jepang dan Solidaritas

anibee.com

Pertama, Negara Jepang, negara yang pernah menjajah Indonesia. Ketika Ospek, sama sekali tidak ada garis-garis bekas watak penjajah di kalangan mahasiswa. Justru, yang terlihat adalah keramahan luar biasa.

Mahasiswa dari berbagai Universitas di Jepang mengadakan Ospek tidak dengan cara membentak-bentak juniornya, melainkan membantu juniornya untuk mengenali lingkungan. Itu pun dengan cara yang ramah dan profesional. Keren kan?

Contohnya di Jichi Medical University Jepang (JMU), saat mahasiswa baru datang, mereka disambut dengan ramah oleh senior. Para mahasiswa baru ini diharuskan tinggal di apartemen yang sama selama kuliah.

Mereka yang masuk ke apartemen itu dibagi menjadi 10 kelompok kecil. Setiap kelompok mempunyai satu orang pendamping dari kalangan senior. Para senior inilah yang akan membimbing mahasiswa baru.

Salah satu pergurutan tinggi di Indonesia yang telah menerapkan sistem hampir sama dengan JMU adalah Universitas Diponegoro. Bedanya, mahasiswa baru tidak tinggal dalam satu apartemen. Tapi, yang jelas, di Universitas Diponegoro bersih dari perponcloan.

2Ospek di Jerman Formal dan Menyenangkan

avepress.com

Perguruan tinggi di Jerman mengadakan orientasi mahasiswa baru alias Ospek paling lama tiga hari. Saat baru datang, mahasiswa baru langsung diterima oleh petinggi universitas mulai dari rektor sampai pejabat kampus tingkat jurusan.

Setelah itu, kegiatan Ospek dilanjutkan dengan keliling kampus. Nantinya para senior akan menuntun mahasiswa baru untuk mengenalkan fasilitas kampus, seluruh bangunan di kampus dan lain-lain.

Kegiatannya sama sekali tidak ada bentak-bentakan atau saling membantai juniornya. Justru, mereka mengadakan semacam welcoming party. Pokoknya have fun lah ya.

3Ospek Penuh Diskusi di Amerika Serikat

pojokpitu.com

Amerika Serikat menerapkan konsep Ospek yang cukup menarik dan unik. Kampus Hampshire College misalnya, para mahasiswa baru dikelompokan menjadi beberapa orang. Lalu masing-masing kelompok saling berdiskusi seputar isu penting.

Kegiatan diskusi biasanya diadakan di taman kampus. Isu-isu yang dibahas mencakup kekerasan seksual, komunikasi, teknologi dan lain-lain. Kegiatan lainnya dalam Ospek, antara lain arung jeram, panjat tebing, basket dan masih banyak lagi.

Tidak ada satu pun kegiatan yang membuat stres atau depresi. Semua kegiatan menyenangkan, penuh tantangan dan sportif.

4Belanda dan Budayanya

primaradio.co.id

Negara Belanda memiliki konsep Ospek yang dikenal dengan sebutan Introduction Week. Saat kegiatan tersebut, para mahasiswa baru diajak berkeliling ke tempat bersejarah di Belanda. Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan budaya Belanda.

5Skotlandia dan Ospek Persaudaraan

konsultanpendidikan.co.id

Kalau kamu memilih kuliah di Skotlandia, kamu akan mengenali Ospek yang unik. Contohnya di St Andrews University, mahasiswa angkatan pertama akan diadopsi oleh mahasiswa angkatan ketiga atau yang duduk di tahun ketiga.

Hubungan antar mahasiswa itu seperti kakak beradik. Pada Bulan November, mahasiswa baru diwajibkan berkunjung ke rumah asrama kakak angkat mereka. Banyak sekali kegiatan yang diadakan para mahasiswa ini. Semuanya positif dan tidak ada perponcloan.

Bedanya sama di Indonesia, ada yang seperti ini nih (walaupun tidak semua perguruan tinggi demikian).

dakwatuna.com

Itulah tadi beberapa negara di luar Indonesia yang mengadakan ospek tanpa perponcloan. Bagi perguruan tinggi di Indonesia yang masih getol menyiksa juniornya, siap-siap pakai helm deh. Malu dong sama perguruan tinggi di luar negeri.