aoleng.pun.bz

Waspadai 3 Pantangan Dalam Berpuasa Ramadhan Berikut Ini, Agar Ramadhan-mu Tetap Berkah dan Penuh Ampunan

Posted on

Bulan suci Ramadhan tidak ada dua bulan lagi, bisa dihitung dengan jari hari-hari menjelang bulan penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT ini. Sungguh bulan yang seharusnya amat dirindukan oleh semua umat Muslim.

Namun, ternyata masih banyak umat Muslim yang lalai dan lengah, sehingga tidak memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, sampai kemudian bulan Ramadhan pergi, tanpa kita mendapatkan apapun darinya.

Salah satu amal ibadah yang sangat penting dari bulan Ramadhan, selain tentunya sholat wajib lima waktu yang akan selalu menjadi ibadah utama sepanjang hayat, adalah puasa wajib Ramadhan.

Dalam sebuah hadits diceritakan, “Dari Abu Hurairah ra., Rasulullaah SAW naik mimbar lalu bersabda, “Aamiin, aamiin, aamiin.”. Para sahabat bertanya, “Mengapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullaah?”.

Kemudian beliau SAW bersabda, “Baru saja Jibril AS berkata kepadaku, ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan.’ Maka kukatakan, ‘Aamiin.’.

Kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui orangtuanya masih hidup namun tidak membuatnya masuk Jannah (syurga) karena tidak berbakti kepada mereka berdua’, maka aku berkata, ‘Aamiin.’.

Kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersholawat ketika disebut namamu.’, maka kukatakan, ‘Aamiin.’”. (HR. Ibnu Khuzaimah, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Dari hadits di tersebut kita dapat mengambil sebuah hikmah besar, bahwa Allah melaknat hambaNya yang melewati Ramadhan begitu saja tanpa mendapatkan apapun darinya. Terlebih tentang amalan puasanya.

Nah, sebenarnya apa sih yang tidak boleh kita lakukan saat berpuasa Ramadhan, sehingga bisa membuat kita kehilangan keberkahan dan mendapat laknat dari Allah? Ini dia 3 alasannya!

Berpuasa, Namun Tidak Ikhlas Menjalankannya

sittinurhalizahwulandani.wordpress.com

Sesungguhnya puasa itu tak hanya sekedar menahan haus dan lapar saja. Karena hakikat puasa yang sebenarnya adalah menahan hawa nafsu, termasuk emosi dan syahwat yang selalu menjerumuskan manusia ke lubang dosa.

Banyak umat Muslim yang masih menjalankan puasa hanya sekedar menahan makan dan minum, namun tetap menggunjing saudaranya, menipu, bahkan berbuat zina.

Puasa yang seperti itu disebut puasa yang tidak ikhlas karena hakikatnya dia menjalankan hanya sekedar sesuai dengan budaya masyarakat saja, yang lain puasa, dia ikut puasa, agar tidak menjadi perbincangan manusia.

Dalam sebuah hadits diceritakan, “Dari Abu Hurairah ra., ‘Rasulullaah SAW bersabda, Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia (puasa) adalah milik-Ku (Allah) dan Aku (Allah) yang akan memberikan balasannya.”. (HR. Bukhari).

Dari hadits tersebut dapat kita ambil sebuah hikmah berharga, bahwa Allah telah mempersiapkan balasan sesuai dengan bagaimana puasa kita.

Jika puasa kita ikhlas dan diniatkan semua karena Allah, maka Allah akan melipatgandakan pahala dan ampunan untuk kita. Dan sebaliknya, Allah tak akan memberi apapun kepada mereka yang berpuasa tidak ikhlas karenaNya.

Menjalankan Puasa Namun Tak Memahami Ilmunya

spiritofbrothership.wordpress.com

Seseorang yang hendak berpuasa, baik puasa sunnah maupun puasa wajib Ramadhan, harus memahami hakikat puasa itu bagaimana, sesuai tuntunan ilmu menurut Al Qu’ran dan Hadits.

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Dari Ibnu Abbas, Rasulullaah SAW bersabda, Seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syaithan daripada seribu ahli ibadah tanpa ilmu agama.”. (HR. Ibnu Majah).

Dari hadits tersebut bisa kita ambil hikmah, bahwa menjalankan suatu ibadah haruslah didasarkan pada pedoman atau ilmu sesuai agama ini. Dan pedoman kita dalam kehidupan ini adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Maka sia-sia sekali, puasa seseorang yang tak mengamalkannya sesuai dengan pedoman dari agama ini dengan benar.

Berpuasa, Namun Justru Membuatnya Bermalas-malasan

www.jurukunci.net

Banyak sekali yang beralasan bahwa puasa itu membuat seseorang menjadi lemas, sehingga orang yang berpuasa banyak mendapat keringanan baik dari pekerjaan atau sekolahnya.

Jadwal kerja maupun sekolah menjadi mampat, bahkan ada yang diliburkan sama sekali. Sesungguhnya dengan kemudahan yang diberikan Allah itu, manusia menjadi lebih semangat memanfaatkan waktunya dengan baik.

Bukan malah justru waktu libur atau jadwal yang lebih pendek di bulan Ramadhan digunakan bermalas-malasan. Walau memang tidurnya orang berpuasa dinilai ibadah, namun jika berlebihan juga akan dibenci Allah.

Jangan sampai bulan Ramadhan berlalu dan kita menyesal karena kita bermalas-malasan terlalu banyak dan melalaikan kesempatan meraup sebanyak mungkin pahala dan ampunan yang seharusnya bisa kita dapatkan.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *