Patah hati, ah rasanya membicarakan perkara cinta kok tidak akan pernah ada habisnya. Salah satu hal yang membuatnya runyam dan rumit tentu saja karena cara pandang dan pemaknaan kita terhadap cinta.

Setiap orang memang memiliki definisinya tersendiri tentang cinta. Namun, kebanyakan definisi atau anggapan umum yang berkembang di masyarakat adalah ‘cinta’ yang ditampilkan di sinetron atau film.

Maka definisi patah hati pun berdasarkan tontonan tersebut. Namun, kalau kamu mau berhenti sejenak, merenung dan menyingkirkan semua informasi ‘amburadul’ dari sinetron/film tentang cinta itu, kamu akan temukan rezeki dari Tuhan kamu.

1Menangis? Boleh Saja Biar Sehat

dapurfilm.com

Bolehlah kamu menangis saat patah hati, tentu saja itu demi kesehatan mata kamu. Paling tidak, kalau buat kaum pria yang terakhir kali menangis sewaktu kelas 6 SD, kamu perlu menangis secepatnya.

Air mata itu fungsinya untuk membersihkan mata, menjaga mata agar tetap jernih. Aturannya, jangan kamu meratap, menangis dengan membawa hati yang patah. Tidak baik bagi kesehatan perasaan kamu.

Menangis ya menangis saja, biar mata menjadi sehat. Itu saja cukup, dan itu rezeki bukan?

2Cinta Tidak Mesti Terlihat

zaharazakiah.blogspot.com

Kebanyakan yang diajarkan sinetron adalah bahwa cinta itu nyata. Artinya nyata adalah dapat dilihat, rambutnya indah, matanya cantik, kulitnya putih, pakaiannya bagus, kendaraannya ada.

Kalau kamu patah hati karena pacar yang semacam itu, selamat, bukannya sedih, harusnya kamu gembira. Kamu telah memasuki level baru yang lebih filosofis, bahwa cinta bukan tentang materi. Sama sekali bukan.

3Cinta Ada dalam Keluarga

themuslimahnetwork.com

Lalu pada saat yang sama tepat setelah patah hati, kamu harusnya bisa jauh lebih dekat dengan keluarga. Karena memang hanya keluarga lah yang selalu ada kapanpun dimanapun dan pada kondisi apapun saja kamu merasa sedih.

Bukankah cinta pertama seorang gadis adalah sang ayah? Dan sudah pasti bukan kalau cinta pertama seorang lelaki adalah ibundanya. Tidakkah kamu mulai membayangkan masa kecil kamu yang sederhana dan ceria sepanjang hari?

Memangnya, menurut kamu itu bukan cinta? Itulah cinta.

4Bangkit dan Larilah dari Kenyataan

walimahan.com

Bangkit dan larilah dari kenyataan, kenyataan bahwa ternyata kamu terlalu cengeng hanya karena patah hati. atau kamu terlalu destrutif, blaming, dan marah berlebihan hingga menyakiti diri karena patah hati.

Bangkit dan larilah dari kenyataan yang seperti itu. Nah, saat kamu lari dari kenyataan yang seperti itu, kamu akan berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Ilmu yang baru, ilmu yang menentramkan hati.

Dan ilmu yang menentramkan hati itu bernama tujuan mulia.

5Berkenalan dengan Tuhan

prophetpbuh.com

Kemudian, ketika tujuan mulia itu telah jelas dan sepertinya akan membuatnya bahagia, kamu akan menempuh perjuangan yang panjang. Selama perjuang itu kamu mungkin akan banyak kemudahan dan kesenangan.

Atau malah sebaliknya, akan banyak halang dan rintangan. Maka di situlah kamu akan berkenalan dengan Tuhan, lewat syukur dan pinta doa dan keinginan. Lewat ibadah-ibadahmu yang tenang dan penuh penghayatan.

6Cintai Keluarga Kamu

mumtaz.web.id

Waktu yang tepat untuk lebih memperhatikan air muka ayah dan ibu atau adik kakak kamu di rumah bukan? Kamu yang sebelumnya hanya sibuk sendiri dengan pacar ala sinetron itu, kini duduklah bersama ayah ibu di ruang tamu.

Mulailah obrolan singkat, berikan canda dan goda manja masa kecil yang lama sekali tidak kamu tunjukkan. Kamu akan melihat mereka tertawa kecil, hingga klimaks terbahak-bahak yang melegakan.

Itulah yang kamu rindukan bukan? Tawa bahagia itu, ayah dan bundamu itu.

7Cinta Masa Depan

hayatimagazine.com

Bukankah yang terbaik adalah kamu mempersiapkan diri, memperbaiki diri dan memantaskan diri? Kamu punya impian bukan bagaimana jodoh yang kamu dambakan?

Manusia memang seharusnya seperti itu, menginginkan yang baik maka belajarlah menjadi baik. Dan doakan dengan baik, mintalah pada Tuhan, jodoh yang bahkan tidak pernah kamu kenal, tidak pernah kamu lihat, tidak pernah kamu dengar.

Hal yang kamu tahu, dia adalah jodoh yang baik, karena itu adalah wujud doa kamu. Doa yang baik dari manusia yang baik. Bahkan, pastilah jodohmu yang tidak ketahuan itu juga saat ini sedang berdoa untuk mendapatkanmu.

Dan ia juga tidak mengenalmu. Bukankah sepert itulah kisah cinta yang kamu impikan? Jadi, apa sekarang kamu masih patah hati? Zaman patah hati telah berlalu, masa penuh arti telah dimulai.

Selamat menjadi pribadi yang selamat!