www.youtube.com

Inilah Tiga Pelukis Legendaris Indonesia dengan Lukisan Nasionalismenya yang Mendunia

Posted on

Lukisan kerap kali menjadi sebuah saksi, dimana ada sebuah peristiwa besar, yang seorang saksi lihat, namun kemudian dia tuangkan secara jelas dalam sebuah lukisan apik yang dapat ‘berbicara’.

Selain itu, lukisan juga mampu menjadi sebuah alat propaganda, yang bias mendatangkan banyak kekuatan dari kumpulan orang demi meraih suatu tujuan bersama.

Begitupun di masa Indonesia belum merdeka dahulu. Dimulai dari kependudukan Belanda yang telah mencapai hitungan berabad-abad, sampai kependudukan Jepang yang hanya hitungan tahun.

Lahirlah 3 pelukis kebanggaan Bangsa Indonesia yang namanya tak hanya harum di negeri kita ini sendiri saja, namun juga telah lama menjadi perbincangan dunia internasional.

Affandi

senibudayasenirupaa.blogspot.com

Nama lengkapnya adalah Affandi Koesoema. Keturunan ningrat yang lahir di Cirebon pada tahun 1907 ini merupakan sosok pelukis abstrak yang prestasinya telah banyak mengharumkan Indonesia.

Di masa kecilnya dulu, Affandi yang merupakan anak dari Raden Koesoema ini memiliki kehidupan sangat berkecukupan dan pendidikan yang lebih tinggi disbanding orang-orang sebayanya.

Namun ternyata, Affandi menyadari bahwa dirinya lebih mencintai dunia lukis disbanding semua disiplin ilmu yang pernah dienyamnya tersebut.

Affandi lalu banting stri dan lebih focus di dunia seni lukis.

Pada perjuangan kemerdekaan, Affandi kerap kali diminta bantuan oleh Empat Serangkai yang terdiri dari Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur.

semacamberita.blogspot.com

Laki-laki yang juga pernah bekerja sebagai tukang sobek karcis bioskop ini sering menjadi pelukis propaganda untuk menggelorakan semangat juang para pemuda Indonesia saat itu.

Selain itu, Affandi juga telah tenar di dunia Internasional karena karya-karya abstraknya yang banyak digandrungi pecinta seni lukis dunia.

Basuki Abdullah

zainbie.com

Nama Basuki Abdullah tak hanya terkenal dekat dengan dunia seni lukis, namun dia juga sangat dekat sekali dengan dunia pergerakan pada masa perjuangan kemerdekaan dahulu.

Tercatat, selain banyak menjuarai lomba seni lukis internasional atas nama Bangsa Indonesia, Basuki Abdullah juga merupakan salah satu penggerak dari organisasi Poetra (Poesat Tenaga Rakjat).

Poetra adalah salah satu organisasi pergerakan pemuda yang kala itu bergerak untuk melakukan perlawanan kepada Jepang yang sedang menjajah Indonesia.

kebudayaanindonesia.net

Basuki Abdullah yang lahir di Solo pada 27 Januari 1915 ini adalah cucu dari Dr. Wahidin Sudirohusodo, walau statusnya adalah cucu dari anak angkat.

Prestasi kenegaraan Basuki Abdullah kemudian meningkat pesat saat dirinya diangkat sebagai Pelukis Istana Merdeka pada tahun 1974, dan membuatnya harus menetap di Jakarta.

Raden Saleh

mengenangradensaleh.wordpress.com

Nama Raden Saleh menjadi sangat terkenal di dunia internasional kala itu, bahkan sampai sekarang, berkat lukisan luar biasanya yang sangat kuat ‘bercerita’ dengan judul “Penangkapan Pangeran Diponegoro”.

Konon, lukisan tersebut dibuat laki-laki keturunan Arab-Jawa ini karena rasa tidak terimanya setelah melihat lukisan karya Pieneman, pelukis kebanggaan Belanda.

Lukisan Pieneman itu berjudul “Penyerahan Diri Diponegoro”. Lukisan itu memperlihatkan seolah Pangeran Diponegoro terlihat lesu, lemah, dan menyerah begitu saja takluk pada Belanda.

Melihat lukisan dari sudut pandang Belanda itu, Raden Saleh tak terima. Laki-laki yang lahir di Semarang pada tahun 1807 itu kemudian membuat lukisan tandingan.

www.raden-saleh.net

Dia menggambarkan wajah Pangeran Diponegoro yang penuh emosi menahan amarah karena dikhianati Belanda yang awalnya mengajak berunding damai namun ternyata malah menangkapnya.

Selain itu, Raden Saleh juga menggambarkan detail pakaian Pangeran Diponegoro dan pengikutnya yang penuh dengan batik, sehingga memperlihatkan bahwa sosok Pangeran Diponegoro sangat santun.

Jiwa Nasionalisme Raden Saleh membara melihat lukisan Pieneman yang dianggapnya tak ‘berbicara’ sesuai faktanya, itulah mengapa dia menggambarkan sedetail mungkin kejadian itu sesuai faktanya.

Itulah tadi ketiga pelukis legendary Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi untuk bangsa ini. Tak hanya menorehkan prestasi, namun mereka juga berjuang membela bangsa dan Negara Indonesia.

Sebagai generasi muda, sudahkah kita merasa telah mampu memberikan sesuatu kepada bangsa dan Negara ini seperti para pendahulu kita tersebut?

Ataukah justru malah rasa malu bangsa yang selama ini kita goreskan? Jangan sampai!

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *