Dunia sepakbola Indonesia yang sedang vakum dan penuh carut marut tak menghentikan anak-anak muda Indonesia berprestasi dalam bidang sepakbola.

Mereka lebih memilih berkarir di luar negeri mengingat belum ada harapan mengembangkan karir di Indonesia. Kemampuan mereka yang sangat oke dalam mengolah si kulit bundar menjadikan klub-klub sepakbola luar negeri tertarik memakai jasa mereka.

Siapa saja deretan pesepakbola muda Indonesia yang sukses merumput di luar negeri? berikut beberapa deretannya

1Andik Vermansyah (Selangor FC)

www.iberita.com

Andik adalah pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri yang paling berprestasi tahun 2015 lalu. Hampir selalu jadi andalan lini depan timnya, Andik menutup musim 2015 dengan gelar juara Malaysia Cup

Selangor juga mengakhiri musim Malaysia Super League di posisi ketiga (sebelum naik ke posisi kedua karena Pahang FA mendapatkan pengurangan poin). Andik ikut menyumbang 6 gol di sepanjang musim.

Pada November tahun lalu, Andik telah memperpanjang kontraknya bersama Selangor selama dua tahun. Andik pun akan menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang tampil di kompetisi antar klub Asia dengan Selangor lolos ke AFC Cup 2016.

2Irfan Bachdim (Consadole Sapporo)

bola.liputan6.com

Sempat menjadi idola di Indonesia, Irfan Bachdim memilih melanjutkan karirnya di Jepang.Meski penampilan luarnya menunjukkan bahwa ia memiliki darah Eropa, Irfan Bachdim bukanlah pemain naturalisasi.

Ia sudah berkewarganeraan Indonesia sejak lahir. Irfan kini memperkuat klub J-League 2 (Jepang), Consadole Sapporo. Ia mendapatkan debutnya pada awal Mei lalu dan bermain sebagai pemain pengganti di dua laga berikutnya.

Consadole Sapporo bukan satu-satunya klub luar negeri yang pernah diperkuat Bachdim. Ia tercatat juga pernah memperkuat FC Utrecht, HFC Haarlem, SV Argon, Chonburi FC Sriracha dan Ventforet Kofu.

3Farri Agri (Al-Khor)

gilabolaaaaa.blogspot.com

Syaffarizal Mursalin Agri atau Farri Agri lahir dari orangtua asli Indonesia dan merupakan pemuda kelahiran Aceh. Saat ini ia merumput bersama klub Qatar, Al-Khor, karena orangtuanya bekerja di negara tersebut.

Farri menarik perhatian Al-Khor setelah ia menorehkan 15 gol dalam kompetisi junior untuk level U-14. Ia kemudian masuk dalam pemusatan latihan jangka panjang yang digagas oleh Federasi Sepakbola Qatar untuk para pemain asing.

Farri sebenarnya sempat dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia U-23 untuk Kualifikasi Olimpiade pada Agustus 2011, sayang ia tidak datang. Namun, Farri sendiri mengaku bahwa ia tak memiliki niat untuk membela timnas lain kecuali Indonesia.

4Evan Dimas (Espanyol B)

bola.kompas.com

Evan Dimas akhirnya kembali ke Spanyol setelah gagal dalam trialnya di UE Llagostera pada Agustus 2015 lalu.

Kali ini, ia diundang untuk berlatih selama empat bulan di Espanyol B, sebagai bagian dari program khusus yang digarap oleh La Liga untuk mengundang pemain-pemain muda potensial dari negara-negara lain untuk mencicipi sepakbola Spanyol.

Evan akan berada di Spanyol hingga Mei 2016 mendatang. Peluang ia dikontrak secara resmi oleh klub dari kota Barcelona tersebut jelas terbuka jika Evan bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya selama melakukan latihan di sana.

5Martunis (Sporting Lisbon)

www.liputan6.com

Pesepakbola muda asal Indonesia, Martunis, telah memulai babak baru dalam kehidupan dan karier sepakbolanya. Sejak awal Juli lalu Martunis telah bergabung bersama salah satu akademi sepakbola terbaik di Portugal, yakni Sporting Club de Portugal.

Sontak kabar bergabungnya pemuda yang menjadi anak angkat pesepakbola dunia, Cristiano Ronaldo, itu langsung menghiasi headline banyak media massa Indonesia maupun Eropa. Apalagi mengingat kisah pilunya di masa kecil yang harus berjuang dari hantaman badai tsunami di Aceh pada 2004 silam.

Akademi Sporting memang dikenal telah melahirkan banyak bintang sepakbola dunia asal Portugal. Selain Ronaldo, ada pula Luis Nani dan Luis Figo.

SHARE