Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan sendiri, menurut DR.Yusuf Qardhawi ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas. Pemuda adalah kelompok masyarakat yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya, diantaranya adalah bahwa mereka relatif masih bersih dari pencemaran (baik aqidah maupun pemikiran), mereka memiliki semangat yang kuat dan kemampuan mobilitas yang tinggi. Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang yang sudah lanjut usia. Sejarah pun juga membuktikan bahwa pemuda berperan penting dalam kemerdekaan. Dimana saja, di negara mana saja kemerdekaan tak pernah luput dari peran pemuda. Karena pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius memperjuangkan perubahan menuju lebih baik. Hasan Al Banna seorang tokoh pergerakan di Mesir pernah berkata, “Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya. “Begitu juga dalam sejarah Islam, banyak pemuda yang mendampingi Rasulullah dalam berjuangan sperti Mushaib bin Umair, Ali bin Abi tholib, Aisyah dll. Waktu itu banyak yang masih berusia 8, 10 atau 12 tahun. 

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan dan memuliakan para pemuda, al-Qur’an menceritakan potret pemuda yang mempunyai pendirian yang benar dalam menegakkan Tauhid. Hal ini tercatat dalam kisah dalam beberapa surat sbb:

Q.S Al Kahfi : 18 : Kisah ashaabul kahfi

Yaitu kelompok pemuda yang beriman kepada Allah SWT dan meninggalkan mayoritas kaumnya yang menyimpang dari agama Allah SWT, Allah SWT menyelamatkan para pemuda tersebut dan menidurkan mereka selama 309 tahun hingga berakhirnya rezim kafir menjadi rezim beriman.

Q.S : Al Buruj  : Kisah pemuda ashaabul ukhdud

Menceritakan kisah pemuda yang tegar dalam keimanannya kepada Allah SWT sehingga menyebabkan banyak masyarakatnya yang beriman dan membuat murka penguasa sehingga ratusan orang dibinasakan dengan diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak. Mayoritas dari assabiquunal awwaluun (orang-orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah SAW) adalah para pemuda (Abu bakar ra masuk Islam pada usia 32 tahun, Umar ra 35 tahun, Ali ra 9 tahun, Utsman ra 30 tahun, dst).  Sifat-sifat para pemuda yang mendapatkan derajat tinggi sehingga kisahnya diabadikan dalam al-Qur’an dan dibaca oleh jutaan manusia dari masa ke masa, adalah sebagai berikut:

Mereka selalu menyeru pada al-haq (QS 7/181)

Mereka mencintai Allah SWT, maka Allah SWT mencintai mereka (QS 5/54)

Mereka saling melindungi, menegakkan shalat (QS 9/71) tidak sebagaimana para pemuda yang menjadi musuh Allah SWT (QS 9/67)

Mereka adalah para pemuda yang memenuhi janjinya kepada Allah SWT (QS 13/20)

Mereka tidak ragu berkorban diri dan harta mereka untuk kepentingan Islam (QS 49/15)

Pemaparan diatas menunjukkan bahwa pemuda harus mampu menjadi generasi yang bekerja dan aktif dalam hal berdakwah. Berdakwah disini tidakhanya berpidato, ceramah, dan lain-lain, tapi dakwah disini lebih kependekatan mereka terhadap orang di lingkungannya misalnya dalam lingkup kampus yaitu kepada teman baik teman di kelas maupun teman di organisasi. Islam memandang posisi pemuda di masyarakat bukan menjadi kelompok pengekor yang sekedar berfoya-foya, membuang-buang waktu dengan aktifitas-aktivitas yang bersifat hura-hura dan tidak ada manfaatnya. Melainkan Islam menaruh harapan yang besar kepada para pemuda untuk menjadi pelopor dan motor penggerak dakwah Islam. 

Bagi pemuda yang menempuh pendidikan lanjut mereka dapat memamfaatkan tempat belajarnya untuk berdakwah yaitu kampus. Di kampus terdapat lembaga yang bergerak di bidang keagamaan yaitu Lembaga Dakwah Kampus (LDK) adalah sebuah organisasi kemahasiswaan intra kampus yang terdapat di tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia. Organisasi ini bergerak dengan syariat Islam sebagai asasnya. Sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia pasti mempunyai LDK. Tiap-tiap perguruan tinggi, nama LDK bisa berbeda-beda. Kadang mereka menyebut dirinya sebagai Sie Kerohanian Islam, Forum Studi Islam, Lembaga Dakwah Kampus, Badan Kerohanian Islam, dan sebagainya. Lembaga dakwah kampus ini merupakan lembaga yang mempunyai visi dan misi yang berkaitan dengan kaidah Islam. Bentuk-bentuk kegiatannya pun didominasi kegiatan yang berbau Islam. Mereka memiliki peran yang secara nyata dapat dilihat dalam kehidupan sekarang adalah peran-peran yang mereka emban dalam lembaga dakwah kampus yang menaungi kegiatan dakwahnya. Dalam lembaga dakwah tersebut, para aktivis dakwah tentunya memiliki amanah-amanah yang berbeda, baik sesuai dengan potensi yang dimiliki maupun berdasarkan kebutuhan organisasi. Di sisi lain, seorang aktivis dakwah kampus adalah seorang mahasiswa yang tentunya berhubungan langsung dengan lingkungan kampus yang menuntut mereka untuk menjalani kehidupan kampus dengan bersosialisasi di dalamnya, entah dalam lingkup studinya, kos, maupun Unit Kegiatan Mahasiswa yang lain. Hal semacam ini hendaknya ditanggapi para aktivis dakwah sebagai sebuah peluang untuk mengembangkan misi dakwahnya. Aktivis dakwah kampus pada dasarnya sama dengan mahasiswa lain pada umumnya, sama-sama manusia yang diciptakan sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Peran aktifis dakwah kampus sebagai seorang khalifah atau pemimpin di lingkungan kampus tentunya memiliki tanggungjawab yang cukup besar terkait dengan predikat yang dimilikinya. Segala hal yang berkaitan dengannya akan menjadi suatu bahan kajian yang pragmatis bagi orang di sekitarnya. Dari hal tersebut, seorang aktivis dakwah haruslah benar-benar memahami posisinya. Peran aktivis dakwah kampus diharapkan dapat membawa pengaruh kepada mahasiswa yang lain dalam memperdalam ilmu agama. Sehingga diharapkan akan terciptanya lingkungan kampus yang harmonis. Terciptanya mahasiswa yang berkualitas, kreatif, kompetitif dalam bidang keakademikan tetapi juga mempunya akhlak yang baik. 

http://www.dudung.net/artikel-islami/pemuda-dalam-perjuangan.html

Peranan Pemuda Islam