PEMUDA SEBAGAI BAHAN BAKAR

PERADABAN DAKWAH ISLAM

            Setiap orang yang belajar sejarah Islam pasti akan menemukan sebuah cerita manis mengenai kekuatan yang lahir ketika itu. Kekuatan yang mengantarkan Islam pada kejayaan yang besar, dan kekuatan itulah yang menjadi tulang punggung akan perjuangan panjang ini. Kekuatan itulah yang dinamakan pemuda.

            Masih terngiang dalam ingatan kita bahwa islam dan panji-panjinya pernah menjulang tinggi dan terbentang luas sampai seantero dunia karena kekuatan pemudanya. Peran pemuda yang masif pada masa itu telah berhasil menggerakkan kekuatan yang besar yang menjadi pelopor kebangkitan bangsa ini. Hal ini telah mampu menggambarkan betapa luar biasanya peran pemuda sebagai pilar inti dalam sebuah kebangkitan. Sesungguhnya ada banyak hal yang harus disadari oleh setiap pemuda kedepan. Bahwa pemuda merupakan harapan bagi bangsanya dimasa yang akan datang. Pemuda merupakan pilar inti yang akan menggerakkan roda-roda kebangkitan dan dakwah islam mendatang. Serta pemuda merupakan calon pemimpin yang akan menunjukkan kepiawaiannya serta tanggungjawabnya dalam mengelola bangunan dakwah islam ini kedepan.

            Bung Karno, proklamator kebanggaan negeri yang pernah memimpin bangsa Indonesia dalam perjuangannya meraih kemerdekaan pernah berkata “berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku guncangkan dunia”(Soekarno). Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pemuda memiliki pengaruh yang besar dalam melakukan pergerakan dan perubahan ketika mereka bisa dididik dan dibina dengan semangat yang baik dan ideologi yang kokoh. Oleh karenanya setiap pemuda harus memahami peran penting dirinya dan mendekatkan diri dengan Tuhannya serta senantiasa meningkatkan kapasitas dirinya agar menjadi layak dalam melanjutkan perjuangan dan mengemban misi dakwah ini. Karena bagaimana mungkin bangsa atau peradaban islam ini akan mampu maju dan berkembang jika pemudanya adalah pemuda yang tidak mengenal dirinya dan tidak mengenal Tuhannya.

            Perlu kita ketahui pula bahwa sejarah mengenai kejayaan islam dengan kekuatan para pemudanya pernah berlangsung selama ± 700 tahun, dimana hal itu merupakan masa kejayaan terlama yang pernah ada. Akan tetapi, sekarang ini kejayaan itu seperti hilang entah kemana. Banyak orang yang menginginkan kebangkitan islam, tetapi pada saat yang sama pribadi atau akhlak dari manusia itu sendiri tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman. Jangankan untuk mewujudkan kebangkkitan islam yang telah dirindukan, bahkan untuk mengubah pribadi itu sendiri beserta orang-orang di sekitarnya saja dia keberatan. Hal itu karena kita tidak pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri. Hal ini bukan alasan yang mutlak, tapi hal ini juga perlu diperhatikan baik-baik, bahwa untuk melakukan suatu perubahan yang baik diperlukan perhatian yang mendalam, waktu yang cukup, tepat sasaran, serta pergerakannya juga harus terorganisir. Karena “sebuah kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik akan mudah dikalahkan dengan kebatilan yang terorganisir dengan baik. (QS Ash-Shaff : 4)

            Dengan adanya suatu organisasi yang baik maka akan dapat dimulai perubahan untuk mewujudkan kejayaan islam. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan dakwah islam di kampus. Dakwah kampus inilah yang nantinya akan menjadi salah satu tonggak peradaban di masa depan.

            Dakwah kampus memiliki keunikan tersendiri, dari objek dakwah dimana dakwah kampus memiliki objek dakwah yang homogen. Mereka adalah orang yang berpendidikan, menggunakan logika dalam berfikir, serta terbuka terhadap segala informasi. Mahasiswa juga memiliki kemampuan untuk melakukan mobilisasi secara horisontal dan vertikal dalam struktur masyarakat. Kesempatan mahasiswa ini juga bisa digunakan untuk menyebarkan dakwah islam secara lebih luas dan juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mencitrakan mahasiswa itu sendiri. Dimana masyarakat menilai mahasiswa merupakan generasi yang akan memimpin bangsa di masa yang akan datang yang harus memiliki keseimbangan antara ilmu akademik dan ilmu agama.

Selain itu mahasiswa juga memiliki banyak keunggulan lainnya sebagai objek dakwah utama, selain kapasitas pribadinya. Mahasiswa biasanya belum banyak sibuk dengan urusan  dunia, ia masih banyak berkutat dalam hal menuntut ilmu saja. masa depan mahasiswa yang relatif panjang juga merupakan kesempatan tersendiri. Usia yang sangat muda , dan mempunyai kesempatan periode hidup yang relatif panjang untuk merubah diri dan masyarakat, serta sifat pemuda yang melekat pada mahasiswa menjadi kekuatan yang tidak boleh dilupakan, karena sekali lagi kita menilik sejarah bahwa pemudalah yang nantinya akan mengubah bangsa.

Untuk melakukan perbaikan dalam peradaban, harus dimulai dari perbaikan individu, dimana individu ini akan membangun sebuah keluarga, lalu kumpulan keluarga ini akan membentuk dan bergabung dalam masyarakat dan menjadi bagian dalam perbaikan negara. Tahap terakhir adalah bagaimana kumpulan negara yang ada akan membangun sebuah era baru peradaban Dunia. Dan peran dakwah kampus dalam tahapan ini adalah untuk menekankan pada perbaikan individu dan masyarakat untuk mewujudkan suatu perubahan baru peradaban dunia.

Dengan memahami urgensi serta tujuan dakwah kampus ini, diharapkan setiap aktivis dakwah mengetahui tujuan dari dakwah yakni dakwah kampus itu sendiri dengan baik. Pemahaman yang baik terhadap gambaran umum dakwah kampus ini akan berkaitan erat dengan pembangunan peradaban. Mungkin banyak yang tidak mengira bahwa hal-hal kecil yang dilakukan di dakwah kampus memiliki dampak yang besar dalam perubahan di masa mendatang. Seorang aktivis dakwah kampus yang memiliki pemahaman ini akan memiliki energi lebih dalam bergerak, ia tidak hanya bergerak dengan pemahaman yang teknis saja, akan tetapi ia akan memahami peran strategis yang ia akan jalankan berdasarkan pemahaman terhadap gambaran besar dakwah kampus ini.