Jargon mencegah lebih baik daripada mengobati memang selalu tepat digunakan untuk penyakit apapun. Salah satunya penyakit kanker serviks. Jenis penyakit yang diakibatkan oleh virus human papiloma ini menjadi momok yang menakutkan bagi setiap wanita.

Gejalanya sangat sulit diketahui, bahkan hampir tidak dapat diketahui. Salah satu survey menunjukkan bahwa penderita kanker serviks baru mengetahui telah terinveksi HPV setelah berada pada stadium 3.

Jika penderita sudah memasuki stadium ini, dia akan mengalami kerusakan pada organ tubuhnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan  pencegahan sebelum penyakit yang dapat mengancam jiwamu itu menggerogoti tubuhmu.

Baca juga: Penyebab kanker serviks

1Pemberian Vaksin Kanker Serviks

bayibubu.com

Kanker serviks dapat menyerang siapa saja tanpa melihat berapa umurnya. Keganasannya begitu menakutkan setiap wanita, khususnya pada usia lanjut. Hal ini lebih disebabkan karena pada usia lanjut antibodi manusia lebih rawan diserang virus.

Vaksin untuk pencegahan penyakit kanker serviks dapat diberikan pada wanita berumur 11 hingga 26 tahun. Pada bulan ke-1 dan bulan ke-6. Kamu bisa meminta vaksinasi kepada dokter kandungan di kotamu.

Penting untuk diketahui, bahwa vaksinasi diberikan sebagai upaya pencegahan saja. Bukan untuk pengobatan. Jadi tepat dilakukan oleh wanita yang belum sampai terjangkit virus HPV.

2Deteksi dengan Metode Pap Smear

agenjsnoni.wordpress.com

Pap smear atau juga dikenal dengan tes papaniculou adalah metode screening untuk mendeteksi keberadaan kanker serviks di tubuhmu. Uji pap smear telah terbukti secara dini mendeteksi terjadinya infeksi virus penyebab kanker serviks.

Sehingga upaya ini mampu menurunkan resiko terkena kanker serviks dan memperbaiki prognosis. Anjuran ini untuk kamu yang berkeinginan melakukan pencegahan sejak dini. Lakukan uji pap smear setahun sekali untuk wanita yang mulai menginjak umur 35 tahun.

Selain itu, uji pap smear juga dianjurkan untuk yang pernah memiliki riwayat menderita infeksi HPV dan pengguna pil kontrasepsi. Lakukanlah sesering mungkin jika hasil uji pap smear menunjukkan hasil tidak normal atau setelah pengobatan pre-kanker.

Hasil uji pap smear dapat diketahui setelah dilakukan pengambilan sel permukaan serviks menggunakan spatula. Dokter ahli patologi yang nanti akan melakukan uji prosesnya.

Bagi kamu yang hendak melakukan uji pap smear, perhatikan ketentuan berikut ini agar mendapatkan hasil yang akurat.

Pertama, lakukan uji pap smear pada dua minggu setelah hari pertama haid.

Kedua, jangan menggunakan obat kimia maupun herbal untuk mencuci organ kewanitaanmu sejak sehari sebelumnya.

Ketiga, bagi kamu yang baru saja melahirkan, dianjurkan melakukan uji pap smear antara 6 hingga 8 minggu setelah persalinan.

Keempat, tidak dianjurkan melakukan hubungan suami istri selama 24 jam sebelum pemeriksaan.

3Setia Pada Pasangan

iyondjlive.blogspot.com

Virus penyebab kanker serviks yang memiliki nama Human Papiloma Virus (HPV) seringkali ditularkan melalu hubungan seksual. Fakta menunjukkan aktifitas gonta-ganti pasangan meningkatkan resiko penularan virus ini secara lebih cepat.

4Hindari Rokok

sehatku-duniaku.blogspot.com

Semboyan “Rokok Membunuhmu” yang bisa kamu baca di setiap bungkus rokok memang bisa terjadi padamu. Rokok memang sangat berbahaya dan dapat memicu timbulnya penyakit ringan sampai penyakit kronis.

Namun banyak perokok yang masih menganggap remeh pesan ini.

Khusus bagi para wanita, perlu kamu ketahui bahwa data menyebutkan tidak kurang dari 30% penderita kanker serviks adalah perokok aktif. Penyebab utamanya muncul dari kandungan yang ada dalam rokok sehingga memicu infeksi virus penyebab kanker serviks.

5Produk Kimia Berbahaya

iksan-saptari.blogspot.com

Salah satu bentuk kehidupan modern saat ini ditandai dengan makin mudahnya kamu menemukan segala hal yang bersifat praktis. Salah satunya adalah makanan dan minuman cepat saji yang banyak mengandung perasa buatan, pewarna, pengawet dan penyedap rasa.

Selain itu kandungan berbahaya juga mudah kamu temukan di bungkus makanan. Seperti sterofoam, plastik hitam yang terkena makanan panas, dan lain sebagainya. Zat-zat seperti itu juga mudah memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuhmu.