tkk1.bpkpenaburjakarta.or.id

Penemuan Terbaru NASA! Rahasia Di Balik Tetes Hujan

Posted on

Badan Antariksa AS (NASA) meneliti terkait ramalan cuaca ekstrem. Hal ini akan berhubungan erat dengan awan dan hujan. Kemana awan itu pergi dan menganalisa melalui potret tetes hujan dan bulir salju 3 dimensi, yang diambil dari angkasa luar.

Kerjasama para peneliti NASA dengan Japan Aerospace Exploration Agency Global Precipitation Measurements (JAX GPM) itu mempelajari ‘sebaran ukuran partikel’ yang terdapat dalam awan-awan.

‘Sebaran’ yang dimaksud yaitu banyaknya tetes hujan dan bulir salju berbagai ukuran di berbagai tempat berbeda dalam awan yang sedang diamati. Begini, tetesan-tetesan hujan dalam awan badai terdiri dari berbagai ukuran. Pada akhirnya, tetesan-tetesan itu turun sebagai hujan atau salju.

Nah, pada bagian inti awan yang sedang dipantau, tetes-tetes itu biasanya berukuran lebih besar karena mereka bertumbukan satu sama lain dan bergabung. Sementara yang berukuran lebih kecil berada di pinggiran dan di tempat yang lebih tinggi pada awan itu.

Perbandingan jumlah tetes-tetes beraneka ukuran itulah yang memungkinkan para peneliti, untuk mengerti secara tepat bagaimana curah hujan yang dihasilkan oleh suatu badai.

Kata Joe Munchak, seorang ahli meteorologi dan peneliti di Goddard Space Flight Center NASA, “Penyebaran ukuran tetesan adalah salah satu dari banyak faktor yang menentukan seberapa besar badainya, seberapa lama kejadiannya, dan seberapa banyak curah hujan yang dihasilkan.

Sebelum ini kita belum pernah melihat perbedaan secara global ukuran-ukuran tetes-tetes air itu.”

Sebaran ukuran tetesan-tetesan ini menentukan pertumbuhan badainya karena mengubah kecepatan penguapan (evaporasi) hujan yang turun. Tetesan-tetesan yang lebih kecil cenderung menguap dengan lebih cepat sehingga mendinginkan udara di sekitar.

Hal tersebut dapat menghembuskan angin turun yang kencang sehingga menciptakan kerusakan di permukaan bumi, tapi sebaliknya bisa juga memperlemah atau malah membuyarkan badainya.

Dengan data terbaru ini, para peneliti dapat membuat prediksi yang lebih tepat dan dapat digunakan untuk memperbaiki model cuaca yang sudah ada.

Pengukuran GPM akan sangat membantu meramalkan interaksi-interaksi rumit ini, yang sebagian di antaranya bergantung kepada sebaran ukuran tetesan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *