Keluarga adalah tempat pertama yang anak gunakan untuk memperoleh banyak pengalaman. Orang tua lah yang mengajarkan pengalaman-pengalaman itu sejak si anak baru saja lahir.

Kamu pasti paham betul bagaimana nantinya anakmu akan mendapat pengalaman berharga yang dimulai dari rumah. Akan banyak sekali pertimbangan yang kamu dan pasangan diskusikan bersama. Tentang bagaimana cara mendidik anak dan hal lain.

Bahkan mungkin kalian akan membuat suatu kesepakatan tentang beberapa hal penting, seperti saat membuat keputusan atau kala berselisih paham. Mungkin kamu dan pasangan enggan untuk melakukan hal-hal tersebut di hadapan anak-anak.

gigisusu.net1920
gigisusu.net1920

Tapi, tahukah kamu? Sebenarnya hal yang telah kamu sepakati untuk dilakukan di belakang anak itu bisa menjadi sebuah pengalaman penting lho bagi buah hatimu. Mereka akan mengetahui bagaimana keluarga itu tumbuh secara nyata.

Anak-anak akan belajar cara orang tua membangun keluarga yang baik itu seperti apa. Jadi, jangan hilangkan hal-hal berikut ini agar anak pun bisa mendapat pengalaman berharga dari cara orang tua memupuk kebahagiaan pernikahan.

1Berdo’a di Hadapan Anak

komunitashsmnsemarang.wordpress.com

Pendidikan agama memang harus diterapkan sejak dini, sehingga di diri anak pun akan tertanam nilai-nilai agama. Jika pondasi agama seorang anak sudah kokoh, maka anak bisa hidup dengan menjunjung nilai agama tersebut dalam pergaulannya.

Tetapi, ada beberapa orang tua yang dalam kesehariannya mengajari sang anak pendidikan agama, misalkan saja kamu mengajari anakmu untuk selalu berdo’a sebelum melakukan segala hal. Tetapi, kamu sendiri tak melakukannya di hadapan anak.

Jadi, kamu hanya mengajari mereka teorinya, namun, tak memperlihatkannya secara langsung untuk menjadi contoh bagi anak. Meski do’a adalah urusan yang bersifat pribadi, tak ada salahnya untuk melakukannya secara langsung untuk mengajari si anak.

yukjossemarang.blogspot.com

Contohnya saja kegiatan yang sering dilakukan, yakni makan bersama. Ajaklah anak untuk berdo’a bersama dengan dipimpin oleh kepala keluarga atau dilakukan secara bergilir dengan anggota keluarga yang lain.

Hal ini bisa memberikan pengalaman mendasar lho bagi anak kamu. Dalam keseharian pun itu bisa berguna bagi buah hatimu. Barangkali saat ia akan pergi keluar rumah, anakmu tak akan lupa untuk berdo’a terlebih dahulu untuk meminta kepada Allah swt.

2Saling Menunjukkan Kasih Sayang

blog.debusana.com

Tak perlu ragu untuk menunjukkan bahwa kamu dan pasanganmu itu saling mencintai di depan anak. Biarkan anak-anak tahu cara untuk membina hubungan yang baik antara sepasang suami dan istri.

Lakukan saja hal yang sewajarnya kamu lakukan, misalkan saat kamu berpegangan tangan, berpelukan, mencium kening, dan lain sebagainya. Namun, pastikan bahwa anak-anak paham, bila hal ini hanya boleh dilakukan oleh orang yang telah menikah.

Anak-anak pun akan senang melihat orang tuanya terlihat akur dan saling mencintai satu sama lainnya.

3Mengambil Sebuah Keputusan

feed.id

Tak masalah jika kamu sedang dalam diskusi yang penting dan anakmu hadir berada di tengah-tengah kalian. Biarkan saja anak untuk melihat apa yang sedang kamu dan pasangan bicarakan.

Walau bisa saja saat kalian berdiskusi ada ketegangan yang tercipta. Anak-anak justru akan melihat bagaimana respon kalian ketika perbedaan pendapat itu muncul. Teruslah berdiskusi dengan baik dan tenang.

Sehingga, anakmu pun bisa belajar dan mengerti bagaimana caranya berdiskusi dengan baik tanpa perlu saling menyalahkan.

4Ketika Bertengkar

rumahtahajjud.net

Apa yang kamu lakukan saat bertengkar dengan pasangan? Mungkin saja kamu akan menjauh dan menghindar dari anak. Namun, bertengkar disini bukanlah hal yang melukai fisik ya, tetapi bertengkar karena berbeda pendapat atau ribut masalah kecil.

Biarkan saja anak melihat kalian yang sedang bertengkar kecil itu. Mungkin sedang ada cekcok mulut karena kerikil kecil yang menyandung keluargamu. Tetapi, jangan sampai anak melihat kekerasan fisik dalam rumah tangga.

Bisa-bisa hal itu menimbulkan kebencian pada salah satu orang tua dan anak menjadi trauma. Ada lho sebuah keluarga yang selalu menutupi masalah dalam rumah tangganya dari si anak, padahal dalam keluarga itu pun ada beberapa kerikil yang mengganggu.

Sehingga, yang anaknya tahu, kehidupan rumah tangga itu sangatlah indah tanpa ada masalah sama sekali. Yang ditakutkan, ketika nanti ia menikah, ia tak bisa menerima adanya masalah dan memberikan pengharapan yang besar pada pasangannya.

Dan hal itu bisa berakibat fatal yang mungkin bisa berujung pada perceraian antara suami-istri tersebut.

Jadi, sebetulnya, anak-anak itu butuh melihat dan merasakan secara langsung hal-hal yang baik untuk kehidupannya ke depan. Dan pengalaman itu begitu membangun konsep diri si anak di masa mendatang.