Kalian pernah merasakan gempa bumi kan? Mungkin beberapa dari kalian bertanya-tanya, sebenarnya gempa bumi itu apa? Bagaimana bisa terjadi gempa bumi? Apa hanya ada satu macam gempa bumi di dunia ini? Apa penyebab terjadinya?

Nah, mari temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu di sini.

1Pengertian Gempa Bumi

nabilakazhimahqatrunada.blogspot.com

Gempa bumi merupakan suatu getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi karena pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba sehingga menciptakan gelombang seismik.

Gempa bisa saja terjadi karena ada pergerakan lempeng atau kerak bumi. Gempa bumi yang terjadi mampu mengakibatkan perubahan, perombakan, bahkan perusakan pada permukaan bumi.

Seperti yang kita tahu, gempa bumi dengan skala yang besar mampu merusak bangunan, dari yang kecil hingga gedung-gedung besar.

Memang kekuatan gempa diukur berdasarkan kerusakan yang terjadi. Skala yang biasa digunakan untuk mengukur kekuatan gempa adalah Skala Omari, Skala Richter, Skala Cancani, dan Skala Mercalli.

Namun, yang paling umum digunakan adalah Skala Richter. Gempa dengan skala terbesar yang tercatat itu terjadi di Jepang dengan kekuatan mencapai 9.0 Skala Richter pada tahun 2011 silam.

Jika kalian tertarik dengan terjadinya gempa bumi, kalian bisa belajar tentang seismologi, yakni ilmu yang mempelajari gempa bumi.

2Penyebab Gempa Bumi

kamties-selot.blogspot.com

Gempa bumi itu terjadi karena beberapa faktor, berikut ini adalah faktor atau penyebab terjadinya gempa bumi itu.

  1. Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi tektonik disebabkan karena adanya pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara tiba-tiba dengan kekuatan yang sangat kecil hingga sangat besar. Apabila sudah terjadi gempa tektonik, maka akan terjadi kerusakan atau bencana alam di bumi.

Karena getaran gempa yang kuat bisa menjalar ke seluruh bagian bumi. Gempa tektonik juga bisa disebabkan karena pelepasan tenaga disebabkan pergeseran lempengan plat tektonik.

  1. Gempa Bumi Vulkanik

Gempa ini terjadi karena aktivitas magma yang biasa terjadi sebelum meletusnya gunung berapi. Semakin tinggi aktivitas dari gunung berapi tersebut, maka semakin besar pula ledakan yang akan terjadi dan menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Ketika gempa terjadi, hanya akan terasa disekitar tempat ledakan gunung berapi tersebut saja.

  1. Gempa Bumi Tumbukan

Gempa yang terjadi diakibatkan oleh tumbukan atau hantaman meteor maupun asteroid yang jatuh ke bumi. Gempa Bumi Tumbukan ini sangat jarang terjadi.

  1. Gempa Bumi Runtuhan

Gempa bumi ini biasa terjadi di daerah kapur atau di daerah pertambangan. Jika gempa ini terjadi, lebih bersifat lokal. Akan tetapi Gempa Bumi Runtuhan ini pun jarang sekali terjadi.

  1. Gempa Bumi Buatan

Gempa ini disebabkan karena aktivitas manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir maupun palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

3Gempa Bumi Berdasarkan Kedalamannya

geograph88.blogspot.com

Gempa bumi pun dapat terjadi karena letaknya yang jauh di kedalaman bumi atau biasa disebut dengan hiposentrum.

  1. Gempa Bumi Dalam

Gempa bumi yang disebabkan karena hiposentrum-nya berada lebih dari 300 km di dalam kerak bumi atau di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam tidak begitu berbahaya untuk kelangsungan hidup manusia karena pusat gempa sangat jauh di permukaan bumi.

  1. Gempa Bumi Menengah

Gempa bumi ini hiposentrum-nya berada antara 60 km hingga 300 km di bawah permukaan bumi. Dampak yang diakibatkan dari gempa bumi menengah masih ringan dengan getaran yang lebih terasa dibanding dengan gempa bumi dalam.

  1. Gempa Bumi Dangkal

Inilah gempa bumi yang mampu menimbulkan kerusakan besar. Hiposentrum gempa bumi dangkal berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi.

4Berdasarkan Gelombang atau Getaran Gempa

seismixplorer.blogspot.com

Ada dua getaran atau gelombang yang merambat di badan bumi dengan kecepatannya masing-masing.

  1. Gelombang Primer

Gelombang ini disebut juga gelombang longitudinal yang berarti gelombang atau getaran ini merambat ke badan bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik. Getaran pada gelombang primer berasal dari hiposentrum.

  1. Gelombang Sekunder

Gelombang sekunder atau gelombang transversal merupakan gelombang atau getaran yang merambat dengan kecepatan yang lebih kecil, sekitar 4-7 km/detik. Gelombang sekunder tidak mampu merambat pada lapisan yang cair.

5Macam-macam Gempa Bumi Berdasarkan Kekuatannya

hasrilatifah109.wordpress.com

Dari pengamatan yang dilakukan oleh para ahli, gempa bumi pun dapat diketahui dari intensitas atau kekuatannya. Kemudian gempa bumi yang terjadi berdasarkan kekuatannya pun dibagi menjadi dua.

  1. Gempa Makroseisme

Gempa makroseisme merupakan gempa dengan intensitas kekuatan besar dan dapat diketahui secara langsung meskipun tanpa alat.

  1. Gempa Mikroseisme

Gempa dengan intensitas kekuatan yang lebih kecil disebut dengan gempa mikroseisme. Gempa jenis ini hanya dapat diketahui dengan alat ukur gempa saja.

6Alat Pengukur Gempa

rahmatps.blogspot.com

Alat untuk mengukur gempa bumi itu dinamakan seismograf. Seismograf sendiri dibedakan dalam dua jenis berdasarkan arah getaran yang diukur.

  1. Seismograf Horizontal

Alat pengukur ini akan mencatat kekuatan gempa dengan arah horizontal atau mendatar.

  1. Seismograf Vertikal

Seismograf vertikal merupakan alat yang mencatat getaran bumi dengan arah vertikal.