Salah satu kerajaan besar yang pernah jaya di wilayah Nusantara adalah kerajaan Sriwijaya. Hal ini tentu saja dibuktikan dengan banyaknya peninggalan kerajaan Sriwijaya yang menjadi bukti sejarah hingga saat ini.

Kerajaan ini adalah salah satu kerajaan besar yang tumbuh dan berkembang pada abad ke tujuh di daerah Sumatera. Daerah yang kini lebih kita kenal dengan sebutan Palembang.

Pada zaman yang lalu, bukti adanya sebuah kerajaan biasanya dibubuhkan dalam batu terpahat. Batu terpahat ini lebih kita kenal dengan sebutan prasasti. Nah, berikut adalah beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

1Palas Pasemah

myokeblog07.blogspot.com

Prasasti ini ditemukan di pinggiran rawa Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan. Dalam prasasti ini termuat 13 baris kalimat dengan bahasa Melayu Kuno dan huruf Pallawa.

Isinya menjelaskan tentang kutukan orang-orang yang tidak tunduk pada kekuasaan kerajaan.

2Kedukan Bukit

ruanasagita.blogspot.com

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini ditemukan pada 20 November 1920 oleh Batenburg. Prasasti berukuran 45 x 80 cm ini ditemukan di Desa Kedukan Bukit, Palembang.

Isi dari prasasti ini menceritakan tentang utusan kerajaan yang melakukan perjalanan suci bersama 2.000 pasukan. Utusan yang melakukan perjalanan suci ini bernama Dapunta Hyang, perjalanan dilakukan dengan armada perahu.

3Ligor

duniabelajarrr.blogspot.com

Tentu saja kita mengetahui bahwa luas daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya membentang dari Sumatera hingga sekitar daerah Thailand. Dan di Thailand lah ditemukan prasasti yang satu ini.

Prasasti ini memuat dua sisi, sisi pertama disebut ligor A dan sisi lainnya disebut ligor B. Kedua sisi menjelaskan tentang kegagahan raja Sriwijaya dan gelar raja dari keluarga Sailendravamsa.

4Kota Kapur

adlienerz.com

Kalau peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang satu ini ditemukan di Pulau Bangka sebelah barat. Pertama kali ditemukan pada tahun 1892 oleh J.K van der Meulen. Isinya menjelaskan tentang kutukan bagi siapa saja yang membantah perintah raja.

Prasasti ini konon merupakan satu dari lima prasasti lainnya yang berisi kutukan. Diperkirakan, pembuatan prasasti berisi peringatan kutukan ini diperintahkan oleh seorang bernama Dapunta Hyang.

5Talang Tuo

commons.wikimedia.org

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini ditemukan oleh seorang bupati atau residen Palembang bernama Louis Constant Westenenk. Prasasti ini ditemukan tahun 1920 dan meneritakan tentang agama Budha di kerajaan Sriwijaya.

Selain berisi tentang agama Budha, dalam prasasti ini juga dijelaskan tentang doa-doa yang dipercaya pada saat itu. Aliran Budha yang dijelaskan dalam prasasti ini adalah Budha Mahayana.

6Karang Berahi

kebudayaan.kemdikbud.go.id

Prasasti ini ditemukan di Desa Karah Berahi, Pamenang, Merangin, Jambi. Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini ditemukan oleh Berkhout pada tahun 1904. Isi prasasti ini menjelaskan tentang kutukan bagi orang yang berbuat jahat.

Kutukan bagi orang yang berbuat jahat dan tidak setia pada Kerajaan Sriwijaya ini mungkin ditujukan untuk menakut-nakuti masyarakat agar tetap tunduk dengan Kerajaan Sriwijaya.

7Telaga Batu

id.wikipedia.org

Prasasti ini memang ditemukan di sebuah telaga bernama telaga biru di kelurahan 3 Ilir, kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Isinya tentang kutukan bagi mereka yang melakukan perbuatan jahat di wilayah Kerajaan Sriwijaya.

8Leiden

tikusprasasti.blogspot.com

Tentu saja peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini dinamakan prasasti Leiden karena saat ini memang disimpan di KITLV, Leiden, Belanda. Isinya menjelaskan hubungan antara Sriwijaya dengan Kerajaan Chola dan Tamil di India.

9Hujung Langit

flickr.com

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang satu ini juga ditemukan di Lampung, tepatnya di Desa Haur Kuning. Diperkirakan berasal dari tahun 997 masehi dan menjelaskan tentang pemberian tanah Sima.