Anak merupakan karunia luar biasa yang diberikan kepada para orangtua. Untuk itu, sebagai orang tua kita harus menjaga amanah ini dengan sebaik mungkin.

Salah satu bentuk menjaga amanah ini adalah memberikan pendidikan yang terbaik buat anak kita. Pendidikan yang membuat mereka pada akhirnya bisa menjaga diri mereka sendiri, serta mampu mengekspresikan semua potensinya.

Sebagai orangtua kita pun perlu mengetahui bahwa anak-anak itu memiliki periode keemasan perkembangannya. Nah, periode itu adalah ketika anak berusia di bawah lima tahun atau balita.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Sigmund Freud, bahwa periode usia di bawah lima tahun adalah periode keemasan. Di mana di usia tersebut masa perkembangan anak sangat pesat.

Fakta yang perlu kita ketahui adalah 50% kecerdasan orang dewasa mulai terbentuk di usia 4 tahun. Oleh karena itu, maka kita perlu memanfaatkan periode keemasan dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut.

1Memberikan Banyak Stimulus Kepada Anak

kitabacakitamengerti.wordpress.com

Ketika kita menginginkan anak-kita optimal dalam kecerdasannya, maka kita perlu membantu mereka dalam menstimulus hal tersebut. Stimulus di sini adalah berupa rangsangan agar anak merasakan dan mengenal banyak hal dalam kehidupannya.

Stimulus yang tepat akan membuat anak kita menjadi anak yang mandiri, percaya diri, dapat bersosialisasi dengan baik, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, cepat beradaptasi, serta semangat untuk belajar.

arinaforlife.blogspot.com
arinaforlife.blogspot.com

Bentuk stimulus yang perlu kita lakukan bisa bermacam-macam bentuknya. Misalnya saja kita bisa ajak anak kita bermain dengan tetangga, bermain petak umpet, membuat makanan bersama, bermain di pasir pantai, dan lain sebagainya.

2Bermain Sambil Belajar

merries.co.id

Satu hal yang perlu selalu diingat oleh orangtua, bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Semakin kecil usia anak maka kebutuhannya untuk bermain semakin besar.

Jadi, kalau pun kita ingin menstimulus anak dengan kegiatan belajar maka kita perlu mengemasnya dalam bentuk kegiatan bermain. Bermain sambil belajar sepertinya lebih bisa diterima oleh mereka.

gigisusu.net
gigisusu.net

Kegiatan bermain sambil belajar bisa kita lakukan seperti gambar di atas. Anak-anak diberi balok-balok kecil bertuliskan abjad-abjad. Selain bisa mengenal abjad, anak-anak pun bisa menyusun balok-balok itu menjadi bentuk yang beraneka rupa.

3Memberikan Panduan yang Jelas Kepada Anak

taranatureepa.co.id

Anak balita pastinya belum dapat berpikir atau mencari solusi dari permasalahan yang dihadapinya. Oleh karena itu, orangtua harus membantu anak dalam memberi panduan.

Panduan yang kita berikan kepada anak bisa berupa pilihan-pilihan hal baik yang bisa mereka lakukan. Ajak anak untuk berdiskusi saat kita ingin membantu mereka menyelesaikan masalahnya.

merries.co.id
merries.co.id

Selain itu, kita pun perlu konsisten ketika memberi panduan kepada anak. Jangan membuat anak bingung dengan ketidakkonsistenan kita. Kalau kita konsisten, maka anak akan menemukan pola dengan sendirinya.

4Orang Tua adalah Pengasuh Utama Bagi Anak

huffingtonpost.com

Sesibuk apapun kita sebagai orangtua, maka tetaplah menjadi pengasuh utama bagi anak kita. Tugas ini tidak bisa kita delegasikan kepada pembantu ataupun sekolah. Bangun kepercayaan anak kepada kita.

Ketika anak sudah mempercayai kita sebagai sosok orangtuanya maka kita akan mudah memberi banyak pengarahan kepadanya baik saat mereka kecil ataupun saat mereka dewasa nanti.

Selain itu, sebagai pengasuh utama anak, maka kita harus menjadi contoh yang baik bagi mereka. Kenapa demikian? Karena saat dewasa nanti mereka akan melakukan sesuatu berdasarkan apa yang mereka lihat dan mereka dengar saat kecil.